• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Sunday, June 14, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

Perjuangan KH Muhlasin Merintis Ponpes Al-Izzah (Modal ‘Bis & Alphard’ demi Karakter Umat)

by admin
June 14, 2026
in Kanal
0 0
0
Perjuangan KH Muhlasin Merintis Ponpes Al-Izzah (Modal ‘Bis & Alphard’ demi Karakter Umat)

TAWAKAL: KH M Muhlasin yang selalu tawakal untuk membesarkan Ponpes Al-Izzah di kilo 15 Karang Joang Sungai Wain. Yakin Allah menolong

0
SHARES
7
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM-COM-Di kota Balikpapan, ada Pondok Pesantren Al-Izzah. Lokasinya di kilometer 15 masuk kawasan Sungai Wain Karang Joang Balikpapan Utara. Membangunnya tak seperti dibayangkan, penuh perjuangan dan kisah pilu

Islam mengajarkan, hamba itu cari dunia seolah hidup selamanya, tapi diperintah juga beribadah sekan-akan besok akan meninggal. Nilai ibadah dan tawakal, itu jadi cikal bakal pendirian Al-Izzah yang dilakukan KH Muhammad Muhlasin yang jadi pendiri ponpes

Masjid jadi tempat membina santri

KH Muhammad Muhlasin. Ia disebut ‘orang pondok’. Sejak kecil mondok. Lalu merantau ke Balikpapan ikut orangtua dan berbaur dengan keluarga di Jalan Tepo kilometer 10 Kelurahan Karang Joang.

“Kiyai itu tugasnya ngaji dan ngajar agama. Dengan ponpes tak bisa dipisahkan. Sehingga, membangun Al-Izzah, itu tantangan. Sebab, ada yang bilang, wong kiyai tidak bisa bangun ponpes. Padahal bisa berharap keberkahan Allah,” cerita Muhlasin saat ditemui di kantor Ponpes Al-Izzah, di kilometer 15 Sungai Wain

Karakter umat utama di Ponpes Al-Izzah

Awal merintis pondok. Ia  sering mengisi taklim di masjid dan musala sampai lingkungan masyarakat. Warga memberi amanah, agar membangun ponpes. Apalagi, di kawasan itu dekat lokalisasi. Kontras, tapi bisa jadi ‘obat’ sehingga lokalisasinya pelan tapi pasti tutup dan fakta itu terjadi

Muhlasin lalu mendapat amanah untuk membeli tanah 1 hektare lebih. Ia tak punya modal untuk membebaskan tanah itu. Akhirnya, warga sekitar patungan dan mengumpulkan dana sekitar Rp30 juta lebih. Harga tanah Rp80 juta sehingga harus mendapat tambahan lagi

Tempat mondok santri laki-laki

Di suatu acara, ia bertemu mantan Walikota Balikpapan H Imdaad Hamid SE (alm). Tiba-tiba membuat oret-oretan seperti rencana anggaran biaya (RAB) tanah dan itu disodorkan ke walikota

“Pak saya perlu ini, mohon bisa dibantu,” kata Muhlasin menyodorkan catatan itu kepada Imdaad. Allah membantunya, Imdaad menyetujui anggaran tanah yang kurang itu

Santri juga diajarin bela diri

Tanah itu dibelinya. Tetapi, masih semak-belukar dan area pegunungan. Itulah tofografi Kota Balikpapan. Sehingga, harus dilakukan pematangan lahan (land clearing). Untuk menuju ke lokasi lahan, sulit dan harus dibuka untuk membuat jalan.

Akhirnya, warga bergantian gotong-royong. Membawa alat sendiri dan dengan kesadaran tinggi, akhirnya lahan bisa dibangun. Awalnya, rumah kayu untuk istirahat sambil memikirkan bagaimana bangunan untuk ponpes dicicil bisa dibangun.

Berjuang, yakin dan tawakal: kata Muhlasin

“Saya harus menjual dan bermodalkan Bis dan Alphard? Untuk membangun Ponpes Al-Izzah,” jelas Muhlasin terlihat serius? Sontak penulis pun membangun persepsi, bahwa Muhlasin banyak hartanya. Jadi jual mobil?

“Oh nggak, itu hanya kiasan  kalau Bis itu Bismillah, nah Alphard itu Alfatihah. Jadi yaitu modalnya,” cerita Muhlasin yang menyebut ungkapan metaforis gambarannya ikhtiar (usaha) maksimal yakin bantuan Allah datang.

