TINTAKALTIM.COM-Ustaz Das’ad Latif menekankan bahwa perbedaan pendapat mengenai perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW masalah khilafiyah (perbedaan ijtihad). Sampai kiamat tidak selesai. Justru ia miris ada sesama umat Muslim menilai sesat saudaranya

“Tolong kita ini dianjurkan Rasulullah untuk merajut persaudaraan (ukhuwah). Pihak yang tidak merayakannya karena tak ada perintah ekplisit kita hargai. Tapi, tak perlu menuduh pihak lain sesat atau kafir,” kata Ustaz Das’ad di hadapan ribuan warga Sinjai Sulsel saat memberikan tausyiah peringatan maulid di Balikpapan Sport & Convention Centre (BSCC)-Dome, Rabu (2/9/2026)

Ustaz Das’ad hadir di perayaan maulid itu dirangkai dengan pelantikan pengurus DPW Himpun (sebutannya sesuai AD-ART-red) Masyarakat Sinjai (Himas) Kaltim oleh Ketua DPP Himas Edy Salasa SH MH yang dihadiri dua gubernur yakni Gubernur Kaltim Dr Rudy Mas’ud dan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang

Undangan lainnya, Kapolda Kaltim diwakili Wakapolda Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, Pangdam diwakili Kasdam, Ketua DPRD Kaltim H Hasanuddin Mas’ud, Bupati Sinjai Hj Ratnawati Arif, Dirbinmas Polda Kaltim Kombes Pol Arman, Direktur Ditserkrimsus , jajaran anggota DPRD Balikpapan dan undangan lainnya
Dalam tausyiah-nya, menurut Ustaz Das’ad kedua pandangan kaitan maulid memiliki landasan ijtihad-nya masing-masing dan tidak selayaknya dijadikan bahan perpecahan

Ustaz yang meraih gelar doktor (PhD) komunikasi di Universitas Kebangsaan Malaysia dan gelar doktor (S3) bidang ilmu syariah di UIN Alauddin Makassar ini, memberi contoh bahwa selama ini kegiatan maulid dirayakan dengan kegiatan yang baik (hasanah). Ada pengajian, ada pembacaan selawat, ada baca Quran, bersedekah sampai memberi makan
“Apa semua itu ada larangannya di hadist dan Alquran. Carikan landasannya kalau orang baca selawat atau membaca Alquran itu ada larangannya,” kata Ustaz Das’ad disambut applaus ribuan undangan yang memenuhi Dome.
BULLY
Ustaz Das’ad yang selalu tampil dengan gaya retorika dakwahnya yang kocak ini, juga menyayangkan aksi bully atau perundungan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat (UAH). Harusnya, bisa saling menjaga kehormatan ulama
Ia lalu mengingatkan masyarakat untuk menjaga adab kepada para guru dan ulama. Karena, UAS dan UAH adalah aset umat yang telah berdakwah dan memberikan banyak kontribusi bagi kecerdasan keagamaan di Indonesia.

“Ustaz Abdul Somad itu guru dan ahli fiqih. Sementara, Ustaz Adi Hidayat pakar Alquran dan hadist yang hafal letak ayat Quran hingga posisi halaman dan maknanya. Lalu disesatkan misalnya oleh orang yang pemahaman agamanya sedikit. Itu pun belajarnya dari youtub,” kata Ustaz Das’ad yang disambut gemuruh pembenaran narasi ustaz
Sebenarnya kata Ustaz Das’ad, maulid adalah momentum ekspresi cinta (mahabbah) kepada Rasulullah SAW dengan berbagai cara yang baik termasuk mempelajari perjalanan nabi (sirah nabawiyah)

Dalam ceramahnya itu, ustaz mengajak ribuan undangan untuk menghafal anak-anak Rasulullah. Itu bagian mengenang Rasulullah melalui metode mudah diingat seperti lagu atau nyanyian.
“Anak-anaknya itu ada 7 Qosim, Abdullah, Ibrahim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fatimah,” kata ustaz sambil diselingi dengan metode nyanyian.
MEDSOS
Ustaz juga menyinggung bahaya media sosial dan menyoroti bagaimana potongan video di media sosial sering kali dipelintir (framing) oleh oknum tertentu untuk mengadu domba antarpendukung ustaz.
“Sama dengan saya, video saya dipotong-potong alias framing. Fisiknya Das’ad, suaranya juga sama. Nah, tapi narasinya jualan jamu kuat. Sampai Mamanya Ecce (istrinya) bertanya apa sudah tak kuat,” kata Das’ad disambut tawa hadirin yang hadir. Sontak, lalu ustaz berkelakar sehari sebenarnya ‘kuat 5 kali’, hanya asosiasi undangan diarahkan ke jadwal keliling ceramahnya
Dalam guyonan khasnya, saat bercerita tentang rumah tangga, Ustaz Das’ad sering menyebut istrinya bukan nama langsung, melainkan panggilan Mamanya Ecce.
Itulah panggilan yang merupakan kultur masyarakat Bugis-Makassar yang menyapa suami atau istri dengan sebutan bapak-ibu dari anak pertama sebagai bentuk penghormatan
Dalam isi ceramahnya yang lain, Ustaz Das’ad menyinggung kabut asap di Kalimantan khususnya Pontianak dan sebagian Kaltim.

“Ini pendapat saya, bisa benar dan tidak. Coba anggaran untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dipangkas 3 hari saja untuk membeli peralatan pemadaman kebakaran hutan. Mungkin bagus ya,” kata Das’ad. Ia memang kerap dalam ceramahnya menyoroti dinamika program MBG itu

Sebelum tampil di Dome, ustaz juga mengisi Maulid Akbar di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC) yang dihadiri Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME dan ribuan jamaah. Rahmad mendatangkan Ustaz Das’ad untuk memperingati maulid di Masjid BIC
Rahmad berpesan, agar maulid jadi momentum untuk belajar meneladani akhlak Rasulullah SAW. Dan memperkuat nilai persatuan dan kesatuan antarumat Islam. (gt)












