TINTAKALTIM.COM-Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro SH SIK MH CFE CfrA dipastikan menjadi calon ketua umum (ketum) Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AAFI) kendati musyawarah nasional (munas) periode 2026-2029.baru digelar 20 Oktober mendatang
Endar Priantoro, unggul jauh atas rivalnya Hj Ratu Syafitri Muhayati SE Mak QIA QGIA CGCAE dari penjaringan dukungan ketum AAFI dalam munas. Ia memperoleh sementara 150 suara, sedangkan Hj Ratu meraih 51 suara. Dukungan ini dilakukan online selama masa 1 Oktober hingga 17 Oktober 2026
“Dukungan memang berakhir 17 Oktober 2026. Tetapi, Insya Allah unggul sementara dan akan dilantik 21 Oktober 2026 di Kantor BPK Jakarta,” kata Kapolda Endar Priantoro saat menerima silaturahmi jajaran pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim yang dipimpin ketuanya Ajid Kurniawan SHut MT dan sekjen Sumarsono di rumah dinas, Rabu (14/10/2026)

Kapolda memang sejauh ini peraih gelar CFE. Itu adalah Certified Fraud Examiner atau pemeriksa kecurangan bersertifikat dari Amerika Serikat. Pemegang titel ini kapasitasnya internasional karena dikeluarkan organisasi profesi anti-fraud yang berpusat di Austin Texas
Bahkan, pemegang gelar CFE diakui global atau dunia sebagai pakar dalam mendeteksi, mencegah dan menginvestigasi berbagai bentuk kecurangan keuangan (fraud), korupsi hingga kejahatan kerah putih (white collar crime)
Bukan itu saja, Kapolda Kaltim juga menyandang gelar CfrA. Ini adalah gelar bersertifikasi profesi untuk Certified Forensic Auditor atau Auditor Forensik Bersertifikat yang diberikan kepada seseorang yang telah memiliki kompetensi dalam bidang audit forensik dan kecurangan (fraud) sampai perhitungan kerugian negara
“Tugas AAFI itu luas. Salahsatunya memang melakukan audit investigasi dan forensik seperti menyelidiki penyimpangan keuangan, manipulasi laporan sampai penyalahgunaan aset hingga penggelapan dana,” ujarnya

Bagi Endar –begitu ia biasa disapa— kerja-kerja AAFI itu sampai menekankan pada analisis data elektronik sistem berbasis kecerdasan buatan (AI)
AFFI juga disebut sebagai asosiasi yang melakukan investigasi dan aspek legal dan jadi standar emas industri anti-fraud dunia. Karena, kredibilitasnya tinggi di mata perusahaan karena standar kode etiknya internasional
Gelar CfrA yang disandang Endar, juga dikeluarkan langsung oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Auditor Forensik (LSP-AF) dan dilisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
Terpilihnya Kapolda Kaltim, karena dirinya juga beberapa waktu lalu tampil sebagai keynote speech webinar AAFI bertemakan Teknik Intelijen dalam Audit Investigasi (mengubah informasi intelijen menjadi bukti audit investigatif).
“Jadi AAFI ini juga wadah pemegang sertifikat auditor forensik yang telah terdaftar di Kemenkum dan HAM. Dan anggotanya tidak boleh terlibat dalam kegiatan ilegal dan kegiatan apapun yang bisa menimbulkan benturan kepentingan,” ujar mantan Direktur Penyelidikan KPK yang juga tenaga pakar di AAFI ini.
AFFI berkantor di WTC lantai 14 Jakarta Jalan Jenderal Sudirman, Karet Kuningan Setia Budi Jakarta. Asosiasi ini juga menjalin kerjasama dengan BPK RI, Kejagung, Polri dan lainnya
“Nanti kita juga mengembangkan sayap ke daerah. Karena, AAFI sudah memiliki sekitar 3.000 anggota yang siap membantu dalam audit forensik termasuk perusahaan dan firma yang lebih difokuskan pada kerja-kerja tim forensik baik nasional maupun internasional. (gt)












