Catatan: Sugito *)
TINTAKALTIM.COM-Darah pejuang! Itu yang disematkan Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) ketika memberi sambutan pada pelantikan pengurus DPW Himpunan Masyarakat Sinjai (Himas) Kaltim. Warga Sinjai, jika sudah merantau dan sampai Kaltim jangan jadi penonton

Gubernur juga menilai, organisasi yang baik itu tidak besar saat pelantikan saja dan ramai difoto. Tapi, bisa aktif memberi manfaat tak hanya untuk warga Sinjai tetapi seluruh masyarakat Kaltim

Di acara pelantikan itu, saya hadir. Duduk di meja VIP round table bergabung dengan pengurus Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Balikpapan, organisasi komunitas motor gede (moge).

Padahal, kursi saya di bagian tengah berdasarkan undangan panitia Andi Welly, tapi saya diajak sahabat saya H Idris, ajudannya ustaz kondang Dr Das’ad Latief ketika dakwah di Kaltim.
HIMPUN
Organisasi ini unik dan sedikit tak lazim dari organisasi biasanya. Karena, menggunakan singkatan (akronim) umumnya kata H itu merujuk pada kata kerja Himpunan. Tetapi, AD-ART dari laporan Ketua Panitia Pelantikan H Muh Amir sebenarnya bukan Himpunan tapi Himpun. Saya melihat di struktur kepengurusan juga tertulis Himpun.

“Himpun baik dan Himpunan pun demikian, nanti disepakati saja mana baiknya oleh pengurus. Kuncinya organisasi ini bermanfaat bagi masyarakat tapi di AD-ART memang Himpun,” kata Bendahara DPW Himas Kaltim H Yusri SE yang tak lain kakak kandung Ketua DPP Himas H Eddy Salasa.
DUA GUBERNUR
Pelantikan pengurus DPW Himas Kaltim kali ini sangat berbeda, selain ribuan undangan memenuhi Gedung Balikpapan Sport & Convention Centre (Dome), juga dua gubernur hadir yakni Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Paliwang dan Gubernur Kaltim Harum

Tak hanya itu, di meja VIP round table juga terlihat hadir Pangdam VI/Mulawarman diwakili Kasdam, Kapolda Kaltim diwakili Wakapolda Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Walikota Samarinda H Andi Harun, Bupati Sinjai Ratnawati Arif, Ketua DPP Himas H Eddy Salassa, Ketua KKSS Kaltim Ridwan Tassa dan Ketua DPW Himas Kaltim periode 2026-2031 Achmad Rustam.

Tapi di barisan undangan hadir pula Dirbinmas Polda Kaltim Kombes Pol Arman dan Direktur Ditreskrium Kombes Pol Jamaluddin Farti yang juga orang Sinjai termasuk anggota DPRD Balikpapan H Haris, putra tokoh Sinjai alm H Sappe

Sebelum pelantikan, undangan mendengarkan tausyiah Ustaz Das’ad Latief yang dikenal kerap menyebut gas pol atau rem-rem. Tausyiah-nya menarik, mengajak warga Sinjai merangkul. Juga, tak perlu mendikotomi dengan pendatang walau perantau. Sebab, kata ustaz pendatang dan non-pendatang itu sering jadi akar dari fragmentasi (pemecahan) sosial dan gesekan di masyarakat.

Hapus sekat dan label itu, fokus beralih pada dari mana seseorang berasal dan menjadi apa yang bisa dikontribusikan dan semua etnis di Kaltim bersaudara. Jika tidak, maka akan menciptakan mentalitas ‘kami vs mereka’ dan bisa memicu kecemburuan sosial

Gubernur Harum pun seirama dengan Ustaz Das’ad. Ia meminta warga Sinjai bukan hanya pandai merantau tapi pandai bersatu, merajut persaudaraan (ukhuwah) dengan etnis lainnya. Serta memberi manfaat di masyarakat
Apalagi, Harum berharap Himas Kaltim tumbuh jadi organisasi yang besar, solid dan selalu hadir untuk masyarakat Kaltim. Itu sesuai dengan karakter warga Sinjai selain pejuang, juga pekerja keras, berani dan tegas.

