TINTAKALTIM.COM-Bayan Open 2026 bukan sekadar jadi event bergengsi dan bertabur bintang legend pebulutangkis nasional, tetapi menjadi pendorong (trigger) Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI) Balikpapan menggenjot prestasi dan jadi sarana pembinaan untuk atlet
“Klub bulutangkis di daerah jadi tertantang untuk rebut prestasi. Syukur-syukur raih medali emas atau perak di Bayan Open 2026,” kata Ketua Harian PBSI Balikpapan H Soegianto SE usai press conference Bayan Open 2026 di Convention Hall Hotel Platinum, Minggu (23/8/2026)

Dalam press conference itu, hadir Sekjen Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Rizky Achmad Subagja, Ketua Panitia Bayan Open 2026 Suhud Wahyudi, Sekretaris PBSI Provinsi Kaltim Riza Fahrizal, Penanggungjawab Pertandingan Aang Syahruddin dan atlet bulutangkis plus pelatih dari PB Jarum serta seluruh panitia

Bayan Open 2026 kata Soegianto, jadi ajang atlet Balikpapan yang bernaung di 12 klub untuk jadi pembinaan dan raih prestasi bergengsi. Apalagi, ada sejumlah klub aktif seperti PB Hevindo dan PB Terpadu Balikpapan. Dan, tampil di Bayan Open menjadi turnamen terukur ke level gengsi nasional

“Klub baru bermunculan, terakhir PB Cahaya Indonesia, PBSI Balikpapan terus melakukan pembinaan dan ikut berbagai kompetisi kejuaraan bergengsi termasuk di Bayan Open 2026,” kata Soegianto yang Direktur Operasional Hotel Platinum Group ini.
Bayan Open 2026 kata Soegianto, jadi pemantik atlet pebulutangkis terbanyak dari Kaltim termasuk Kota Balikpapan. Karena, selain open ada Sirkuit Nasional (Sirnas) C yang memberi peluang pengumpulan poin untuk ranking nasional.

Ditambah hadirnya pebulutangkis legend seperti Jonatan Christie dan Hendra Setiawan juga Gideon dan double ganda Sabar-Reza dan lainnya
Ia berharap, Kota Balikpapan raih emas atau perak seperti capaian atlet asal Bontang yang berhasil meraih 1 emas, 2 perak dan 2 perunggu dari beberapa kelas pertandingan. Dan, rata-rata usia dini, inilah pembinaan atlet bulutangkis di Kaltim khususnya Balikpapan

“PT Bayan Resources itu luar biasa. PBSI Balikpapan sangat mengapresiasi. Tak mudah menggelar berkala selama 5 tahun dari tahun 2022. Apalagi Bayan Open ada peningkatan jenjang karier via Sirnas C. Dan selalu menghadirkan legenda pebulutangkis nasional,” ujar Soegianto yang juga Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan ini.
Sebagai tuan rumah Bayan Open 2026, Kota Balikpapan memiliki keunggulan komparatif berupa transporsi bagi daerah lain. Karena, aksesnya mudah dijangkau lewat bandara sehingga antusias peserta tinggi. Aksebilitas airlines dari beberapa daerah terintegrasi ke Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS), makanya Jakarta, Surabaya, Makassar ikut serta
Selaku tuan rumah dan pengurus PBSI Balikpapan, menurut Soegianto Bayan Open 2026 digarap sangat profesional yang didukung referee dan hakim garis semuanya di bawah standar resmi PBSI serta terverifikasi untuk mengawal ribuan atlet dari berbagai klub di Indonesia

“Contoh profesional itu karena mengikuti regulasi dengan briefing khusus dan technical official untuk referee dan hakim garis (line judge) sehingga menjamin kepemimpinan yang adil,” kata Soegianto
Dan PBSI kata Soegianto, berterimakasih kepada ribuan peserta, panitia dan seluruh official khususnya PT Bayan, PP PBSI Rizky Achmad Subagja, PBSI Provinsi Kaltim yang telah menggelar kegiatan tahunan bergengsi ini, sehingga Kota Balikpapan memiliki multiflier effect ekonomi terhaap kegiatan Bayan Open 2026.
“Kalau ada kekurangan mohon maaf. Karena, panitianya juga manusia yang jauh dari kesempurnaan. Tetapi, persiapan sudah dilakukan maksimal,” pungkas Soegianto. (gt)












