TINTAKALTIM.COM-Eranya sudah digital. Sehingga, program Bersedekah Seribu Sehari (Berseri) dan Jimpitan Amal Terindah (Jimat) Masjid Asy-Syifa Kompleks BTN, warga bersedekahnya gunakan non-tunai (cashless) QRIS yang juga disiapkan jadi fitur sedekah digital

Kendati tidak semua warga, karena masih ada pula yang tetap kekeuh sedekah beras yang masuk di celengan plus uang kartal (kertas) dan logam. Tetapi, semangat warga RT 38 dan RT 39 bersedekah masih tinggi dan konsisten
“Terimakasih yang sudah gunakan QRIS, tentu kita hargai. Intinya tak ada paksaan sedekah program Berseri dan Jimat Masjid Asy-Syifa, bisa gunakan tunai dan non-tunai,” kata Sekretaris Masjid Asyifa H Ali Umbri yang bergerak bersama Bendahara Hendra Winardi dan H Rahmadi.

Mereka menamakan diri Tim Layanan Jemput Sedekah yang didukung ibu-ibu petugas tetap Hj Yatty, Ny Narta dan Ny Nani Siswanto yang mendapat label Trio Ikhlas lantaran setiap bulan bergerak tanpa pamrih menjemput sedekah door to door
“Kita bergerak saja ambilin sedekah. Karena, amal kebaikan itu kan dikerjakan bukan diceritakan. Alhamdulillah warga sedekahnya konsisten,” kata Ny Nani Siswanto dibenarkan Hj Yatti Soekardi dan Ny Narta yang menyisir pengambilan sedekah keliling rumah warga

Hendri Maulana, warga RT 39 yang baru pulang tugas dari Turki menyebut, program Berseri & Jimat harus terus dibudayakan dan dipertahankan. Karena, membantu warga bersedekah tanpa harus terbebani jumlah nominal karena sukarela dan tanpa paksaan

Demikian halnya menurut H Kasim, warga RT 38 yang setiap bulan tak pernah absen bersedekah. “Beikhlasan lah kita ya. Sebab, ini sedekah sangat dianjurkan Rasulullah,” kata H Kasim yang rumahnya ada tanaman sawo tetapi selalu ‘didahului’ kalong (kelelawar)
Ketua RT 38 M Sihombing dan Ketua RT 39 Neneng Zuleha juga tak pernah absen bersedekah. “Saya terlambat baru serahkan saat proses penghitungan,” kata Neneng

Herlambang dan H Asyari Abbas pun tak pernah berhenti bersedekah. Apalagi Herlambang yang kerap jadi donatur masjid termasuk Hj Frida yang rutin pula bersedekah. “Sudah saya serahkan sedekah keluarga kami dan diambil oleh petugas ke rumah,” kata Hj Frida

Warga RT 39 Kidjan yang tinggal di Batu Kajang tetapi memiliki rumah di BTN, tak berhenti pula bersedekah. “Kebetulan saya di BTN jadi diserahkan langsung,” kata Kidjan yang celengannya selalu diisi kendati orangnya tak di tempat.
TELUR DAN LUNCH
Tim Layanan Jemput Sedekah, mendapat rezeki dari warga. Yakni, telur 10 butir dari Ny Firman Halaf dan makan siang (lunch) suguhan keluarga besar H Siswanto. Menunya, sayur nangka (gori), daging dan cingur goreng yang menggugah selera

“Ini rezeki dari Allah, kebetulan penghitungan hasil sedekah warga dihitung di sini (rumah H Siswanto-red), sekalian saja makan,” kata Ny Nani Siswanto dan suami yang repot-repot menggelar karpet sembari menyiapkan makanan dan minuman. Tentu, karena udara terik minumannya es sirup.

Hendra yang mantan kasir ini, sangat cekatan menghitung dibantu Ny Narta, H Rahmadi baik uang kertas maupun logam. Bahkan, metodenya sederhana karena menggunakan pengelompokan berdasarkan nominal uang

Uang logam disteples agar tak berceceran. Hendra kerja cekatan, kendati sembari menyaksikan World Cup secara live via laptop laga Mesir-Iran. Di akhir penghitungan, Ny Narta mendapatkan koin permainan Fun City

“Malam mungkin masukkan ke celengan. Tapi, tetap kita hargai karena niat menyumbangnya tinggi,” kata Ny Narta.

Akhirnya, terkumpul sedekah warga itu berkisar Rp3.055.800 (tiga juta limaratus limpapuluh lima ribu delapan ratus rupiah). Dan, sedekah tak kurangi harta justru bertambah dan dihindarkan dari musibah serta diampuni dosa oleh Allah. Terimakasih warga. (gt)













