• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Thursday, July 2, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

Underdog Effect, Kongo dan Piala Dunia (Mimpi Indonesia ke World Cup 2030)

by admin
July 2, 2026
in Kanal
0 0
0
Underdog Effect, Kongo dan Piala Dunia (Mimpi Indonesia ke World Cup 2030)

LOLOS: Timnas Indonesia dengan pelatih John Herdman optimistis menembus Piala Dunia 2030 dan Timnas RD Kongo yang luar biasa punya prestasi hingga 32 besar

0
SHARES
52
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Catatan: Sugito *)

TINTAKALTIM.COM-Pencapaian Republik Demokratik (RD) Kongo hanya sampai babak 32 besar. Ini prestasi terbaik sepanjang sejarah negara tersebut. Melihat prestasi Kongo, saya menurunkan catatan tentang tontonan Piala Dunia (World Cup). Rangkaian pertandingannya 39 hari yang opening ceremony pada 11 Juni 2026 dan final pada 19 Juli 2026 mendatang

Ini edisi pertama yang diikuti 48 negara (sebelumnya 32 negara) digelar di AS, Kanada dan Meksiko. Sebagai hiburan, ramailah. Juga hilangkan stres karena kebutuhan hidup pada naik. Teman saya bilang: ‘Saki-Saki Indonesia’ (kondisi ekonominya sakit-red)

Achmad Idris siapkan kopi Nobar di BIC

Bola asyik diperbincangkan dan hangat. Di pasar, warung kopi atau kafe dan kantor euforianya terlihat. Atmosfirnya terasa di ruang publik. Sampai-sampai Masjid Balikpapan Islamic Centre (BIC) menggelar nonton bareng (nobar). Tak biasanya, ini memanfaatkan fasilitas videotron di bagian outdoor

Heriyawan dan Elba saksikan laga Piala Dunia

Merambah ke perkantoran juga. Untuk memberi tontonan menarik bagi pengguna jasa Terminal Batu Ampar yang dikelola Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim Kemenhub di musim World Cup 2026, Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) terminal Heriyawan memasang big screen yang bisa jadi lokasi nobar bagi mereka yang menunggu bus berangkat ke Samarinda, Banjarmasin dan IKN

Bahkan, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro pun menggelar nobar bersama elemen masyarakat termasuk insan media. Kapolda jagokan Argentina vs Portugal di final dan  memprediksi juaranya Portugal  di mana CR 7 mencetak gol

Kapolda gelar Nobar bersama masyarakat

Tetapi, kepada wartawan Kapolda menunjukkan spiritnya dan punya prediksi patriotik dan optimistis Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030 mendatang. “Indonesia lah yang juara World Cup 2026,” kelakarnya saat itu tapi menandakan Kapolda mendukung timnas Indonesia ke World Cup 2030

Demikian juga Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud. Memberikan kemudahan warga menyaksikan gelaran selama Piala Dunia 2026 berlangsung, menyiarkan di setiap videotron milik Pemkot Balikpapan di lokasi-lokasi strategis

Walikota RM jagokan Brazil juara World Cup

“Saya jagokan timnas Brazil menjadi juara Piala Dunia 2026,” katanya kepada wartawan. Kendati, ia pun sebenarnya suka dengan permainan timnas Portugal. Bisa jadi, Walikota senang dengan Brazil selain skill permainan individu dengan gaya Samba, juga selalu menggunakan jersey warna kuning.

Dari 48 tim, ada yang menarik perhatian penulis. Tampilnya RD Kongo yang sudah ke-32 besar, meski kandas dari Inggris dengan hasil 3-2 yang menghapus impian masuk 16 besar.

Ini  dari data, Kongo itu negara termiskin di dunia. Sekitar 60 juta penduduknya hidup dalam garis kemiskinan. Tetapi, sepakbolanya  menunjukkan prestasi  berlaga di World Cup

Kongo lolos melalui jalur play-off antarbenua mengalahkan Jamaika. Terus, mencatat sejarah lolos ke babak 32 besar setelah menempati peringkat 3 terbaik yang memetik hasil  3-1 atas Uzbeksitan. Tentu, Anda juga menyaksikan siaran langsungnya

Pertanyaannya? Kok bisa negara ini lolos Piala Dunia 2026? Negaranya miskin, penduduknya hidup saja sulit. Jutaan orang butuh bantuan kemanusiaan dan anak-anak terdampak krisis.

