TINTAKALTIM.COM-H Alwi Alqadri, anggota DPRD Balikpapan ingin membangun komunikasi dengan rakyatnya, sehingga harus melakukan metode pendekatan. Dan itu dilakukan lewat ‘Jaring Asmara’ atau Penjaringan Aspirasi Masyarakat.
Aktualisasi program itu, ia melakukan launching wadah atau sekretariat tempat ‘kopi darat’ konstituen bahkan pengurus di kelurahan dan kecamatan serta ketua-ketua RT. Lokasinya tepi jalan, tak jauh dari Masjid Al-Ula.

“Tempat kecil ini semoga berkah. Sekalian saya syukuran, semoga hubungan emosional saya dan warga bisa terjalin untuk memperjuangkan aspirasi,” kata Alwi saat syukuran sekretariat itu yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (9/11/2021)
Selain wadah untuk ‘Jaring Asmara’, Alwi juga menyatukan sekretariat dengan usaha berupa babershop atau pangkas rambut. Bedanya babershop dan pangkas rambut tradisional adalah ada cuci rambut sebelum potong, ada creambath dan lainnya. “Saya buka usaha kecil-kecilan ustaz. Semoga ini juga jadi ladang pendapatan,” jelas Alwi kepada Ustaz Agus Khairul Huda yang mengisi tausyiah peringatan Maulid Nabi.

Menurut Alwi yang juga Ketua Komisi III DPRD Balikpapan dan Ketua Pengurus Tingkat Kecamatan (PTK) Partai Golkar Balikpapan Barat ini, posisi sekretariat ada di Kampung Baru, karena sesuai dengan daerah pemilihan (dapil) dirinya saat jadi wakil rakyat.
“Tempat itu sekalian untuk wadah curhat warga. Sehingga, saya bisa mendengar langsung aspirasi masyarakat yang nanti dituangkan lewat pokir (pokok-pokok pikiran) untuk diperjuangkan,” ujar Alwi.

Menurut Alwi, sekretariat ada di lantai atas dan usaha di lantai bawah. Masyarakat silakan datang jika ada keperluan untuk menyampaikan sesuatu. “Apalagi kawan-kawan dari Partai Golkar Balikpapan Barat,” katanya.
MERAKYAT
Sementara itu dalam tausyiahnya, Ustaz Agus menyebutkan, sekretariat untuk menjaring aspirasi masyarakat wujud bahwa Alwi Alqadrie merakyat dan ingin dekat dengan warganya.

“Jadi yang benar itu, anggota DPRD punya wadah seperti Pak Alwi. Sehingga, kalau ditemui enak. Apalagi dengan itensitas kesibukan anggota dewan. Seperti Pak Alwi, berangkat pun bisa ditunda karena mau launching sekretariat dan sekaligus dirangkai Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Ustaz Agus membuka ceramahnya.

Ustaz Agus menyebutkan, pentingnya selawat sebagai sarana membangun mahabbah (rasa cinta) kepada Rasulullah dan dapat meniru akhlak serta pribadinya. “Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka ia akan banyak menyebutnya,” kata Ustaz seraya meminta agar umat Islam cinta Rasulullah.
Memperingati Maulid Nabi kata Ustaz Agus, bertujuan juga menambah ilmu agama menjalin ukhuwah atau persaudaraan dan mensyukuri nikmat. “Ukhuwah atau menjalin persaudaraan melalui silaturahmi itu dianjurkan Rasulullah. Karena, hadistnya sangat kuat,” kata Ustaz Agus.

Menurutnya, barang siapa ingin diluaskan rezekinya dan diperpanjang umurnya maka harus menyambung silaturahmi. Orang yang memutus silaturahmi maka dianggap perusak bumi. Bahkan, ia juga akan menerima kutukan dari Allah.
“Tak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi,” kata Ustaz Agus mengutip hadist Bukhari dan Muslim.

Ustaz Agus juga mengingatkan kepada undangan yang hadir, kaitan adab Rasulullah yang salah satunya adalah menghormati jenazah. “Kalau ada jenazah itu harus berdiri. Hormati yang sudah meninggal,” kata Ustaz.
Lalu ustaz mencontohkan kisah Rasulullah suatu hari mendapati rombongan yang mengangkut jenazah lewat di hadapan Rasulullah. Nabi pun berdiri menghormati.

Sahabat Rasulullah segera memberi tahu dengan nada seolah protes. “Itu jenzah orang Yahudi ya Rasulullah”. Rasulullah kontan menjawab: “Bukankah ia juga manusia,” jawab Rasulullah.
Dari jawaban Rasulullah itu kata Ustaz Agus, seolah mengingatkan sahabatnya bahwa tiap manusia layak mendapat penghormatan, telepas dari apa latar belakang sosial dan agamanya, bahkan ketika manusia sudah terbaring menjadi mayat sekalipun.
Yahudi disebut-sebut sahabat kata Ustaz Agus, karena saat itu memusuhi dakwah Rasulullah. Tetapi, Rasulullah tetap hormat dengan Yahudi.
AMALAN HARIAN
Dalam tausyiahnya yang lain, Ustaz Agus yang lulusan Universitas Yaman jurusan fiqih dan pemilik akun instagram @kopimoka.tv ini mengingatkan kepada jamaah agar melakukan amalan harian berupa selawat. Karena manfaatnya di dunia dan akhirat sangat baik. “Ucapan Alhamdulillah itu zikir baik. Tetapi, kalau diucapkan saat sahabat meninggal dunia tentu kurang baik. Tetapi kalau selawat, itu doa yang bisa juga mengiringi takjiah (melayat) jenazah. Jadi, perbanyaklah selawat dalam kehidupan,” pungkas Ustaz Agus yang tausyiahnya penuh joke-joke yang membuat hadirin terhibur khususnya ibu-ibu yang berada di luar. (gt)












