TINTAKALTIM-BALIKPAPAN-Berita mengenai insiden yang terjadi di atas KMP Poncan Moale pada Jumat (3/7/2026) di Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan klarifikasi.
Menurut Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, ASDP menghormati kebebasan pers dan mengapresiasi peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Namun, klarifikasi ini agar publik memperoleh gambaran yang utuh. Sehingga, perusahaan perlu menyampaikan kronologi serta perkembangan penyelesaian yang telah dicapai oleh seluruh pihak yang terlibat.
Disebutkan Windy, insiden yang melibatkan salah satu awak kapal dengan pengguna jasa terjadi saat proses pemuatan kendaraan sekitar pukul 18.50 WITA. Berdasarkan hasil penelusuran internal, peristiwa tersebut dipicu oleh kesalahpahaman dalam proses pengaturan kendaraan di atas kapal.
“Pada saat itu, awak kapal bersama petugas operasional telah berupaya mengakomodasi permintaan pengguna jasa dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan pelayaran, distribusi muatan, kapasitas kapal, dan ketentuan operasional yang berlaku,” jelas Windy
Dalam proses tersebut kata Windy, kemudian terjadi perbedaan persepsi yang berkembang menjadi perselisihan. Sesaat setelah kejadian, petugas operasional, petugas keamanan pelabuhan, operator kapal, serta aparat terkait segera melakukan mediasi.
Melalui musyawarah yang berlangsung pada malam hari, kedua belah pihak berhasil mencapai penyelesaian secara damai dan sepakat untuk tidak melanjutkan perselisihan. Dengan demikian, persoalan tersebut telah selesai pada hari yang sama dan situasi kembali kondusif.
Dalam proses mediasi tersebut tambah Windy, perwakilan pengguna jasa juga menyampaikan bahwa kejadian yang terjadi merupakan kesalahpahaman yang telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Sebagai bentuk itikad baik, rombongan pengguna jasa bahkan menyatakan akan kembali menggunakan layanan penyeberangan pada kesempatan berikutnya. Hal ini menjadi bukti bahwa penyelesaian telah dicapai secara baik oleh seluruh pihak,” kata Windy
ASDP kata Windy, juga menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berdampak terhadap operasional penyeberangan. Layanan di lintasan Kariangau–Penajam tetap berjalan sesuai jadwal dan seluruh pengguna jasa lainnya tetap memperoleh pelayanan sebagaimana mestinya.
Seiring beredarnya potongan video di media sosial yang kemudian menjadi perhatian publik, kata Windy, ASDP mengajak masyarakat untuk menyikapi informasi secara utuh dan proporsional. Potongan video maupun informasi yang beredar belum tentu menggambarkan keseluruhan rangkaian kejadian, termasuk proses penyelesaian yang telah ditempuh oleh para pihak pada malam yang sama.
Sebagai perusahaan yang mengedepankan pelayanan publik, ASDP menjadikan setiap dinamika pelayanan sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Perusahaan telah melakukan pembinaan kepada awak kapal dan petugas operasional, memperkuat standar komunikasi pelayanan, serta melakukan penyempurnaan prosedur operasional sebagai bagian dari implementasi budaya Safety, Security, and Service (3S).
Menurut Windy, perusahaan menghargai penyelesaian yang telah dicapai oleh seluruh pihak melalui musyawarah. Menurutnya, penyelesaian secara dialogis merupakan langkah terbaik untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Bagi ASDP, yang terpenting adalah persoalan ini telah diselesaikan secara damai oleh para pihak dan operasional penyeberangan tetap berjalan normal. Kami mengapresiasi itikad baik seluruh pihak yang memilih menyelesaikan perbedaan secara kekeluargaan. Setiap dinamika pelayanan menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk terus memperkuat kualitas layanan, meningkatkan kompetensi petugas, serta memastikan budaya Safety, Security, and Service (3S) semakin terimplementasi dalam setiap lini operasional,” ujar Windy.
Windy menambahkan, ASDP akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, baik melalui penguatan standar pelayanan prima, peningkatan kemampuan komunikasi petugas di lapangan, maupun penyempurnaan prosedur operasional.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, nyaman, tertib, dan andal bagi seluruh pengguna jasa.
“ASDP juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk pengguna jasa, operator kapal, petugas operasional, aparat keamanan, dan otoritas pelabuhan yang telah mengedepankan dialog sehingga persoalan dapat diselesaikan secara cepat, damai, dan kondusif tanpa mengganggu kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” jelas Windy
Melalui klarifikasi ini, ASDP berharap masyarakat memperoleh informasi secara utuh mengenai peristiwa yang terjadi, termasuk proses penyelesaian yang telah ditempuh oleh para pihak. Perusahaan tetap berkomitmen memberikan layanan penyeberangan yang aman, nyaman, dan andal, sekaligus terus membangun komunikasi yang terbuka, konstruktif, dan berimbang dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa dalam memberikan informasi kepada publik. (gt/ril)












