TINTAKALTIM.COM-Baju bodo, busana tradisional asal Sulawesi Selatan (Sulsel). Pakaian ini diakui dunia karena siluetnya unik dan filosofi warna yang bermakna. Baju ini tertua di dunia, tak heran jika muncul inspirasi agar busana ini dikenalkan ‘keliling dunia’

Komunitas ibu-ibu yang tergabung dalam Ikatan Wanita Sulawesi Selatan Bersatu (IWSSB) Kota Balikpapan mempromosikan busana itu di ajang dunia lewat tour-nya ke Jogjakarta tepatnya wisata Pictniq Land di Gunung Kidul. Mereka mengenakan baju bodo dan tampil di replika landmark dari beberapa negara

Ketua IWSBB Balikpapan Indah Kusumawati adalah sang inspirator mengenalkan baju bodo itu ‘keliling dunia’. Kendati lewat tour, tetapi bisa in action di replika beberapa negara.

“Semangat rombongan adalah bagaimana merawat warisan budaya berupa baju bodo sebagai identitas budaya perempuan Bugis-Makassar. Ternyata, menarik pengunjung dan wisatawan di Pictniq Land Jogyakarta,” jelas Indah Kusumawati

Sebelumnya, tour lanjutan sesuai dengan intinerary (jadwal perjalanan) dilakukan di Sun Rise Point Awang-Awang, Pager Gunung dan Hutan Pinus . Di sini, rombongan mengenakan busana Pelangi

Saat di Telomoyo, rombongan menikmati dan seolah ‘terbang’ ke langit ketujuh. Mereka saling selfie dengan latar belakang pemandangan alam maupun gunung di atas kaca. Kendati kaca, tetapi aman diinjak wisatawan

“Kita sempat menyewa jeep untuk naik ke gunung yang sangat tinggi dan disebut Awang-Awang itu. Wow sangat menguji adrenalin tetapi sangat asyik,” jelas Indah

Terkait baju bodo, Indah menyebut lewat tour agar dapat juga membawa misi mengenalkan warisan budaya sebagai identitas Sulsel. Caranya, keliling dunia di wisata Pictniq Land. Secara umum, Pictniq adalah singkatan dari Picture dan Picnic yang representasinya gabungan tempat piknik dan zona berfoto

Meski tak keliling dunia sungguhan, tetapi kata Indah rombongan merasa sudah memiliki spirit menjaga identitas Sulsel lewat baju bodo. Apalagi, bisa foto dengan spot yang tematik, estetik dan nuansanya sangat instagramable

“Kenapa inspirasinya keliling dunia satu tempat, karena di sana ada replika Italia lewat Menara Pisa, Menara Eiffel Prancis dan Little America. Kesempatan, kita action di sana semua,” jelas Indah yang juga mengalokasikan waktu rombongan untuk salat jamak (digabungkan) Juhur dan Ashar sebelum menuju Pictnic Land

IWSSB selalu kompak dengan busana seragam atau seragaman yang jadi dresscode. Mereka terlihat lebih rapi dan mudah dikenali dari Kota Balikpapan. Tetapi, tujuannya juga untuk membuat foto berkesan

“Dresscode spesifik yang dipilih IWSSB ini warnanya ada pink dan pelangi, agar hasil dokumentasi rombongan lebih maksimal. Makanya, warnanya mencolok dan terang seperti merah, kuning dan oranye. Sekaligus, supaya tidak tersesat juga,” kelakar Indah

Rombongan, selanjutnya menuju wisata Malioboro. Di sini, masing-masing akan melakukan shopping. Dijadwalkan, Rabu (3/6/2026) pagi mereka mengitarin wisata Malioboro. Dan, perjalanan semakin happy karena ditutup siangnya menuju Surabaya untuk menjelajah wisata ke Bromo.
“Pokoknya kita harus gelorakan semangat Satu Rombongan, Sejuta Kenangan, Penuh Senyuman dan Tour Seru Bahagia Tanpa Jeda,” kata Indah yang tiba-tiba mengeluarkan tagline untuk merajut persaudaraan dan semangat itu. (gt)