Tapi,  faktanya Kongo lolos ke Piala Dunia 2026. Warganya menyebut sebagai obat, sementara negaranya mengalami berbagai persoalan ekonomi. Ini momen langka tapi bisa jadi penghibur di tengah krisis berkepanjangan di Kongo.

Memang lolos Piala Dunia tidak mengurangi kemiskinan negaranya. Juga kehidupan penduduk mereka tak berubah. Tetapi, dalam keterbatasan saja Kongo masih bangkit dan tampil di kancah dunia

PELAJARAN

Setidaknya, lolosnya Kongo di Piala Dunia 2026 jadi pelajaran bagi Indonesia. Penduduknya sudah sekitar 280 juta. Sumber Daya Alam (SDA) melimpah. Masuk negara berkembang jauh  tentu dan tidak apple to apple (setara) dengan Kongo

Ternyata, jawabannya ada satu yang menggelitik. PSSI-nya Kongo memperbaiki pembinaan dan memaksimalkan regulasi FIFA sehingga menjadi pemain yang ikut aturan. Cari pelatih yang baik, dukungan fanatik suporter sampai memanfaatkan pemain warga Kongo yang bermain di Liga Eropa dan disiplin

Penulis bukan pemain sepakbola. Tapi, pecandu tontonan sepakbola baik nasional maupun internasional. Sejak dulu tim favorit saya adalah Jerman. Saat itu masa keemasan dan kejayaan Jerman karena masih ada legenda sepakbola seperti  Karl Heinz Rummeniegge, Littbarski, Lothar Mathaus dan lainnya.  

Nobar di cafe, jagokan Brasil

Dan, tercatat Jerman pernah meraih trofi Piala Dunia 4 kali sama dengan Italia di bawah Brazil yang 5 kali. Sayang, timnas Italia tak lolos Piala Dunia, sama dong dengan Indonesia? Pun begitu Jerman ‘tersandung’ di fase gugur dan harus ‘pulang kampung’ dikalahkan Paraguay lewat adu penalti 4-3.

Jika kita cermati, Kongo bisa jadi referensi PSSI. Mengapa sepakbola Indonesia lambat majunya? Salah satunya mencari pelatih apa-adanya. Ada pelatih bagus Shin Tae Yong (STY) sudah menunjukkan skill-nya dicopot dan diganti Patrick Kluivert yang ternyata masa lalunya diwarnai dengan kontroversi keuangan.

Bahkan ada canda dari netizen, kalau Patrick Kluivert tak bisa loloskan Indonesia ke Piala Dunia, ternyata anaknya Justin Kluivert memulangkan tim Belanda dari Piala Dunia di fase gugur tak lolos 16 besar yang kalah dramatis dari Maroko.

Padahal, STY pernah menjadi head coach timnas Korsel dan memimpin saat lolos Piala Dunia 2018 di Rusia, tapi Indonesia lebih memilih Patrick Kluivert, tentu apes

Belum lagi, klub di Indonesia setiap tahun harus melakukan transfer pemain. Sehingga, pondasi tim yang sudah dibangun dirombak ulang. Sehingga, pola permainan tidak berkelanjutan (sustainable)

“Terkadang ada kontrak jangka pendek, pembinaan mandek dan infrastruktur klub masih ada yang menumpang. Dan, problem krusialnya klub-klub itu tak memiliki finansial stabil sehingga gaji pemain sering menunggak,” kata Hasan, wartawan media online KaltimKita yang kerap menulis berita-berita sepakbola

Belajar dari Kongo, semua elemen harus berubah agar nggak jalan di tempat. Ternyata, Kongo menerapkan kedisiplinan pemain, bahkan soal makanan pun diperhatikan. Beda dengan Indonesia, masih mau makan apa saja termasuk gorengan yang minyaknya seabrek.

