TINTAKALTIM.COM-Sekitar 950 atlet plus pelatih Balikpapan siap berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII di Kabupaten Paser 14-28 Nomember 2026. Kontingen akan mengikuti prosesi pelepasan pada 10 November 2026 di halaman Balaikota oleh Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME.

Sekretaris KONI Balikpapan Syarifuddin mengatakan, langkah verifikasi dan keabsahan atlet telah dikebut yang lolos berdasarkan persyaratan KONI Kaltim di antaranya lolos Babak Kualifikasi (BK) sesuai cabang olahraga (cabor), zona medali dan lainnya
Dari pantauan media ini di Sekretariat KONI Balikpapan Sabtu (17/10/2026) pukul 13.30 Wita, tim keabsahan dan verifikasi diketuai H Sofyan menentukan atlet yang lolos tidak sembarangan, melainkan berdasarkan hasil babak kualifikasi, rekam jejak prestasi atau data pembinaan dari masing-masing pengurus cabor.

“Kita melakukan verifikasi ketat terhadap data atlet untuk mencegah ‘atlet siluman’ dan memastikan persaingan murni sebagai tolok ukur untuk mengikuti Porprov VIII di Kabupaten Paser,” kata Syarifuddin dibenarkan Wakil Ketua KONI Andi Welly dan Sofyan
Salahsatu yang dilakukan KONI Balikpapan adalah pengetatan validasi atlet guna menjaga sportivitas dan menghindari kecurangan mutasi. Sehingga, sistem pendaftaran otomatis dilakukan. Jika tidak diikutin regulasinya, maka rekomendasinya mengeliminasi secara otomatis atlet yang terdeteksi dari luar Kaltim alias ‘atlet siluman’ tadi

Di ruang keabsahan dan verifikasi terlihat update dan upload data dilakukan berdasarkan data akurat baik oleh pengurus maupun tim sekretariat. Bahkan, petugas sangat ketat untuk meminta data-data dan harus ikut regulasi yang berhak mengikuti Porprov di Kabupaten Paser
“Kami sudah menyampaikan kepada ketua-ketua cabor agar memperkuat data atletnya masing-masing berdasarkan kriteria. Tetapi ada juga cabor yang belum memahaminya. Sehingga, sering terjadi mis-komunikasi dan cendeerung KONI terkesan disalahkan,” kata Muhammad Yunus, tim verifikasi dan keabsahana atlet yang ketat bertugas memvalidasi atlet dari sejumlah cabor itu
Secara berangsur, cabor menyodorkan data. M Yunus sangat detail dengan melihat sejumlah parameter apakah atlet itu lolos atau tidak. Karena, mereka melakukan update data itu menggunakan sistem digital berbasis aplikasi khusus
“Tugas kita mencari data yang valid. Bahkan, melakukan interview terhadap pengurus cabor terkait data yang disodorkan. Tim memantau ketat dokumen kependudukan dan domisili serta memastikan atlet tak bermain ganda,” jelas M Yunus yang detail menanyakan tiap cabor terkait atlet yang disodorkan datanya untuk mengikuti porprov.
Di ruang verifikasi dan keabsahan itu, terlihat Sekretaris Syarifuddin, Ketua Tim Verifikasi H Sofyan dan sejumlah pengurus cabor seperti Salahuddin (takraw), Ervan Dahri (dayung), Marban dan lainnya juga memantau verifikasi atlet plus pelatih

“Target kita medali. Kalau takraw Insya Allah 4 medali. Namanya bertanding harus optimistis,” jelas Salahuddin yang mengirimkan 15 atletnya
Diskusi pengurus cabor dan KONI Balikpapan intens dilakukan di ruang rapat maupun ruang lainnya. Andi Welly dan Sofyan serta Syarifuddin terlihat menjelaskan mekanisme pengusulan atlet yang harus datanya akurat kepada sejumlah cabor

“Intinya cabor sudah mengikuti BK dan zona medali menjadi dasar KONI Balikpapan. Misalnya, tidak ikut BK tetapi pernah ikut Kejurprov dan masuk di zona medali (emas, perak dan perunggu), maka dipertimbangkan tim verifikasi dan keabsahan untuk lolos,” jelas Andi Welly yang menambahkan untuk peraih emas PON tidak diperkenankan mengikuti ajang Porprov kecuali perak dan perunggu
Hasil verifikasi dan validasi dari tim keabsahan kata Andi Welly menjadi rujukan utama dalam Chief de Mission (CDM) dan Delegation Registration Meeting (DRM) dengan PB Porprov 10 kota kabupaten karena akan ada pengesahan
REGULATIF
Sementara itu Ketua KONI Balikpapan H Gasali ikut memantau kondisi last minute verifikasi dan validasi atlet plus pelatih itu di sekretariat. Sebab, data itu harus divalidasi sebelum kontingen mendapat pengesahan untuk ikut berlaga.
“Kita melakukan entry by name. Data yang masuk diperiksa oleh tim keabsahan. Sehingga, seluruh atlet dan pelatih harus regulatif atau memenuhi ketentuan dan tidak ditemukan pendaftaran ganda,” kata Gasali yang juga sudah memantau venue dan mempersiapkan penginapan atlet di Kabupaten Paser bersama Kadisporapar Balikpapan dr Ratih Kusuma dan tim
Menurut Gasali, proses validasi memiliki peran penting karena hasil pemeriksaan akan menjadi rujukan dalam tahapan Chief de Mission (CDM) dan DRM bersama PB Porprov dan kota-kabupaten
“Kami selalu melakukan sinkronisasi ke Disparpora Balikpapan sebagai leading sector KONI Balikpapan. Semua demi atlet untuk berlaga dan meraih prestasi. Tentu, ingin rasanya support dana maksimal tetapi kondisi fiskal APBD juga mengalami masalah,” kata Gasali
Gasali ingatkan seluruh atlet dan pelatih tetap optimistis. Menjaga kekompakan dan selalu melakukan komunikasi jika ada hal-hal yang sangat prinsip dan penting. Apalagi terkait atlet, pertandingan dan faktor lainnya
“Cabor-cabor dan pengurus KONI serta Disporapar harus kompak. Karena, itu menjadi kunci utama dan faktor penentu mutlak dalam meraih kemenangan serta prestasi olahraga yang maksimal,” kata Gasali yang mematok target 3 besar untuk kontingen Kota Balikpapan. (gt)












