• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Friday, October 30, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

Ketua Caretaker Akui Ada 2 Blok di DMI Balikpapan. Habib Agus: Banyak Kader, Mengapa Mantan Jamaah LDII Diakomodir?

by admin
October 13, 2022
in Kanal
0 0
0
Ketua Caretaker Akui Ada 2 Blok di DMI Balikpapan. Habib Agus: Banyak Kader, Mengapa Mantan Jamaah LDII Diakomodir?

DIAKUI: Kisruh DMI Balikpapan diakui ketua caretakernya DR Sugianto karena adanya 2 blok

0
SHARES
648
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Ketua Caretaker Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan DR Sugianto mengakui, kisruh organisasi masjid ini karena adanya 2 blok yang saling berseberangan. Sehingga, posisinya dianggap tidak mudah karena adanya pandangan satu sama lainnya.

Pengakuan Sugianto itu berdasarkan sumber dari screenshoot chat di aplikasi WhatsApp Group (WAG) yang diperoleh Tintakaltim.Com dan beredar di sejumlah pihak.

Sugianto seolah curhat di WAG itu, ia menyebut komitmennya menyelamatkan organisasi dengan segala kekurangannya untuk mengawal pelaksanaan Musda pada 2023 mendatang. Bukan itu saja, Sugianto juga menyatakan tidak ada hasrat untuk menjabat sebagai ketua di periode berikutnya.

“Saya ingin menjaga nama baik dan kehormatan pengurus dan menyelamatkan organisasi kendati tidak bisa dipungkiri banyak isu miring berkembang,” ujarnya dalam WAG itu.

Ketua Caretaker DMI Balikpapan DR Sugianto

Ia pun meluruskan kesalahpahaman yang berkembang. Karena posisinya bukan mudah karena berhadapan dengan 2 blok berseberangan pandangan. Namun, ia menegaskan tidak punya kepentingan pada kedua pihak itu karena kepentingan dirinya hanya menjalankan amanah organisasi.

Justru Sugianto menyinggung, ada pandangan rekan-rekan yang disebutnya dengan kata ‘sebelah’ . Tidak dijelaskan, apa maknanya hanya ia mengaku sulit dinetralisir dengan segala kekekurangan yang terungkap. Namun, ia harus bersikap objektif dan menyelamatkan nama baik rekan-rekan sekalian dengan bersikap netral dan mengakomodir masukan dari lainnya.

“Saya juga harus menjaga nama baik mereka dalam pandangan lainnya. Dan fakta itu sulit dihindari terjadi,” curhat Sugianto yang tidak gamblang menjelaskan apa fakta-fakta itu.

Menurut Sugianto dalam WAG itu, fokusnya pada penyelamatan  organisasi. Sama sekali tidak ada maksud meninggalkan yang satu untuk  yang lain dan segala macamnya. “Saya adalah orang eksternal yang diamanahi jabatan ini dan Insya Allah akan fokus  untuk lebih mementingkan organisasi  di atas kepentingan masing-masing (pihak manapun),” ujarnya.

Sehingga kata Sugianto, jika terjadi hal yang dirasa kurang berkenan, yang dibutuhkan adalah masukan dan saran yang santun, tapi perlu juga diingat  bagaimana posisi dirinya yang selalu berupaya selalu netral.

Ia menyatakan, apapun dinamika yang terjadi, bahwa semua adalah saudara  Muslim dan sahabat yang harus selalu dijaga silaturahmi sesama pengurus DMI.

Sejumlah sumber Tintakaltim.Com menilai, sikap objektif dan netralitas Ketua Carateker Sugianto justru dipertanyakan, sebab jika jelas-jelas melihat ada 2 blok, harusnya dikumpulkan duduk bersama, silaturahmi, bermusyawarah. Bukan lalu menambah pengurus baru yang diduga melakukannya dengan rapat ‘sembunyi-sembunyi’ dan akhirnya menimbulkan kisruh DMI Balikpapan. Apalagi setelah mengakomodir dua mantan jamaah LDII Balikpapan.

JANJI TABAYUN

Sebelumnya, Sekretaris DMI Balikpapan Nur Arifin mengirim WA ke Tintakaltim.Com. Meminta media ini untuk bertemu Sugianto di Kampus Uniba tempat mengajar.  Karena berkali-kali media ini ingin tabayun (konfirmasi) tetapi selalu dijawab no comment.