Saya bersahabat dengan suku (etnis) mana saja. Termasuk tokoh-tokoh Sinjau seperti alm Mukmin Faisyal yang sukses menjadi Wakil Gubernur Kaltim, Alm H Sappe mantan anggota DPRD Balikpapan. Alfatihah, semoga husnul khatimah.

Juga H Jamal Noor yang anaknya kini dipercaya menjadi Sekretaris Umum di DPW Himas. Selain pekerja keras, orang Sinjai itu sangat solider dan adaptif. Itu saya rasakan dekat dengan tokoh-tokoh Sinjai, kendati saya orang Jawa tapi istri saya Bugis Bone.
WARGA NKRI
Warga Sinjai, selalu mencontohkan ‘Warga NKRI’, etos kerjanya tinggi meski mereka di perantauan. Yang saya pahami, punya keteguhan prinsip hidup dan harga diri. Kata istri saya: Namanya, siri’ na pace.

Dan, selalu menghargai dan menghormati adat istiadat serta aturan lokal. Sesuai dengan peribahasa di mana bumi dipijak, di situ langit dinjunjung
Sebagai warga yang lahir di Balikpapan, saya memberi apresiasi warga Sinjai dan etnis Bugis lainnya, tentu tak terkeculi etnis manapun yang hidup dan besar di Kaltim. Karena, kita semua bhineka tunggal ika.

Mereka sangat menjunjung tinggi tradisi di masyarakat yang namanya Tudang Sipulung. Ini tradisi bermusyawarah dengan duduk bersama, mencari solusi. Ini ruang demokratis untuk membahas masalah apapun.
Dan, pengalaman ini pernah saya rekam ketika alm H Sappe dan H Mukmin Faisyal menyelesaikan persoalan lewat konsep Tudang Sipulung. Sangat beradab dan menghindari konflik. Persoalan tuntas ketika tokoh-tokohnya turun tangan.

“Itulah orang Bugis Sinjai. Sejatinya, masyarakatnya memegang teguh prinsip saling menghormati dan budaya saling bantu. Itu namanya sipakatau dan sipakalebbi,” jelas H Yusri yang juga Ketua Komisi III DPRD Balikpapan ini.
Dari rangkaian pelantikan pengurus DPW Kaltim dan cabang-cabang se-Kaltim, memang pengurusnya ‘gemuk’ ada sekitar 122 pengurus. Tetapi, Ketua H Ahmad Rustam sangat inovatif lewat programnya meluncurkan Kartu Tanda Anggota (KTA) serta aplikasi smartphone untuk pemutakhiran data warga Sinjai di Kaltim yang dari data ada sekitar 60 ribu jiwa.
Rustam pun ingin membesarkan Himas lewat konsep merangkul milenial dan Gen-Z yang jadi estafet jejak tokoh-tokoh Sinjai lewat tranformasi digital membangun bumi Etam

Gagasan Rustam ini, jika melihat komposisi kepengurusan sangat relate atau relevan. Karena, di bidang media dan informatika ada nama Ahmad Fauzan MSi. Ia memiliki kompetensi dan expert dalam pengelolaan media sosial dengan ragam platform (wadah digital). Bahkan, sesuai dengan adaptasi zaman untuk melakukan literasi digital lewat inovasi baru sehingga DPW Himas Kaltim bisa memiliki kekuatan brand dalam mensosialisasikan program secara digitalize.
Tak hanya bidang media, bidang ekonomi kreatif & UMKM, sosial dan keagamaan, pemberdayaan perempuan dan kesehatan, pendidikan seni & budaya, pemuda & olahraga, pengabdian dan bantuan hukum terdiri dari orang-orang yang memiliki kapasitas mumpuni
Didukung dewan penasihat dan pembina serta sinergi dan kolaborasi KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara). Maka, Kaltim akan Jaya-Jaya-Jaya. Selamat mengabdi bersama Himas dan semoga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kaltim. Salam EHAOO.**
- ) Ketua Bidang Advokasi & Regulasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim dan wartawan tinggal di Balikpapan












