TINTAKALTIM.COM-PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Balikpapan, mengumumkan rencana penutupan sementara operasional Dermaga 1 dan Dermaga 2 di Pelabuhan Penyeberangan Penajam Paser Utara (PPU) secara bergantian.
Tahap awal yang ditutup sementara Dermaga 2 selama 10 hari yang jadwalnya mulai dari 5 Juni hingga 14 Juni 2026 karena ada rehabilitasi dan pekerjaan pengecoran Breasting (struktur bangunan di dermaga menahan benturan kapal) Nomor 2 dan Nomor 3

“Jadi kalau ada informasi yang menyebut pelabuhannya ditutup itu tidak benar. Demi pelayanan, ASDP tetap memberikan alternatif kapal bisa sandar dan dialihkan di Dermaga 1,” sebut General Manager (GM) ASDP Cabang Balikpapan Muhammad Ramadhani Hadi Saputra kepada Tintakaltim.Com saat memberi penjelasan rencana penutupan sementara dua dermaga itu, Rabu (3/6/2026)
Disebutkan Ramadhani, pada 1 Juni 2026, ASDP sudah menyampaikan pemberitahuan ke sejumlah pihak atas pekerjaan tersebut, selain operator kapal feri yang melintas dari Kariangau-Penajam dan sebaliknya, juga ke BPTD dan KSOP Kelas 1 Balikpapan

Pemberitahuan itu katanya, terkait pekerjaan rehabilitasi breasthing dolphin nomor 2 dan 3 serta fasilitas di Dermaga 2 dan untuk pekerjaan Dermaga 1 kaitan rehabilitasi movable bridge (MB) atau jembatan yang menghubungkan sisi dermaga dengan kapal agar bisa sandar dan bongkar. Jadwal pekerjaannya, setelah selesai pekerjaan Dermaga 2
“Pelabuhannya tidak ditutup, setelah selesai pekerjaan pengecoran Dermaga 2, maka dilanjutkan peningkatan kapasitas MB 1 pada 17 Mei-4 Juli 2026 mendatang. Ini setelah MB 2 berfungsi kembali setelah dicor tadi,” jelas Ramadhani

Dikatakan Ramadhani, jadwal penutupan itu bergantian karena ASDP sangat memperhatikan gangguan terhadap pelayanan penyeberangan agar pengguna jasa tidak mengalam kesulitan
“Kaitan operator kapal, kita sudah bersurat ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim yang melakukan pengaturan waktu bongkar-muat di pelabuhan (port time),” kata Ramadhani
ASDP katanya, hanya memberi informasi penutupan sementara Dermaga 1 dan 2 bergantian. Tetapi, layanan pengaturan kapal seperti total durasi atau waktu yang dihitung sejak kapal tiba di pelabuhan seperti lego jangkar hingga kapal selesai beroperasi dan meninggalkan pelabuhan diatur BPTD bersama operator.

“Saya sudah koordinasi dengan Pak Renhard Ronald (Kepala BPTD Kaltim-red) dan Pengawas Satuan Pelabuhan (Wasatpel) Pelabuhan Kariangau Carlos Makin. Sehingga, bisa mengatur port time tadi,” urai Ramadhani
Menurut Ramadhani, dengan ditutupnya Dermaga 2 lebih awal, maka kapal yang sandar nanti tentu akan melakukan penyesuaian. Dan, penutupan ini dilakukan ASDP mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, pelabuhan (kesmanpel)
“Insya Allah jadwal penutupan Dermaga 2 dipatok 10 hari. Hanya, semua tergantung cuaca. Jika hujan deras tentu terjadi force majeur yang bisa saja menunda penyelesaian,” kata Ramadhani
Jadwal 10 hari pekerjaan itu katanya, sudah memperhitungkan dengan kualitas pekerjaan, aspek keselamatan dan keamanan. “Insya Allah 10 hari cukup. Semoga saja cuacanya bagus dan tidak hujan dengan curah yang tinggi,” pungkas Muhammad Ramadhani. (gt)