Punya lapangan sederhana tapi penuh makna

Muhlasin, sandarannya Allah. Ia yakin frasa yang ada di Surah Muhammad ayat 7  yakni Intansurullah Yansurkum, siapa yang membantu agama Allah, niscaya Allah akan membantu. Keyakinan itu akhirnya terwujud

Sekarang, sudah ada masjid yang dijadikan juga gedung pertemuan (ballroom) yang bisa menampung 200 jamaah. Asrama putra-putri dan lapangan untuk kegiatan santri. Karena, total santri 45 orang harus mondok semua di Ponpes Al-Izzah.

Tak pernah lelah berjuang demi karakter umat

Upaya Muhlasin untuk membangun Ponpes Al-Izzah itu sangat memprihatinkan. Bahkan, jika Anda mendengar cerita Muhlasin, tentu sangat memilukan. Bangunan rumah kayu yang didiami santri kala itu, saat hujan tiba tiba-tiba disambar petir.

“Saya sedang tidur, tiba-tiba ada ledakan seperti bom Bali. Suaranya keras sekali. Tentu, saya harus bergegas untuk melihat ada apa sebenarnya yang terjadi,” cerita Muhlasin dengan nada hati-hati

Ia terkejut, karena 4 santrinya tergeletak. Alat handy talky  (HT) dilengkapi desktop charger dan perangkat lainnya luluh-lantah dan berhamburan. Terkejut, karena ketiga santrinya pingsan. Dan satunya lagi berada di bagian pojok terlihat wajahnya trauma dan penuh kesedihan.

“Wah saya lalu bingung. Pikiran saya, meninggal ini santri-santri saya. Mereka terkapar, tetapi dengan kekuatan dan izin Allah, saya tiupkan di telinganya masing-masing salawat: Allahuma Sholli Ala Sayidina Muhammad. Ada keajaiban, semua siuman. Pun demikian dengan santri yang terlihat trauma tadi. Tubuhnya penuh darah karena ledakan alat HT yang kabelnya semburat kemana-mana. Alhamdulillah, semua masih hidup.

“Kalau meninggal, saya pasti akan mendapat hujatan masyarakat. Ponpes belum selesai dibangun, ada santri yang meninggal,” kenang Muhlasin yang bersyukur pada Allah, karena musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa

Itu semua jadi nilai perjuangan Muhlasin. Sekarang, dirinya fokus bagaimana Ponpes Al-Izzah pelan tapi pasti harus menjadi ponpes modern

Donatur berangsur  banyak yang memberikan dukungan untuk pengembangan ponpes. Kendati, jika melihat perkembangan santri dan peningkatan kualitas pendidikan, masih perlu banyak dukungan anggaran

Muhlasin tak akan berhenti untuk berbuat amal jariyah. Karena, ponpesnya berkembang dan sekarang ada didirikan SMK Cendekia Al-Izzah yang lulusannya baru saja diterima 100 persen di perguruan tinggi negeri yakni Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba)

“SMK Cendekia itu didirikan semangatnya bagaimana perpaduan ilmu agama dan umum. Karena, sekolahnya diarahkan vokasi. Jadi, ilmu umum diajarkan dan agama juga. Sehingga, pembinaan karakter anak didik lebih diutamakan di Al-Izzah,” katanya.

Sejatinya kata Muhlasin, Ponpes Al-Izzah didirikan selain dirinya juga sahabatnya  Ery Supardi dan Suhendi Nur. Niatnya, di awal tadi ingin mengubah kawasan itu karena sudah jadi image negatif. Ada lokalisasi dan sering jadi tempat untuk minuman keras (miras).

“Semangatnya mengubah kawasan  jadi tempat bagi para anak-anak pecinta Alquran dan mendalami agama Islam dan melahirkan seorang pendakwah serta pembentukan karakter umat,” jelas Muhlasin

Muhlasin sendiri dikenal sebagai pendakwah dan pernah menjabat Ketua Tanfidziyah NU Balikpapan selama 2 periode. Niatnya,  terus bersama ustaz sahabatnya yang lain seperti Imam Waros, Zainal berkelanjutan mengajarkan  kitab aqidah dan akhlak

Dengan berbekal Ponpes Al-Izzah yang sudah terdaftar di Direktorat Pendidikan Diniyah dan Ponpes (Ditpotren) Kementerian Agama RI, Muhlasin terus berjuang dan berupaya agar lulusan santri yang memiliki kemampuan bermanfaat bagi umat

“Saya itu memimpin Ponpes Al-Izaah bukan sekadar membesarkan lembaga pendidikan. Tapi, ini panggilan jiwa yang harus berani berkorban. Sebab, harus juga menjaga moral santri, mengelola manajemen hingga mencari dana operasional. Kan membutuhkan keikhlasan, sabar dan dedikasi penuh,” kata Muhlasin

Di Ponpes Al-Izzah, sistem pendidikannya juga menganut tradisional (salaf). Dan kiai adalah figur sentral. Dan, bagi Muhlasin, manajemennya dijalangkan dengan membangun kepemimpinan kolektif sehingga bisa kolaboratif untuk memberikan masukan

Azan berkumandang, santri wajib berjamaah

“Kita itu dititipin amanah orangtua/wali santri. Sehingga, adab (sopan-santun) harus kental dilakukan di lingkungan pondok. Dan, jika di masyarakat harus diaplikasikan,” jelas Muhlasin

Dan, Muhlasin sadar bahwa gelar kiyai yang disandangnya bukan gelar akademik. Sebab, itu cap diberikan masyarakat sehingga dirinya harus bermanfaat.

