TINTAKALTIM.COM-Cinta tanah air dan merajut jiwa nasionalisme, kumpulan ibu-ibu ini mengemas acara Agustusan sangat seru. Mereka adalah emak-emak dari Ikatan Wanita Sulawesi Selatan Bersatu (IWSSB)

Dibuka dengan alunan lagu Hari Merdeka yang jadi lagu wajib Dirgahayu RI, ibu-ibu ini bernyanyi penuh heroik simbol mengenang para pejuang. Tujuhbelas Agustus tahun empat lima, Itulah Hari Kemerdekaan Kita, menggema di tempat wisata Bukit Kebo lewat perayaan HUT ke-81 RI oleh ibu-ibu berdarah Sulsel itu, Rabu (19/8/2026)

Simbol kebersamaan dan semangat persatuan serta bentuk peran aktif wanita Sulsel membangun kota juga dilantunkan Mars IWSSB di perayaan Agustusan yang sederhana tapi meriah

“Ini semangat dari ibu-ibu untuk Ibu Pertiwi Indonsia, kita memang berseragam merah-putih bentuk jiwa dan raga kita tidak letih mencintai NKRI,” kata Ketua IWSSB Balikpapan Hj Indah Sukmawati Hasyim yang jadi spirit perayaan Agustusan itu

IWSS Bersatu terdiri dari ibu-ibu berbagai kapasitas. Tampil dengan figur yang cerdas, proaktif dan inspiratif terlihat ada Mas’at Ali yang dikenal sebagai pendidik juga ibu lainnya seperti Suhartini Aseng, Ita Masitah. Sehingga, rajutan IWSSB selalu kompak dan bersatu

Apalagi mereka merayakan Agustusan tampil sebagai ‘Wanita Sulsel’ pemberani lewat balutan busana dan aksesoris (outfit)merah putih yang menampilkan aura ibu-ibu yang gigih.
Bagi Indah, perayaan Agustusan IWSSB oleh ibu-ibu itu selain mengenang jasa pahlawan dan wujud rasa cinta Indonesia, juga jadi sarana silaturahmi dan menggalang nilai-nilai persatuan-kesatuan.
BARIS FOKUS
Menurut Indah, perayaan Agustusan itu sengaja dibuat di outdoor tempat wisata Bukit Kebo, agar lebih membaur dan space kegiatan yang digunakan luas. Karena, ada lomba tantangan Merdeka (challenge) seperti lomba baris fokus

Baris-berbaris fokus ini, melatih otak (brain gym) dan menguji koordinasi motorik dan kecepatan reaksi. Aba-aba kiri harus bisa ke kanan, mundur kekompakan tim harus maju dan seterusnya
“Itu kan melatih ibu-ibunya agar punya kecepatan reaksi positif. Itulah ibu-ibu IWSSB yang selalu reaktif dan bertindak cepat mendukung agenda positif pembangunan Balikpapan,” contoh Indah Sukmawati yang orangtuanya H Muhammad Hasyim Mahmud (alm) tokoh perintis Pendidikan Balikpapan termasuk pendiri Yayasan Airlanga yang menaungi Universitas Mulia (UM) ini.

Merah putih yang dikenakan ibu-ibu IWSSB itu, menunjukkan kegigihan dan tanpa letih. Padahal, cuaca Balikpapan sedang ‘panas menggantang’ (panas sangat terik-red bhs Banjar), tapi mereka bisa menggelar senam bersama dan ragam lomba dilakukan
Lomba-lomba Agustusan versi IWSSB itu, seperti hangar, gelas paramida, estafet tongkat dan estafet gelas yang masing-masing dikoordinir oleh Hj Henny, Juju, Chifah, Nurlia dan Ninik.

“Saya berterterimakasih dengan seluruh ibu-ibu IWSSB, perayaan HUT ke-81 RI di Bukit Kebo berjalan lancar dan sukses. Ini pertanda kita kompak. Ayo terus rajut persaudaraan dan nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Bukan hanya internal tetapi eksternal dengan pihak lain demi menjaga Kota Balikpapan aman,” pinta Indah Sukmawati

Di bagian akhir yang membuat hati senang dan gembira adalah pembagian doorprize Agustusan yang juga dijadikan rasa syukur di Dirgahayu RI tersebut.
Pembagian doorprize atau hadiah itu merata diberikan Hj Indah Sukmawati, Hj Wahidah, Hj Muli, Hj Mas’at Ali, bendum dan wakil, humas, Hj Norma dan Hj Naidah.

“Semoga ibu-ibu IWSSB tetap merdeka. Tentu, merdeka dari sembako murah, merdeka dari bahan-bahan ekonomi lainnya yang murah, BBM murah. Dan, merdeka dari ancaman disintegrasi Indonesia serta Balikpapan maju,” harap Indah dan seluruh anggota serta pengurus IWSSB.

Selamat HUT ke-81 RI, peran perempuan dan ibu di organisasi IWSSB fondasi kuat merajut persatuan serta membangunan ketahanan keluarga dan bangsa serta Kota Balikpapan. Merdeka. (gt)













