TINTAKALTIM.COM-Ustaz Abdul Somad (UAS), banyak cerita makna hijrah Rasulullah. Salahsatunya ungkapan La Tahzan atau jangan bersedih kendati ada masalah. Dan, ustaz menggunakan ungkapan itu untuk menenangkan hati terutama saat menghadapi kesulitan bagi umat Islam. Karena, pertolongan Allah pasti datang
“La tahzan innallaha ma’ana atau jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Ini ada bukunya berjudul Don’t Be Sad yang isinya nasihat spiritual dan mengatasi kesedihan,” kata UAS di hadapan jamaah dan undangan peringatan Tahun Baru Islam 1448 H (Muharram) di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC), Sabtu (4/7/2026)

Acara dihadiri Gubernur Kaltim diwakili staf ahli Dr Puguh Harjanto S STP MSi, Ketua DPRD Kaltim diwakili Dr Yusuf Mustafa SH MH, Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME, Wawali Dr Bagus Susestyo, Ketua DPRD H Alwi Alqadrie, Wk Ketua Yono Suherman, Andi Arif Agung, Gasali (anggota), Kepala Kemenag Balikpapan Masrivani, Ketua Baznas Bustomi, Kepala Disdikbud Irfan Taufiq, Kabag Kesra Arif Fadillah, Ketua Harian Masjid BIC Andi Yusri, Imam Besar Masjid BIC KH Jailani Mawardi, jajaran forkompimda, tokoh agama, ulama dan ribuan jamaah
UAS datang sudah pukul 21.30 Wita, sehingga Walikota tak memberi sambutan. Jamaah telah memenuhi ruang masjid sejak pukul 17.00 Wita. “Mohon maaf saya agak terlambat. Tapi, yang menunggu sejak awal, nanti di akhir hayatnya husnul khatimah,” doa UAS

UAS mengawali dengan pertanyaan kapan tahun hijriyah dimulai. Tetapi, lebih banyak menyampaikan hijrah Rasulullah SAW yang banyak rintangan dan diancam kaum Qurais. Sehingga, hijrah itu disebut waktu kelam atau kesedihan untuk tegaknya Islam
“Hijrah itu bukan pindah tempat dari Mekkah ke Madinah oleh Rasulullah. Itu karena perjuangan menegakkan agama Islam. Apalagi rintangan Rasulullah dari kaum Qurais begitu besar,” urai UAS
DIBUNUH
UAS berkisah, saat itu pemuka Qurais melakukan musyawarah di Darun Nadhwah untuk membunuh Rasulullah. Tokoh-tokohnya telah menunjuk algojo, agar mengepung Muhammad SAW di antaranya Abu Jahal dan Kawan-kawannya
Mereka pemuka Qurais itu akan membunuh Rasulullah karena perkembangan Islam oleh Rasulullah begitu pesat. Sepertinya mereka ‘kebakaran jenggot’

Hanya apes, algojo saat tiba di rumah Rasulullah ternyata yang terbaring menggantikan posisi tidurnya adalah Ali bin Abi Thalib. Rasulullah keluar rumah tak terlihat dan bersama Abu Bakar Assidiq ke Gua Tsur
Rasulullah dari cerita UAS, berhasil lolos tanpa terlihat tokoh-tokoh Qurais itu ketika keluar rumah. Karena, membaca Surah Yasin yang sering dibaca malam Jumat oleh masyarakat Muslim

“Wa Jalna mim baini aidhim saddaw wa min khalfihim saddan fa aghsyainahum fa hum la yubsirun (Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat,” ungkap UAS dengan lantang membacakan surah itu
Ia menyebut, membaca Surah Yasin di malam Jumat bagus. Surah Al-Kahfi juga bagus. Hanya, Surah Yasin ayat 9 itu jangan dibacakan saat ada razia polisi. Sebab, polisi tetap melihat karena hafal juga dengan surah itu,” kelakar UAS disambut tawa hadirin yang hadir

Prosesi rencana membunuh Rasulullah itu, dalam kisah kata UAS, Abu Jahal meminta setiap kabilah satu pemuda dari keluarga bangsawan dan diberi pedang yang tajam. Tapi, niat mereka gagal karena Rasulullah dibantu Allah dan bersembunyi di Gua Tsur tiga hari tiga malam bersama sahabatnya Abu Bakar Ash-Siddiq
Selama sembunyi itu cerita UAS, mereka dilindungi Allah dan kebutuhan logistik dibantu keluarga Abu Bakar yakni Abdullah yang bertugas mencari informasi, Asma yang mengantar makanan dan Amir bin Fuhairah penggembala kambing agar jejak Rasulullah dan Abu Bakar hilang terinjak kambing
Abu Bakar As-Siddiq kata UAS, menemani Rasulullah di gua itu. Dan, saat itu Rasulullah tidur di paha Abu Bakar. Tiba-tiba, ada tetesan air dari atas. Rasulullah terperanjat. Dan bertanya ada apa gerangan? Ternyata, kaki Abu Bakar digigit kalajengking tetapi ditahan hingga meneteskan air mata demi cintanya kepada Rasulullah

Kisah itu kata UAS, mengajarkan kita tentang kekuatan iman, kesabaran dan kepercayaan kepada Allah. “Makanya, saatnya di bulan Muharram kita hijrah khususnya hijrah akhlak untuk terus berbuat baik hingga husnul khatimah,” pinta UAS
Hijrah hakiki kata UAS, bukan sekadar pindah tempat tetapi bertransisi dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang lebih baik dengan memperbaiki akhlak

“Penting juga hijrah menjaga persatuan umat dan menghindari perpecahan agar kekuatan umat Islam tetap terjaga,” kata UAS dengan gaya retorika dakwah yang humoris
Sementara itu Walikota Balikpapan Dr Rahmad Mas’ud SE ME bahwa peringatan Tahun Baru Islam menghadirkan UAS sebagai refleksi spiritual bagi masyarakat dalam menyambut Muharam. Karena, ajaran Rasulullah itu bahwa keberhasilan tak diraih secara instan melainkan lewat pengorbanan
“Hijrah Rasulullah itu penuh tantangan. Baginda Rasulullah percaya ada Allah yang menolong. Dan, masyarakat di Balikpapan harus menjalani empat prinsip yakni Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tawakal atau DUIT,” kata Walikota

Sementara itu Yusuf Mustafa, mewakili Ketua DPRD Kaltim secara terpisah mengatakan, hijrah bukan sekadar transformasi individu, melainkan juga sarana merekatkan persaudaraan (ukhuwah).
“Coba lihat, Rasulullah itu mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Asnhar untuk membangun fondasi umat yang kuat dan menciptakan dampak positif hingga di lingkungan masyarakat,” kata Yusuf
Hijrah menurut Yusuf juga perubahan dari egoisme pribadi menuju sikap saling peduli, berbagi dan tolong-menolong dalam kebaikan.

Sedang Ketua Harian Masjid BIC Andi Yusri mengucapkan terimakasih kepada umat Islam yang sudah hadir dalam peringatan Tahun Baru Islam 1448 di Masjid BIC.
“Momen ini kan bukan sekadar pergantian kalender tetapi menjadi titik tolak untuk melakukan muhasabah dan transformasi spiritual guna meningkatkan kualitas ibadah serta akhlak menuju arah yang lebih baik di tahun mendatang,” kata Andi Yusri
Selain itu katanya, menghadiri tablig akbar juga mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Dan, Masjid BIC akan selalu memberikan edukasi dan agenda yang lebih meningkatkan pengetahuan, referensi keagamaan bagi umat Islam Balikpapan. (gt)












