TINTAKALTIM.COM-Sebanyak 55 warga Kabupaten Kukar kini telah memiliki kompetensi sebagai security (satpam) kualifikasi Gada Pratama. Mereka siap diserap di pasar kerja karena kompetensinya bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)

“Anda ini semua sebagai satpam profesional karena memiliki sertifikat. Jadi jangan sampai hanya menjadi penggangguran bersertifikat saja. Optimistis bisa bekerja dengan baik dan berintegritas,” kata Kabid Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Distransnaker Kabupaten Kukar Hj Syarifah Rosita ST MT dalam sambutannya sekaligus memberi pengarahan kepada 55 warga Kukar di acara penutupan pelatihan satpam kualifikasi Gada Pratama kerjasama dengan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) profesional PT BMCI di Asrama Haji Balikpapan, Kamis (23/7/2026)

Penutupan acara dilakukan Kabag Binopsnal Ditbinmas Polda Kaltim mewakili Kasubdit Bin Satpam/Polsus AKBP Rudi Heryawan yang juga dihadiri Dirut PT BMCI Tri Tohiroh (Terry) dan jajaran staf Distransnaker Kukar

Disebutkan Syarifah, tidak mudah mendapatkan sertifikat kualifikasi Gada Pratama. Sebab, itu jadi legalitas profesional yang diakui secara hukum dan harus mengikuti pendidikan dasar selama 10 hari oleh BMCI.

“Seritifikat yang anda kantongin itu untuk membuka peluang kerja lebih baik di berbagai perusahaan. Ilmu yang sudah didapatkan seputar dunia satpam seperti keamanan, komunikasi, bela diri termasuk baris-berbaris dan penanganan darurat harus digunakan maksimal. Tetapi, juga jaga integritas dan loyalitas ketika sudah bekerja serta nama harum Kabupaten Kukar,” pinta Syarifah

Paling penting pesan Syarifah, seluruh satpam yang sudah mengikuti pelatihan selama 10 hari di Asrama Haji Balikpapan, harus menjaga sikap (attitude) ketika bekerja. Sebab itu mencerminkan profesinalisme dan menciptakan rasa aman, nyaman bagi siapa saja di perusahaan maupun masyarakat.

“Nanti kalau sudah bekerja, tolong diinformasikan ke Distransnaker Kukar. Sebab, itu untuk pendataaan yang sekaligus dijadikan program lanjutan,” ungkap Syarifah
Syarifah menyampaikan pesan Plt Kepala Distransker Kukar Dendi Irawan agar seluruh satpam bersabar sambil menunggu penempatan. “Pak Dendi mohon maaf tak bisa hadir karena ada kegiatan penting lainnya. Tapi berpesan, agar 55 satpam yang sudah memiliki sertifikat jika sudah bekerja memanfaatkan ilmunya dengan maksimal dan bekerja secara profesional,” kata Syarifah
TURJAWALI
Sementara itu AKBP Drajat dalam sambutan penutupan mengingatkan, agar seluruh satpam yang sudah lulus dan bersertifikat Gada Pratama harus mengimplementasikan pelajaran pengaturan, penjagaaan, pengawalan dan patroli (Turjawali) sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP). Sebab, nanti akan jadi ujung tombak perusahaan yang bertugas sebagai pengamanan di lingkungan kerja dan mengemban fungsi kepolisian tebatas dalam penegakan hukum preventif

Polri kata Drajat, harus dibantu satpam dalam mencegah dan menanggulangi setiap gangguan kamtibmas mengutamakan tindakan preventif dan meningkatkan pembinaan kamtibmas swarkasa dan terpadu melalui pola kemitraan dengan instansi pemerintah, perusahaan, masyarakat, mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat

“Tingkatkan profesionalisme sehingga profesi saudara mendapat tempat yang lebih baik dan terhormat. Dan, terapkan ilmu yang diperoleh dan jadikan bekal tugas di lapangan,” pinta AKBP Drajat
Yang tak kalah penting, Drajat juga mengingatkan agar satpam menjauhi sikap arogan dalam melaksanakan tugas di lapangan. Dan, selalu melakukan koordinasi dengan instansi di mana tempat bekerja sehingga kamtibmas berjalan maksimal
“Kami juga berterimakasih kepada PT BMCI yang telah melatih dan melakukan pendidikan terhadap seluruh satpam dari Kukar. Semoga, mereka bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Drajat

Sementara itu menurut Dirut PT BMCI Tri Tohiroh, perusahaan yang ia pimpin sudah menyalurkan ribuan tenaga satpam dan clening service yang sudah digembleng melalui pendidikan dan pemusatan latihan
“BMCI akan selalu menjaga kredibiltas dan profesinalisme di dalam memberikan pelatihan baik Gada Pratama, Gada Madya maupun Gada Utama. Dan, kami juga membantu menyalurkan tenaga kerja yang sudah dilatih ke sejumlah perusahaan baik BUMN, BUMD dan swasta,” ungkap Tri Tohiroh yang biasa disapa dengan panggilan Terry ini. (gt)













