TINTAKALTIM.COM-Tak hanya dilatih sebagai satpam kualifikasi Gada Pratama, tetapi sekitar 150 calon satuan pengamanan (satpam) dari Kabupaten Paser juga dikenalkan dengan visi-misi Bupati-Wabup ‘Paser TUNTAS’

Sehingga, ratusan peserta bisa paham Paser TUNTAS yang sudah dituangkan dalam dokumen, visi-misi dan program prioritas kepala daerah tersebut.
“TUNTAS itu rekan-rekan sekalian singkatan dari Tangguh, Unggul, Transpormatif, Adil dan Sejahtera. Jadi, jika kalian dilatih satpam gada pratama, itu tanggungjawab dan tugas bupati dan wabup untuk kepentingan masyarakat. Salahsatunya, unggul bidang pengamanan,” kata Kepala Disnakertrans Kabupaten Paser Rizky Noviar di hadapan 150 peserta pada pembukaan pelatihan satpam (security) Gada Pratama angkatan 45 di Emberkasi Haji Balikpapan, Senin (14/7/2025)

Pembukaan juga dihadiri Dirbinmas Polda Kaltim diwakili Kasubdit Bin Satpam/Polsus Ditbinmas, AKBP Budi Heriyawan S Sos, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Paser diwakili Kepala Bagian Kerjasama Dr Soraya MSi, Bagian Protokol dan Pelayanan Pimpinan diwakili Ika Marselia Septio Rini SS MM, Direktur PT BMCI Tri Tohiroh (Terry), Kabid Pelatihan dan Produktivitas Kerja Ahmad Reyad, jajaran instruktur Ditbinmas Polda Kaltim dan undangan lainnya.

Noviar menjelaskan, pelatihan satpam juga mendukung program prioritas Bupati Paser dr Fahmi yakni Anak Muda Mandiri. Dan, wujud nyata kepala daerah ingin menyelesaikan dan mengatasi pengangguran di Kabupaten Paser.

“Pemerintah sudah memfasilitasi lewat APBD. Pesertanya juga dari 10 kecamatan tersebar di Paser, karena tujuannya keadilan dan pemerataan pembangunan. Inilah akses untuk masyarakat yang pelatihannya berbasis kompetensi,” jelas Rizky

Sehingga kata Rizky, peserta wajib memanfaatkan pelatihan secara maksimal. Sebab, tujuannya membuat satpam profesional, memiliki kompetensi dan bisa bekerja sesuai kualifikasi gada pratama.
“Karena kalian punya kompetensi, jangan pernah takut bekerja di luar daerah. Pola pikir (mindset) harus diubah bahwa bekerja di mana saja itu mencari pengalaman dan menunjukkan kepercayaan (trust) bahwa kompetensi anak muda Paser bisa diandalkan,” ujar Rizky
DARI HATI
Sementara itu Ahmad Reyad yang ikut memberi motivasi peserta mengatakan, hadir di pelatihan 150 peserta harus mensinergikan pola pikir (akal), kompetensi dan hati. “Karena, jika kalian bekerja menggunakan hati, itu akan terasa pekerjaan efektif dan bermakna,” kata Ahmad.

Perpaduan akal, hati dan kemampuan kata Ahmad, adalah konsep yang menekankan pentingnya keseimbangan dalam bekerja. Bukan bekerja seadanya. Akal digunakan berpikir kritis, menganalisa dan merencanakan.
“Sementara hati yang lahir dari ruh itu merupakan intuisi yang dapat mendorong semangat dan kepedulian. Dan, kompetensi itu keterampilan supaya bekerja dengan baik. Jadi satpam harus profesional, makanya Pemkab Paser peduli dengan masyarakat,” jelas Ahmad

Bekerja dengan baik itu kata Ahmad, juga implementasi dari visi-misi dan program Paser TUNTAS. “Tadi Pak Kadisnakertrans sudah jelaskan apa itu TUNTAS. Nah, harus bisa dijabarkan agar meresap dan dipahami warga Paser,” pinta Ahmad.
Ahmad seolah membuat semacam pola gimmick dengan menggugah peserta yang mulai ngantuk. “Coba apa itu TUNTAS? Tanya Ahmad ke peserta. Tiba-tiba peserta terkejut. “Anu pak, TUNTAS itu, bangkit…”. “Nah, ini karena mengangtuk, ulangi,” pinta Ahmad.

Peserta tadi akhirnya mampu menjabatkan TUNTAS. Dan, Ahmad memberikan apresiasi. “Itulah mengapa Paser TUNTAS harus diketahui peserta. Sebab, jadi program Pemkab Paser yang salahsatunya program tuntas menyelesaikan adanya penggangguran,” jelas Ahmad.
Peserta kata Ahmad harus berterimakasih kepada Pemkab Paser melalui Disnakertrans dan BMCI, karena diberi pelatihan dengan instruktur profesional bahkan memiliki sertifikat kompetensi yang terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Makanya, jika bekerja harus diimplementasikan apa yang didapat sesuai etika profesi satpam. Dan, harus ingat visi-misi Paser TUNTAS yang jadi program kepala daerah tadi,” ujar Ahmad. (gt)