Pengembangan sejak usia dini. Indonesia sudah mengawalinya. Itu di negara-negara yang bolanya pesat seperti Argentina, Brazil punya yang disebut youth development sepak bola yang membentuk dan membina pemain muda secara komprehensif mulai usia dini hingga remaja

Fokus utamanya bukan mencetak pemain bola profesional tetapi diawali karakternya dibentuk dan mentalitas utuh agar siap menghadapi tantangan di dalam dan luar lapangan. Makanya semua dari nol. Lionel Messi dan Ronaldo tak bisa menjadi pemain mahal kalau tak mengikuti pola itu

Indonesia aneh. PSSI ketika diganti ketuanya, lantas mengganti kebijakan. Yang dipilih pun bukan passion di olahraga bola. Dan, lebih cenderung politisi. Cermati saja, Nurdin Halid, Eddy Rahmayadi dan Iwan Bule berafiliasi dengan politik praktis

Belum lagi kaitan sanksi. Wasit bisa ‘bermain’ dan mafia permainan yang paling tegas tanpa VAR posisi offside dibilang onside. Parahnya, sepakbola di Indonesia jadi komoditas politik karena ketuanya orang  yang cenderung berpolitik.

Penulis, penonton bola bukan pemain

Saya yakin, PSSI punya road map, apa yang harus diperbaiki. Sebab, sepakbola Indonesia sejak dulu masalahnya masih banyak. Salahsatunya ada korupsi. Jadi, mau pakai pelatih Pep Guardiola pun tak bisa maju

Mafia bola masih menjamur di Indonesia. Dugaan korupsi yang menyeruak saat itu  tim Garuda yang pelatihnya Alfred Riedl, gagal juara ditaklukkan Malaysia dengan skor 2-4 di final Piala AFF.

Tiba-tiba muncul surat kaleng yang dikirim ke media massa adanya isu pengaturan skor saat final. Dugaannya adanya dua oknum dari petinggi PSSI yang menjual pertandingan leg pertama final Piala AFF

Skandal suap saat itu, dengan kekalahan tim Indonesia dalam AFF, maka bandar judi Malaysia dan oknum petinggi PSSI dapat meraup untung miliaran rupiah. Dan, skandal ini meledak dan jadi kasus yang selalu diingat

Dan korupsi itu, jadi masalah utama yang membuat berantakan persepakbolaan Indonesia. Ada juga dugaan peran wasit yang bermain skor dan lainnya. Itulah wajah sepakbola Indonesia. Dan banyak lagi yang terjadi

Kini tim Indonesia diasuh pelatih John Herdman dan mendapat dukungan penuh pemerintah. Ini kunci utama agar squad Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030 mendatang. Apalagi FIFA membuka wacana untuk memperluas format peserta Piala Dunia 2030 jadi 64 negara

Jujur, saya juga bangga tim Indonesia bisa mengalahkan Oman dengan skor telak 3-0, sebab selama 38 tahun tak pernah menang kendati itu hanya ujicoba (matchday). Ini modal dasar untuk memoles tim ke depan lebih baik. Tapi, untuk lolos ke Piala Dunia 2030, harus melakukan perubahan totalitas.

Kongo itu timnas yang saya boleh sebut sebagai  underdog effect. Atau, tim yang tak diperhitungkan tetapi efeknya sampai masuk Piala Dunia 2026. Padahal, banyak yang kurang dari negaranya

Nah, sekarang ayo menata sepakbola Indonesia. Apalagi pemerintah melalui Pak Presiden Prabowo sudah ingin mendorong majunya sepakbola Indonesia.

Ditambah, pelatih timnas Indonesia sudah menyiapkan masterplan untuk menghadapi Piala Asia 2027 yang mengevaluasi pemain lokal dan memadukan dengan diaspora Eropa dalam enam bulan ke depan

Ambisi yang diusung Jhon Herdman bukan tanpa dasar. Pelatih berusia 50 tahun  itu pernah mencatat sejarah bersama tim nasional Kanada dan mengantarkannya tampil di Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar.

Ditambah support Pak Presiden yang sekarang begitu masif menggelorakan dan membuat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nah, lewat bola sepertinya dibuat juga MBG (Maju Bolanya Guys), semoga.**

*) Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim dan Direktur Tintakaltim.Com.

