TINTAKALTIM.COM-Himpunan Bank Negara (Himbara) sejalan dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) mendorong seluruh Perusahaan Otobus (PO) untuk menggunakan transaksi non-tunai (cashless), sehingga ketergantungan terhadap uang tunai bisa dikurangi dalam bertransaksi
Tiga bank Himbara (BRI, BNI dan Mandiri) tampil melakukan edukasi non-tunai lewat acara Sosialisasi Transformasi Digitalisasi Pembayaran Tiket Transportasi Umum dalam Penerapan Sistem Non Tunai (Cashless) yang digelar Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim di Auditorium Otoritas Bandara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Rabu (17/6/2026)

Ketiga narasumber dari bank itu tampil presentasi bergantian. Mereka memberikan pengetahuan produk (product knowledge) kepada undangan yang hadir. Termasuk, bagaimana praktek penggunaan cashless di masing-masing bank
Diawali BRI, melalui Retail Transaction Department Head BRI RO 14 Kalimantan Dimas Haryo Prabowo yang mengenalkan ekosistem cashless payment. Mulai dari aplikasi mobile, pembayaran berbasis QR, uang elektronik hingga kartu debit/kredit

Menurut Dimas, melalui BRImo aplikasi unggulan via mobile banking dilengkapi fitur scan QRIS untuk pembayaran marchant hingga transfer antar bank
“Kita punya kartu Brizzi, ini adalah uang elektronik dari BRI yang biasa digunakan untuk pembayaran tol, parkir, MRT di Jakarta dan belanja di mana saja,” kata Dimas
Bahkan katanya, BRI memiliki debit contactless, kartu debit berlogo mastercard yang memungkinkan transaksi belanja cukup dengan tap (sentuh) pada mesin EDC tanpa perlu memasukkan PIN untuk nominal tertentu

“QRIS juga tepat bagi PO se-Kaltim yang mengoperasikan busnya baik Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Ini solusi pelaku usaha agar lebih mudah melakukan aktivitas. Dan, BRI memiliki sekitar 1,1 juta merchant QRIS, sehingga bisa membantu juga untuk PO,” jelas Dimas
Dimas mengenalkan QRIS statis dan dinamis serta fitur QRIS tap di BRImo. Dan Dimas mendemokan bagaimana penggunannya, langkah awal nasabah klik menu QRIS di homepage dan nasabah memilih menu QRIS tap untuk selanjutnya menginput PIN BRImo dan standby mode, dekatkan perangkat ke EDC dan berhasil diarahkan ke struk
“BRI memberi kemudahan untuk PO jika ingin menggunakan QRIS atau cashless lainnya termasuk e-wallet (dompet digital),” jelas Dimas
VENDING MACHINE
Sementara itu, Manajer BNI Balikpapan Sukiran menghadirkan vendor Multi Daya Dinamika, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan fokus pada pengembangan dan integrasi pembayaran non-tunai pada e-ticketing system dan sudah tersebar di 21 kota
Marketing Director PT Multi Daya Dinamika, Dahat Pranata mengenalkan vending machine atau tiket swalayan dan perangkat Tap on Bus (TOB) untuk mendukung ekosistem pembayaran transportasi

“Jadi vending machine ini sifatnya portable bisa melayani pembelian dan isi ulang (top up) berbagai uang elektronik dan seluruh bank (all bank) seperti TapCash BNI dan bank himbara lainnya termasuk JakCard dari Bank DKI,” jelas Dahat Pranata

Menurut Dahat, TOB merupakan perangkat pembaca kartu (reader) dari Multidaya yang dapat digunakan pelanggan melakukan tap in dan tap out dengan lancar. Sistemnya, terintegrasi langsung dengan kartu TapCash BNI sehingga tarif terpotong sesuai kebutuhan secara langsung
“Jadi inilah kemudahan vending machine dengan perangkat TOB, untuk PO bus di Kaltim silakan menggunakannya. Karena, perangkat ini dirancang membaca kartu dengan kecepatan 1 detik dan bisa diintegrasikan antarmoda,” kata Dahat sambil memperlihatkan vending machine itu kepada undangan yang hadir

Bahkan, Kepala BPTD Kaltim Renhard Ronald berharap jika ada vending machine, bisa BNI memasang di terminal bus yang dikelola institusi di bawah Ditjen Hubdat Kemenhub ini untuk memudahkan pengguna jasa.
Sementara itu Bima Sakti dari Bank Mandiri juga mengenalkan bagaimana cashless payment yang dimiliki bank dengan aplikasi Livin by Mandiri, kartu debit dan kartu kredit. Tentu baik QRIS, tap to pay yakni transaksi nirkabel menggunakan NFC langsung dari smartphone

“QRIS Tap Transportasi juga bisa digunakan untuk pembayaran dengan HP termasuk PO bisa menggunakannya. Dan, kami sudah melakukan identifikasi di Terminal Batu Ampar bagaimana pola pemberangkatan bus baik AKDP maupun AKAP,” kata Bima Sakti yang mengenalkan kartu Mandiri e-money.
Seluruh himbara juga menegaskan bahwa penggunaan QRIS aman dari penipu. Sebab, Bank Indonesia sangat melindungi. Bukan QRIS yang diretas, melainkan akibat kelalaian atau modus manipulasi oleh oknum tertentu

“Kalau penipuan itu biasanya karena QRIS tempelan. Oknum menempelkan QRIS palsu di atas QRIS asli milik merchant. Nah, ini harus diperhatikan nama merchant yang muncul di layar aplikasi baik mobile banking maupun e-wallet,” kata Dimas dari BRI dibenarkan bank lainnya BNI dan Mandiri
Sementara itu untuk settlement atau transfer dana dari hasil usaha ke rekening merchant, seluruh himbara (BRI, BNI dan Mandiri) prosesnya membutuhkan waktu H+1 hari kerja setelah transaksi dilakukan atau merchant melakukan cut off
“Kalau settlement harian itu ada 4 batch dan khususnya merchant usaha mikro dan rata-rata H+1. Sehingga, tidak bisa transaksi hari itu langsung hari itu dilakukan settlement. Sebab, ada proses yang harus dilakukan oleh bank,” kata Dimas yang siap melakukan edukasi ke seluruh PO untuk memudahkan cashless. (gt)