H Nur Arifin

“Pak Sugianto yang perintah saya untuk WA bapak,” chat Nur Arifin kepada Tintakaltim.Com.

Tetapi, media ini akan menemui Sugianto. Hanya, dijawab Nur Arifin jika Sugianto belum bisa memberikan waktu karena sibuk sekali.

“Tadi Pak Sugianto meminta saya untuk menghubungi bapak dan siap menerima. Tetapi, saat saya hubungi lagi mengajar sehingga tidak bisa memberikan kepastian waktu,” kata Nur Arifin dalam chat WA-nya hingga satu harian ditunggu tidak ada jawaban Sugianto mengenai niat tabayun itu.

KISRUH DMI

Kisruh DMI Balikpapan diawali adanya dua mantan jamaah Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) masuk dalam kepengurusan caretaker sisa masa bhakti 2019-2023. Mereka adalah Ruslan Affandi dan Achmad Dasuki yang namanya diusulkan Ketua Caretaker DMI Balikpapan DR H Sugianto MM yang masing-masing posisinya Wakil Ketua mendampingi Sugianto dan  wakil sekretaris mendampingi H Nur Arifin SPdI

Tentu keputusan itu membuat reaksi tiga anggota tim konsolidasi yakni Drs H Muhammad Jailani MSi, Sahal Suryanto dan Drs H Rikmo Kuswanto yang selama ini dianggap sebagai think-thank caretaker DMI Balikpapan dan ingin membuat DMI terbuka, transparan dan demokratis. Seolah mereka semua ditinggal.

Bahkan Jailani menilai penunjukkan posisi wakil sekretaris dengan mengakomodir mantan jamaah LDII sangat tak tepat. Dasuki orang baru dan seolah mengabaikan prinsip the right man on the right place (orang yang tepat pada tempatnya sesuai kemampuannya).

“Ini cenderung ada unsur like & dislike atau suka tidak suka. Kacau jika organisasi ada muatan semacam itu. Harusnya tidak begitu, apalagi menyusun pergantian carateker sembunyi-sembunyi,” ujar Jailani yang dikenal malang-melintang di organisasi keagamaan ini.

DISAYANGKAN

Sementara itu Ketua Masjid Jami Al-Amin Kebun Sayur Balikpapan Barat, Habib Agus Al-Qadrie terkejut mendengar adanya kisruh DMI Balikpapan yang sekarang ini berada pada SK caretaker. Tambah terkejut, ketika diakomodirnya dua mantan  jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Balikpapan dalam kepengurusan caretaker yakni Ruslan Affandi dan Achmad Dasuki

Ustaz Habib Agus Al-Qadrie

“Apa Kota Balikpapan ini sudah kehilangan kader. Jangan justru ke depan menambah gesekan. Karena, apapun mantan LDII dipersepsikan di luar oleh lainnya menjadi sesuatu sebab. Karena, sekarang fatwa MUI tentang paradigma baru saja belum maksimal berjalan. Harusnya ketua caretaker melihat jernih dan tidak ‘alergi’ jika ada kritik. Apalagi sampai memilih mantan jamaah LDII,” kata Habib Agus.

Menurut Agus, ia paling paham tentang doktrin LDII. Sehingga, kendati mantan tetap saja kedepan akan ada pengaruh terhadap keberadaan DMI Balikpapan. “Saya ini juga ketua masjid. Sehingga, wajar jika memberikan masukan ke caretaker. Bagaimana disebut mau menyelamatkan organisasi tetapi mengakomodir mantan jamaah LDII. Ini justru akan menimbulkan masalah baru ke depannya,” ujar Habib Agus

Menurut Habib Agus, mayoritas di Balikpapan adalah  penganut paham Ahlussunah wal Jama’ah yang itu disebut juga sebagai kelompok ahli tafsir, ahli hadist dan ahli fikih. Merekalah yang mengikuti  dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi dan sunnah kulaufaurrasyiddin.

“Itu tegas, mengapa tidak mengakomodir pihak-pihak lainnya yang di Kota Balikpapan ini bisa diambil dari ormas agama mana pun yang basisnya Ahlussunah wal Jama’ah,” kata Habib Agus.