SendShareTweet

Related Posts

28 Coffee di Kilo 7, Smoking Areanya Luas dan Disiapkan Wifi
Kanal

28 Coffee di Kilo 7, Smoking Areanya Luas dan Disiapkan Wifi

June 29, 2026
Coming Soon, 28 Coffee Ekspansi di Grand City. Jimmy: Kami Sudah Rekrut Ratusan Tenaga Kerja
Kanal

Coming Soon, 28 Coffee Ekspansi di Grand City. Jimmy: Kami Sudah Rekrut Ratusan Tenaga Kerja

June 29, 2026
Ayo Nongkrong di 28 Coffee Kilo 7. Soegianto: Ada Musala dan Ragam Food & Drink
Kanal

Ayo Nongkrong di 28 Coffee Kilo 7. Soegianto: Ada Musala dan Ragam Food & Drink

June 29, 2026
Di BTN, Firman Usaha Ayam Petelur Rumahan. Sehari Bisa 45 Butir, Limbahnya Jadi Pupuk
Kanal

Di BTN, Firman Usaha Ayam Petelur Rumahan. Sehari Bisa 45 Butir, Limbahnya Jadi Pupuk

June 27, 2026
Sedekah Berseri & Jimat, Warga Pakai QRIS. ‘Tim Jemput Sedekah’ Dapat Telur dan Lunch
Kanal

Sedekah Berseri & Jimat, Warga Pakai QRIS. ‘Tim Jemput Sedekah’ Dapat Telur dan Lunch

June 27, 2026
“Mungkin Saya Bisa Kontrol Ketenangan”. Sesi Latihan Menembak, Skor Kapolda 95
Kanal

“Mungkin Saya Bisa Kontrol Ketenangan”. Sesi Latihan Menembak, Skor Kapolda 95

June 27, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 316 Followers

Recommended

Awalnya Ingin ‘Ghibah’ Polisi, Justru Jadi Family Gathering. Dirbinmas: Jaga Keamanan, Laporkan Jika Ada Gangguan

Awalnya Ingin ‘Ghibah’ Polisi, Justru Jadi Family Gathering. Dirbinmas: Jaga Keamanan, Laporkan Jika Ada Gangguan

June 25, 2023
Rumah MBR Terhambat, Apersi Kaltim Minta  Ada Kebijakan. Sudah Bayar tapi Tidak Dapat Lakukan AJB dan PPJB

Rumah MBR Terhambat, Apersi Kaltim Minta Ada Kebijakan. Sudah Bayar tapi Tidak Dapat Lakukan AJB dan PPJB

March 9, 2022
Malam Ini, Gus Muwafiq Tablig Akbar di Rumah RM. Peringati Maulid Nabi Muhammad, Warga Diundang Hadir

Malam Ini, Gus Muwafiq Tablig Akbar di Rumah RM. Peringati Maulid Nabi Muhammad, Warga Diundang Hadir

November 20, 2019
Arus Mudik-Balik 2024 di Terminal dan Penyeberangan Lancar. Sudarmaji: Apresiasi untuk Tim Kerja dan Posko

Arus Mudik-Balik 2024 di Terminal dan Penyeberangan Lancar. Sudarmaji: Apresiasi untuk Tim Kerja dan Posko

April 17, 2024
11 Ekor Hewan Kurban Dijagal 3 Jam, Tak Ada ‘Mati Dua Kali’. Panitia: Terimakasih Shohibul Qurban, Semoga Diampuni Allah

11 Ekor Hewan Kurban Dijagal 3 Jam, Tak Ada ‘Mati Dua Kali’. Panitia: Terimakasih Shohibul Qurban, Semoga Diampuni Allah

June 18, 2024
Jumat Curhat, Polisi Minta Kritikan bukan Pujian. Waspada, Narkoba Modusnya Lewat Lato-Lato

Jumat Curhat, Polisi Minta Kritikan bukan Pujian. Waspada, Narkoba Modusnya Lewat Lato-Lato

February 12, 2023
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines