TINTAKALTIM.COM-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberi apresiasi Kota Balikpapan terkait dengan program uji petik tahun 2022 yang memilih kota Samarinda dan merupakan program peningkatan kapasitas penghela daerah sekitar.
“Itu sangat baik. Itulah komitmen yang harus ditunjukkan untuk Kabupaten-Kota (KaTa) Kreatif 2019. Tentu keberadaan kota kreatif harus demikian. Samarinda-Balikpapan kota berdampingan dan Balikpapan sudah ditetapkan sebagai kota kreatif,” kata Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto S Sos MM saat menyampaikan kesimpulan Evaluasi Penetapan Kembali KaTa Kreatif Indonesia 2019 yang dilakukan virtual via Video Conference Zoom, Jumat (19/11/202).
Acara itu dirangkai dengan paparan Fungsionalisasi KaTa Kreatif yang diiuti 10 daerah yakni Majalengka, Malang, Kutai Kartanegara (Kukar), Palembang, Rembang, Surakarta, Semarang, Gianyar, Denpasar dan Balikpapan. Kota Balikpapan menyampaikan paparan terakhir yang disampikan Koordinator Bidang Informasi dan Promosi Forum Kreatif Balikpapan H Sugito SH mewakili Walikota H Rahmad Mas’ud SE ME di Gedung Balikpapan Creative Centre (BCC) Klandasan.

Acara itu juga dihadiri Kepala Bappeda-Litbang Agus Budi Prasetyo dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Dortje Marpaung yang mengikuti secara online dari luar daerah, Ketua Harian Forum Ekraf Balikpapan Muhammad Ichwan (Andre), Wakil Ketua I Krishna Galih Mahendra, Koordinator hak atas kekayaan intelektual (HAKI) Syarifuddin Spd MAP, Kabid Pariwisata H Abdul Madjid, tim akademisi Faisal (Institut Teknologi Kalimantan) dan jajaran unsur pentahelix ABCGM forum kreatif.
Menurut Haryanto, daerah-daerah harus bangkit kembali dalam kegiatan ekraf. Dan, Kemenparekraf akan selalu memberikan dukungan (support) dalam kegiatan yang dilakukan daerah. Sebab, pelan tapi pasti pandemi covid-19 sudah mulai berlalu dan aktivitas mulai normal.
Kota Balikpapan katanya, sudah memahami esensi sebuah ekonomi kreatif yang secara definitif adalah kemampuan untuk mengkaloborasikan sebuah teknologi, kreativitas dan lainnya.

“Jadi Balikpapan sudah menghela sub sektor bahkan daerah lain. Tepat di Samarinda, karena pada 30 November 2021 akan digelar acara nasional penetapan KaTa kreatif di Samarinda yang dihadiri Pak Menteri Sandiaga Uno,” kata Haryanto.
Menurutnya, komitmen uji petik itu harus dijalankan karena itu penilaian bersifat mandiri. Dan itu dapat dilakukan lewat forum group discussion, diskusi mendalam dengan pelaku ekraf dan verifikasi lapangan.
“Tapi juga didukung analisa borang (formulir penilaian serta data-fakta). Dan, 10 daerah yang telah ditetapkan sebagai KaTa Kreatif 2019 sudah mengisi borang tersebut,” kata Haryanto..
Sebelumnya, kaitan Samarinda dijadikan daerah uji petik ini, Kepala Bappeda Litbang Agus Budi Prasetyo dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Balikpapan Dortje Marpaung menilai, dipilihnya Samarinda karena sejalan dengan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim. Sehingga, IKN Balikpapan dan Samarinda merupakan Super Hub kolaborasi segitiga perkotaan inti yang saat ini ditunjang dengan konektivitas jalan tol Balikpapan-Samarinda.
“Kota-kota itu kan mempunyai peran masing-masing yang sangat kuat dalam sebuah super hub, IKN sebagai pusat pemerintahan. Balikpapan sebagai etalase dan pintu gerbang dan Samarinda dengan potensi ekraf dan pariwisata berupa tenun sarung Samarinda, kuliner dan lainnya,” kata Agus Budi Prasetyo dibenarkan Dortje Marpaung.

Sementara menurut Dortje, kaitan uji petik Samarinda nanti akan dilakukan detail. Khususnya untuk pelaku ekraf dengan melihat apa subsektor unggulan. “Sub sektor yang diajukan nanti hasi analisanya juga didukung pengisian borang,” kata Dortje.
Kolaborasi ini kata Dortje, bagian penguatan Kota Balikpapan yang sudah ditetapkan jadi kota kreatif, sehingga tidak maju sendiri. “Di Balikpapan kita juga akan mengoptimalkan sarana-prasarana yang ada seperti gedung Balikpapan Creative Centre, bantuan peralatan dari Kemenparekraf dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu menurut Muhammad Ichwan (Andre), kaitan memaksimalkan gedung Balikpapan Creative Centre semua elemen harus kerja keras. “Kita akan jadikan coworking space bersama dengan unsur ABCGM lainnya. Ayo kita gerak cepat, gerak bersama seperti yang diinginkan Ketua Umum Hj Nurlena,” kata Andre yang juga akan mengembangkan website sebagai sarana informasi ekraf ke publik.
BANTUAN PNM
Sementara itu, dalam kaitan adanya kendala aspek permodalan, Kemenparekraf saat ini sudah menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk berkolaborasi sebagai upaya memfasilitasi akses pembiayaan bagi pelaku UMKM ekonomi kreatif.
“Ini kita lakukan agar pelaku ekraf mampu berkembang dan memperluas lapangan pekerjaan. Kan PNM merupakan BUMN yang bergerak di bidang permodalan usaha,” kata Haryanto.
Disebutkannya, PNM diharapkan jadi solusi. Dan secara kerjasama PNM-Kemenparekraf sudah ditandatangani. “Nanti pelaku ekraf dan pariwisata bisa memanfaatkan permodalan. Karena, syarat PNM sangat mudah,” pungkasnya. (gt)












