TINTAKALTIM.COM-Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hamidiyah yang dikelola di bawah Yayasan Al-Hamidiyah Balikpapan, Senin (8/08/2022) atau bertepatan 10 Muharram 1444 H, menggelar Lebaran Anak Yatim yang dilaksanakan di Jl Soekarno Hatta Km 1,5 Kelurahan Muara Rapak Balikpapan
Ponpes di bawah pembinaan KH Musleh Umar yang juga Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan ini, meyakini setiap 10 Muharram dijadikan Hari Raya Anak Yatim.
“Karena Muharram itu pembuka tahun baru, rasanya tepat kalau saya mengasumsikan sebagai ‘Hari Rayanya Umat Islam. Sehingga, harus diisi dengan amaliah baik salahsatunya tradisi menyantuni anak yatim,” kata Musleh Umar

Disebutkannya, Lebaran Anak Yatim tujuannya ingin membahagikan para yatim. Dan ulama-ulama terdahulu setiap 10 Muharram selalu melakukan tradisi menyantuni anak yatim. Sehingga, kegiatan Lebaran Anak Yatim juga untuk menggugah mereka yang memiliki kelebihan harta untuk saling menyantuni anak yatim.
“Kami melakukan tepat 10 Muharram atau Asyura karena yakin itu sebagai momentum yang tepat. Karena, ingin menggembirakan anak yatim. Sebab, Rasulullah juga sangat menyayangi anak yatim,” ujar Musleh Umar.

Disebutkan Musleh, Rasulullah lebih menyangi lagi anak-anak yatim tepat 10 Muharram. Di tanggal itu, Beliau menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak yatim tetap juga keluarganya.
“Jadi Asyura itu tepat sekali untuk bersedekah. Sebab ganjarannya sangat tinggi. Ini tuntunan Rasulullah juga,” ingat Musleh.
Ditambahkan Musleh, Islam mempunyai 12 bulan dalam satu tahun menurut hitungan hijriyah. Ada empat bulan di antaranya bulan yang dimuliakan oleh Allah yakni Dzulqodah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Tentu Ramadan sangat mulia.
“Saat Muharram itulah Allah melipatgandakan amal-amal manusia. Setiap amal baik dilipatgandakan oleh Allah. Jadi ayo terus berlomba berbuat kebaikan (fastabiqul khairat),” kata Musleh.
Selain bersedekah, Musleh juga mengingatkan umat Islam agar melakukan puasa pada 10 Muharram. Karena, sesuai dengan hadist Rasulullah. Saat itu ada sahabat menemui Rasulullah bertanya: “Setelah Ramadan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal”. Nabi menjawab: “Puasa di bulan Allah atau bulan Muharram. Jadi, ayo kita puasa 10 Muharram nanti,” ajak Musleh Umar.
Dalam kaitan di Ponpes Al-Hamidiyah, 10 Muharram akan dirayakan Lebaran Anak Yatim yang diisi dengan doa-doa asyura, tausyiah dan menyantuni anak yatim.
“Mereka ada ratusan anak yatim yang kita santuni. Selain uang tunai Rp500 ribu per anak, juga ada bingkisan snack dan lainnya. Intinya mereka bahagia, karena kita ingin saat 10 Muharram melihat mereka senang dan gembira. Makanya kita sebut Muharram Ceria,” pungkas Musleh Umar. (gt)