Sebab katanya, DMI itu ke depan bukan sekadar mengantarkan musda tetapi banyak program-program yang harus memakmurkan masjid dan menjadikan masjid memiliki manajemen keuangan baik dan mampu mengangkat derajat ekonomi jamaah

Sehingga kata Habib Agus, objektivitas pengurus caretaker harus dari hati yang tulus. Karena, tidak bisa hanya muncul ‘keakuan’ dalam mengelola organisasi masjid. “DMI itu untuk umat. Tidak sembarangan pengurusnya. Harus memiliki latar belakang (background) dan track record pada akhlak dan kepentingan umat serta tidak ada anasir-anasir yang ke depan justru menimbulkan perpecahan,” pungkasnya. (gt)

SendShareTweet

Related Posts

Rakor TIMPORA Sinergi Pengawasan Lintas-Instansi. Kakanim: Kolaborasi di Paser, Deteksi Dini Pelanggaran
Kanal

Rakor TIMPORA Sinergi Pengawasan Lintas-Instansi. Kakanim: Kolaborasi di Paser, Deteksi Dini Pelanggaran

October 30, 2026
Harkamtibmas, Polisi bersama Masyarakat. Dirbinmas: Quick Wins Kapolri, Sambang Warga Digencarkan
Kanal

Harkamtibmas, Polisi bersama Masyarakat. Dirbinmas: Quick Wins Kapolri, Sambang Warga Digencarkan

October 30, 2026
MUI Harus Isi Ruang Digital. Jelang Musda, Kaderisasi Ulama Dinilai Penting
Kanal

MUI Harus Isi Ruang Digital. Jelang Musda, Kaderisasi Ulama Dinilai Penting

October 29, 2026
10 November, Walikota Lepas ‘Pahlawan Olahraga’. Berlaga di Porprov,  Uang Saku Atlet Dibagi H-1
Kanal

10 November, Walikota Lepas ‘Pahlawan Olahraga’. Berlaga di Porprov, Uang Saku Atlet Dibagi H-1

October 29, 2026
Walikota Minta Atlet Porprov Paser ‘Dimanusiakan’. Gasali: Pengurus Jadi LO, Harus Kerja Maksimal
Kanal

Walikota Minta Atlet Porprov Paser ‘Dimanusiakan’. Gasali: Pengurus Jadi LO, Harus Kerja Maksimal

October 29, 2026
Urus Paspor Mudah, Bisa di Beranda Imigrasi. Datang ke MPP, Kuota Layanan 20 Pemohon Sehari
Kanal

Urus Paspor Mudah, Bisa di Beranda Imigrasi. Datang ke MPP, Kuota Layanan 20 Pemohon Sehari

October 29, 2026
Next Post
DPRD Kukar Belajar ke Baznas Balikpapan. Sharing Penggemukan sapi untuk Mustahik

DPRD Kukar Belajar ke Baznas Balikpapan. Sharing Penggemukan sapi untuk Mustahik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 317 Followers

Recommended

Suryani, Bantu Warga Baltim dengan Mobil Jenazah Gratis

Suryani, Bantu Warga Baltim dengan Mobil Jenazah Gratis

January 26, 2020
Walikota Ajak Warga Muhasabah Akhir Tahun. Pengurus Baru, Tranformasi Jadikan BIC Wisata Religi

Walikota Ajak Warga Muhasabah Akhir Tahun. Pengurus Baru, Tranformasi Jadikan BIC Wisata Religi

December 26, 2025
Soegianto: Platinum Surabaya Juni 2020 Soft Opening. Sudah 11 Lantai Dibangun dari 22 Lantai

Soegianto: Platinum Surabaya Juni 2020 Soft Opening. Sudah 11 Lantai Dibangun dari 22 Lantai

October 9, 2019
‘Pecah Seribu’ Bikin Pecah Ibu-ibu. Istri Walikota Silaturahmi Ajak Naik Kapal Pinisi

‘Pecah Seribu’ Bikin Pecah Ibu-ibu. Istri Walikota Silaturahmi Ajak Naik Kapal Pinisi

August 17, 2022
Eddy Salasa, Calon Ketua Kadin Pengalaman Internasional. Ingin Bawa Kadin Balikpapan Maju dan Sejahtera Bersama

Eddy Salasa, Calon Ketua Kadin Pengalaman Internasional. Ingin Bawa Kadin Balikpapan Maju dan Sejahtera Bersama

February 10, 2021
Siregar: Jadikan Salat Subuh seperti Jamaah Salat Jumat. Majelis Taklim DMI Dipusatkan di Asy-Syifa

Siregar: Jadikan Salat Subuh seperti Jamaah Salat Jumat. Majelis Taklim DMI Dipusatkan di Asy-Syifa

October 13, 2019
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines