TINTAKALTIM.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di Kaltim bahkan sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami hujan saat Idul Fitri 2022.
“Cuaca di Kaltim ini merata. Potensi hujan itu selalu ada termasuk di Idul Fitri nanti,” kata Kepala BMKG Wilayah Stasiun Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Erika Mardhiyanti S Kom MSi dalam paparannya di acara rakor lintas sektor menghadapi Lebaran 2022 di Hotel Jatra, Kamis (21/04/2022). Rakor digagas BPTD Kaltim-Kaltara (Kementerian Perhubungan).
Dikatakan Erika, kondisi cuaca periode April 2022 hingga Mei 2022 memang berpotensi hujan berintensitas ringan hingga lebat disertai angin.
“Di rakor ini saya ingin mengimbau warga Kaltim selalu berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan dari cuaca. Apalagi saat mudik dan adanya cuaca ekstrem,” ujar Erika.

Ia mengatakan, dari analisa BMKG indeks global seperti nino, masih signifikan sehingga terindikasi adanya potensi pertumbuhan awan hujan di bagian timur. “Curah hujannya memang tinggi mencapai 150 mm. Ini harus waspada, tentu banjir sangat mengancam juga adanya pohon tumbang,” ujar Erika yang menyarankan masyarakat juga terus memantau informasi cuaca yang disampaikan BMKG.
MERAWAT JALAN
Sementara itu dalam presentasinya, Subkor Bidang Preservasi Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Tri Bakti Mulianto SM MT menjelaskan, perbaikan jalan dan jembatan yang rusak jadi skala prioritas jelang mudik Lebaran 2022. Sehingga, kecelakaan akibat jalan rusak dapat ditekan seminimal mungkin.

Tahun ini menurut Tri Bakti, sebagai tindakan preventif atas kecelakaan, BBPJN Kaltim mendirikan 22 posko yang tersebar di seluruh jalan nasional di Kaltim termasuk Balikpapan. Posko itu dilengkapi dengan petugas jaga, alat keselamatan, alat kesehatan (P3) dan ada juga dukungan peralatan lain.
“Kami tidak berhenti untuk melakukan pekerjaan. Apalagi total jalur utama Lebaran 2022 berkisar 940,75 kilometer. Dan pekerjaan preservasi juga terus dilakukan. Ada 25 paket yang tersebar, juga 25 paket berjalan, 21 paket kontraktual serta 4 swakelola,” kata Tri Bakti.
RAWAN CELAKA
Sementara itu dalam paparannya, Tri Bakti menjelaskan sejumlah titik jalan yang perlu diwaspadai oleh pemudik yaitu di antara Samarinda-Bontang khususnya di daerah Tanah Datar yang saat ini masih dalam proses pengerjaan, sementara di antara Sangatta-Berau ada beberapa lokasi longsor dengan rambu-rambu peringatan.

“Kalau wilayah Selatan dari Paser, Penajam, Balikpapan dan Samarinda aman, yang perlu diwaspadai dari arah Kota Bangun-Kutai Barat, di sana kami siapkan alat jika sewaktu-waktu terjadi putus jalan akibat kerusakan,” ujarnya
Bukan itu saja, BBPJN juga menyiapkan peralatan mitiasi bencana atau DRU (Disaster Respons Unit) yang tersebar di 16 lokasi. Ada yang rawan longsor maupun banjir. Peralatan itu di antaranya loader, excavator, hand tamper, dump truck dan lainnya. “Kita berharap seperti kesepakatan kita semua semoga Lebaran tahun ini zero accident sehingga koordinasi maksimal diperlukan,” pungkas Tri Bakti. (gt)













