TINTAKALTIM.COM-Demam Piala Dunia 2026 ‘menjangkiti’ Terminal Bus Batu Ampar (BA) di Jalan Pattimura Balikpapan Utara. Terminal di bawah pengelolaan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub ini, menggelar nonton bareng (nobar) setiap harinya
Pengguna jasa terminal saat menunggu bus untuk berangkat ke sejumlah daerah termasuk IKN dan Samarinda serta Banjarmasin, bisa menyaksikan nobar sesaat lewat layar lebar yang disiapkan terminal

“Kita memfasilitasi para pecandu sepakbola dengan menanyangkan siaran langsung pagi dan dinihari,” kata Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Batu Ampar Balikpapan, Heriyawan yang menyaksikan laga Korea Selatan vs Republik Ceko langsung disiarkan dari Meksiko, Jumat (12/6/2026)
Heriyawan memfasilitasi nobar itu dengan memasang layar lebar (big screen) di bagian dalam terminal. Karena, jika di luar untuk permainan yang jadwalnya pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita, layar terlihat kabur karena terkena pancaran sinar matahari

“Awalnya saya pasang di bagian luar. Ternyata terlihat silau dan kecerahan maksimal tak bisa didapatkan, makanya kita agak pasang kedalam,” kata Heriyawan yang menyaksikan laga Korsel vs Republik Ceko bersama Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha BPTD Kaltim Elba Iskandar dan staf seperti Ilham Farisi, Syamsul serta lainnya
Dijelaskan Heriyawan, kalau screen di luar selain silau juga khawatir proyektor LCD mengalami kerusakan sebab jika panas matahari dapat memicu overheating sehingga resolusi LCD menurun dan bisa merusak peralatan.

Fasilitas nobar itu kata Heriyawan, bisa dinikmati pengunjung terminal atau warga sekitar. Jika laga pagi hari, tentu sesaat bus belum berangkat, bisa menyaksikan laga Piala Dunia yang pembukaannya dilakukan 11 Juni 2026 (12 Juni, dini hari waktu Meksiko) hingga babap final 19 Juli 2026 mendatang
“Kami menyediakan fasilitas nobar ini agar pengunjung yang ada di terminal tidak jenuh dan yang hobi bola bisa nonton,” kata Heriyawan yang juga pecandu tontonan siaran langsung Piala Dunia ini
Ia menyebutkan, gelaran Piala Dunia 2026 yang dilaksanakan di Amerika Serikat (AS), Kanada dan Meksiko tentu di Indonesia khususnya Kota Balikpapan waktunya berbeda karena berpacu pada wilayah Indonesia bagian tengah (Wita).
“Piala Dunia 2026 ini akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah. Karena, pertama kalinya digelar dengan 48 kesebelasan dari 48 negara peserta. Jika sebelumnya hanya 32 negara, sehingga akan ramai jadi tontonan masyarakat termasuk di Terminal Batu Ampar,” urai Heriyawan

Baik Elba Iskandar dan Heriyawan sama-sama menjagokan juara Piala Dunia 2026 mendatang masih Argentina yang juara empat tahun lalu.
“Kalau saya Argentina sebab ada Lionel Messi,” kata Elba yang ditambahkan Heriyawan, ia pun pendukung Argentina tetapi bisa jadi negara Eropa Belanda pun punya peluang besar keluar sebagai juara
Tetapi baik Elba maupun Heriyawan, meminta kepada warga yang menyaksikan laga Piala Dunia 2026 di Terminal Batu Ampar untuk tetap menjaga kebersihan. “Nobarnya tentu asyik. Sebab, meski outdoor tetapi ada pelindung gedung kantor. Sehingga, jika hujan tidak terganggu,” kata Elba dan Heriyawan

Menurut keduanya, nobar di Terminal BA, sejatinya selain jadi ajang hiburan juga membangun persaudaraan. “Silakan nobar tetapi tetap mengikuti regulasi Terminal Batu Ampar di bawah BPTD Kaltim,” kata Heriyawan
Di laga awal kata Heriyawan, memang belum seru. Nanti setelah laga big match fase grup seperti Belanda vs Jepang, Ingris vs Kroasia sampai Norwegia vs Prancis akan ramai. Sebab, semuanya digelar dinihari.
“Nah saat babak 32 besar laganya ada yang dinihari dan pagi mulai pukul 06.00 Wita dan ada pula pukul 08.30 Wita. Intinya, ini fasilitas untuk pengunjung terminal,” kata Heriyawan yang menambahkan jika malam nobar bisa di-handle pihak security yang bertugas sambil menjaga keamanan. (gt)