“Saya ingin ke depan Ponpes Al-Izzah menjadi rumah yang baik di mana semua orang yang ada di dalamnya merasa aman untuk tumbuh dengan baik. Dan, berilmu tapi punya adab,” pungkas Muhlasin. (gt)

SendShareTweet

Related Posts

Oktober, Porpamnas IX Digelar di Balikpapan. Walikota: Tamu Wajib Dilayani, Budaya dan Kuliner Varian
Kanal

Oktober, Porpamnas IX Digelar di Balikpapan. Walikota: Tamu Wajib Dilayani, Budaya dan Kuliner Varian

June 13, 2026
UU Air Minum-Sanitasi Diperlukan PDAM Se-Indonesia. Teddy: Demi Transformasi, Sudah Masuk Prolegnas
Kanal

UU Air Minum-Sanitasi Diperlukan PDAM Se-Indonesia. Teddy: Demi Transformasi, Sudah Masuk Prolegnas

June 13, 2026
Ramli: Sampai Jumpa di Porpamnas IX Oktober 2026. Launching Wujud Komitmen, Dilanjutkan Tinjau Venue
Kanal

Ramli: Sampai Jumpa di Porpamnas IX Oktober 2026. Launching Wujud Komitmen, Dilanjutkan Tinjau Venue

June 13, 2026
Dirut PTMB ‘Jualan’ Balikpapan Rebut Porpamnas IX. Yudhi: IKN Daya Tarik dan PDAM Kriteria Sehat
Kanal

Dirut PTMB ‘Jualan’ Balikpapan Rebut Porpamnas IX. Yudhi: IKN Daya Tarik dan PDAM Kriteria Sehat

June 13, 2026
Kadin Nilai Porpamnas IX Jadi Penguat MICE dan Ekonomi. Soegianto: Memicu Potensi Pariwisata
Kanal

Kadin Nilai Porpamnas IX Jadi Penguat MICE dan Ekonomi. Soegianto: Memicu Potensi Pariwisata

June 12, 2026
Nobar Piala Dunia 2026 Digelar di Terminal Batu Ampar. Elba-Heri Jagokan Argentina Juara
Kanal

Nobar Piala Dunia 2026 Digelar di Terminal Batu Ampar. Elba-Heri Jagokan Argentina Juara

June 12, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 316 Followers

Recommended

Imam Masjid, Muazin sampai Guru Ngaji. Dampak Corona, Disantuni AHB Paket Sembako

Imam Masjid, Muazin sampai Guru Ngaji. Dampak Corona, Disantuni AHB Paket Sembako

April 28, 2020
Sehat, Terus Berdoa Corona  Sirna (Spirit Bersyukur Rayakan Idul Fitri Berbeda)

Sehat, Terus Berdoa Corona Sirna (Spirit Bersyukur Rayakan Idul Fitri Berbeda)

May 23, 2020
Gelar Salat Idul Adha, Islamic Centre Diperketat. Syaiful: BIC Paling Konsisten Terapkan Prokes Covid-19

Gelar Salat Idul Adha, Islamic Centre Diperketat. Syaiful: BIC Paling Konsisten Terapkan Prokes Covid-19

July 4, 2021
DPRD Segera Evaluasi Kenaikan Tarif Parkir Mal

DPRD Segera Evaluasi Kenaikan Tarif Parkir Mal

July 29, 2019
Walikota Beri 4 Umroh Jamaah Rutin Tarawih di BIC. Kampung Ramadan dan Peskil Ramaikan Islamic Centre

Walikota Beri 4 Umroh Jamaah Rutin Tarawih di BIC. Kampung Ramadan dan Peskil Ramaikan Islamic Centre

February 20, 2026
Pengurus dan Fraksi Golkar Berbagi Takjil di Jalan saat Ramadan. Empati Sesama, 19 April 2022 Buka Bersama di ‘Kantor Slipi’

Pengurus dan Fraksi Golkar Berbagi Takjil di Jalan saat Ramadan. Empati Sesama, 19 April 2022 Buka Bersama di ‘Kantor Slipi’

April 8, 2022
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines