TINTAKALTIM.COM-Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII di Kabupaten Paser melalui skenario panjang ketidakpastian akhirnya terjawab. Kendati tetap digelar, hanya usulan dana pelaksanaan Rp60 miliar besar kemungkinan dipangkas hanya Rp25 miliar

Itu karena, Pemprov Kaltim APBD-nya seret akibat dipotongnya dana transfer ke daerah (TKD) yang awalnya Rp25 triliun sekarang jadi Rp15 trliun atau berkisar Rp7 trilunan yang dipotong dan itu pemotongan terbesar se-Indonesia

“Kondisi Kaltim itu tahun 2026 susah, di tahun 2027 makin susah. Bisa-bisa dana kita terpangkas lagi tinggal Rp12 triliun dari Rp15 triliun,” kata Plt Kadispora Kaltim HM Faisal dalam paparannya terkait posisi anggaran pada rakor lanjutan persiapan Porprov VIII di Pendopo Lou Bapekat Paser, Kamis (2/4/2026) yang dibuka Wakil Bupati Ikhsan Antasari

Rakor dihadiri seluruh kadispora kota-kabupaten dan KONI se-Kaltim termasuk KONI Provinsi Kaltim yang dikemas lewat diskusi dan paparan narasumber yakni Plt Kadispora Kaltim HM Faisal, Ketua KONI Kaltim Drs Rusdiansyah Aras, Kepala Disporapar Paser Kurniawan

Faisal menyebut, ada dampak negatif dan positif jika Porprov di Paser ditunda 2027. Hanya, di tahun 2026 lebih ideal dengan berbagai kekurangan. Diawali Mei-Juni 2026 ada anggaran perubahan. Waktunya tepat jika porprov direncanakan dan tak menyalahi

“Kelebihan digelar 2026 itu, karena 2027 APBD Kaltim bisa anjlok yang diprediksi sisa Rp14 triliun dan bisa-bisa Rp12 triliun. Dari Rp25 triliun sebelumnya. Ini kondisinya tak baik-baik saja,” kata Faisal
Masalah lainnya jika 2027, beban Pemprov Kaltim banyak sekali. Karena, ada event Popda di Bontang, Popnas, Babak Kualifikasi (BK) Pra-PON.

“Untuk BK Pra-PON itu boleh dibilang wajib. Jika ribuan atlet tak ikut, Provinsi Kaltim akan menangis tak bisa ikut PON 2028 mendatang,” urai Faisal
Selain itu kata Faisal, akan digelarnya Sukan Borneo, ajang olahraga internasional mempertemukan atlet Indonesia, Sabah/Serawak (Malaysia) dan Brunei Darussalam. Dan, persiapan Dispora harus sejak dini, karena bisa saja event itu menyedot anggaran hingga Rp20 miliar karena event internasional.

Dari ketidakpastian anggaran 2027, ada sempat muncul ide Sukan Borneo ditiadakan atau mundur jadi tuan rumah walaupun panitia sudah berkirim surat ke Kaltim, tetapi hal ini masih terus dikoordinasikan
“Maju Porprov Paser di tahun 2026 susah anggaran, di tahun 2027 apalagi, sebab atlet harus benar-benar digenjot maksimal sisi kesiapannya,” jelas Faisal

Memang di 2026 kata Faisal, kota-kabupaten punya waktu menyusun anggaran. Saat itu, Kabupaten Paser siap September tapi digeser November karena infrastruktur belum siap
“Pak Sekda Paser tak masalah November 2026. Hanya, rincian pengajuan anggaran dari Paser saat itu belum ada. Diterima baru awal 2026 dan diverifikasi dengan mengajukan Rp60 miliar. Kalau dihitung-hitung bisa dipangkas tinggal Rp30 miliar bahkan di bawah itu berkisar Rp25 miliar,” jelas Faisal
SISI NEGATIF
Faisal membeber sisi negatif jika Porprov digelar 2027 yakni tumpang tindih (overlap)dengan agenda internasional tadi, berpotensi mengganggu pembinaan dan pencapaian performa puncak (peak performa) pada atlet karena meningkatnya risiko cidera akibat tingginya frekuensi keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan jarak berdekatan

“Belum lagi terjadinya beban kompetisi berlebihan (overload) yang ditanggung atlet. Termasuk, waktu pemulihan fisik (recovery) atlet menjadi terbatas,” jelas Faisal
Faisal menyinggung, dari pertimbangan itu bisa saja Porprov 2026 digelar, ada 64 cabor dan bisa tak semua. Atau kegiatannya sejumlah cabor digeser ke sejumlah venue daerah lain tapi tuan rumah tetap Paser
TUNDA BERISIKO
Sementara Rusdiansyah Aras tegas, paparannya menilai penundaan Porprov di tahun 2027 bukan pilihan dari analisis teknis, manajerial dan keberlanjutan prestasi atlet
“Ada 5 alasan kritis yakni benturan PON, kepadatan Kalender, regenerasi atlet, kesiapan tuan rumah sampai marwah olahraga Kaltim,” kata Rusdiansyah

Makanya, ia mengusulkan titik aman Porprov Paser pada November 2026 sebelum gelombang persiapan PON XXII/2028 dan lainnya.
“Ditunda 2027, benturannya pada fase persiapan BK-PON bagi atlet unggulan Kaltim. Karena, ikut porprov atau bagaimana. Terpecah konsentrasi,” jelas Rusdiansyah yang menambahkan menunda porprov bukan pilihan aman, justru risiko terbesar bagi masa depan olahraga Kaltim,” tambah Rusdiansyah

Akhirnya, forum itu sepakat dengan keputusan 64 cabor dipertandingkan dengan pembatasan nomor tanding, venue digelar di berbagai kota-kabupaten dan hasilnya ditindaklanjuti lewat surat Gubernur Kaltim dan kadispora se-Kaltim harus segera mengusulkan anggaran gelaran Porprov Paser agar persiapan matang
Akhir acara kesepakatan itu dituangkan lewat tandatangan berita acara oleh seluruh kadispora kota-kabupaten dan KONI 10 kota-kabupaten untuk ditindaklanjuti. (gt)













