TINTAKALTIM.COM-Tim program Bersedekah Seribu Sehari (Berseri) dan Jimpitan Amal Terindah (Jimat) mendapat kejutan (surprise) suguhan soto babat dengan cita rasa khas dan tekstur babat yang jadi sumber protein. Ternyata, jadi stimulus untuk bekerja cepat dan dalam urusan sedekah, warganya pun hebat

Ide memberi makan tim sedekah soto babat dari keluarga H Siswanto dan istri. Hidangannya panas, kaya rempah dan jadi doping bagi tim yang sudah berkeliling kompleks. Kendati, makanan ini bagi ‘usia senja’ ngeri-ngeri sedap sebab lemaknya tinggi dan bisa memicu asam urat serta kolesterol. Tapi, jika porsinya wajar langsung hajar.

Media ini pun merasakan nikmatnya soto babat. Apalagi saat jam-jam ‘kampung tengah’ sudah mulai memberi kode harus diisi. Racikan soto ditambah sambal dan jeruk yang dihidangkan rapi serta kuah panas mengundang selera tim penjemput sedekah

“Sambalnya menggoda dan boleh saya minta sedikit untuk makan di rumah,” kata Bu RT 39 Ipon yang memang punya ciri khas ‘lidah pedas’ karena terbiasa memasak rica-rica khas Manado
HEBAT
Sejumlah tim menilai warga kedua RT sangat hebat. Karena bisa secara konsisten dan istiqomah terus menyisihkan hartanya untuk kedua progam yang sudah berjalan sekitar 6 bulan. Semua jadi spirit, apalagi didukung kedua RT-nya M Sihombing (38) dan Neneng Zuleha (39)

Pengumpulan sedekah dimulai pukul 09.00 Wita. Kali ini, terjadi pembagian area tugas. Hanya, tim ibu-ibunya ada duet ‘Duo Sinar’ yakni Ny Siswanto dan Ny Narta (Sinar) yang menyisir dengan jangkauan area RT 39, sementara bapak-bapaknya terdiri dari Pembina Masjid Asy-Syifa H Rahmadi, Sekretaris Ali Umbri dan Bendahara Hendra Winardi berkeliling menjemput sedekah di RT 38

“Biar simple saja, sehingga beban tugasnya berimbang kalau dibagi secara merata dua RT,” kata Ny Nani Siswanto didampingi Ny Narta. Kali ini, partner-nya Ny Yetty Prayitno absen karena ada acara keluarga

Mereka berkeliling door to door, respon warga di kedua RT masih tinggi. Celengan yang digantung di depan rumah rata-rata terisi, sehingga tak perlu petugas harus menunggu. Di wadah ada uang dan beras, langsung masuk pekarangan dan sedekah dijemput

Sedekah ini membuat kondisi spiritual warga luar biasa, seolah mereka ketagihan alias candu karena yakin atas balasan Allah yang nyata dan beragam. Terlebih, dilakukan sukarela atau tanpa paksaan

“Seribu rupiah ikhlas demi rida Allah dan tidak menjadi beban itu bisa mendatangkan kebahagiaan serta balasan Allah jadi jariyah,” kata H Kasim yang rutin tiap bulan menyerahkan sedekahnya kepada tim penjemput sedekah

Tim tak hanya ngider sedekah, tetapi membangun kedekatan dengan warga yang memiliki jiwa konsisten dan patut diberi apresiasi tinggi. Terlihat dari sikap H Hardi yang menerima tim dengan mempersilakan duduk dan rileks di kursi rotan sitentis berwana putih cerah

“Nyaman lah kursinya dan ada kanopinya jadi sejuk meski cuaca panas,” kata H Rahmadi yang menjemput sedekah di kediaman H Hardi dengan logat khas Banjarnya
Kursi rotan itu, ternyata menurut H Hardi desain kursi renang. Dibeli sang anak sengaja untuk menerima tamu. Kursinya berbahan waterproof atau tahan air. Karena, berlubang dan jika hujan air tidak membasahi kursi karena airnya terbuang dan kursi mudah dikeringkan

“Nyaman kah untuk bersantai. Memang istri dan anak-anak saya itu suka yang desain sederhana tapi kursinya membuat sejuk sebab berlubang,” ujar H Hardi membalas lewat logat Banjarnya hingga membuat suasana kunjungan penuh kekeluargaan

Keluarga H Hardi Sulung lewat Hj Frida pun masuk dalam golongan pemberi sedekah (muzakki) yang rutin. Seolah kebaikan dikejar. Tim selalu dihubungi untuk mengambil sedekah yang sudah disiapkan. “Sudah kita ambil tadi lewat keluarganya,” kata Ny Nani Siswanto dan Ny Narta yang pagi itu terlihat bersemangat

Suasana hati yang senang juga terlihat dari keluarga Asyhari Abas, H Herlambang, H Sutoyo, H Chaidir dan lainnya. Celengannya selalu terisi tiap bulan. Termasuk, ketua RT 38 dan 39 yang tak pernah absen bersedekah. “Pak H Hasyim Hisyam juga rajin bersedekah termasuk H Rahmadi,” kata Hendra yang masuk pekarangan menjemput sedekah itu

Kunjungan terakhir tim ke kediaman keluarga Hartini dan sang ibu Ny Samidjo serta Ny Tumiah. Di rumah ini ada 3 keluarga bersedekah dijadikan satu. “Semoga semua jadi berkah dan mbah serta keluarga sehat-sehat,” doa Dimas, anak Hartini menyerahkan sedekah itu kepada tim.
Sedekah warga terkumpul untuk cash (uang kartal) Rp2.474.00, uang logam Rp186.000, beras Rp90 ribu (diuangkan), QRIS Rp150.000 dan ada tambahan lewat tim Rp100.000 yang totalnya Rp3.000.000 (tiga juta rupiah). Barakallah. (gt)












