TINTAKALTIM.COM-Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara sudah membantu warganya sebanyak 305 orang untuk dilatih kompetensi bersertifikat dan siap kerja

“Kami concern untuk mengurangi pengangguran di Kukar. Sehingga, terus menggelar pelatihan berbagai bidang selain security (satpam) juga bidang ahli K3 Umum, desain grafis, mekanik alat berat, operator alat berat, rigger (juri ikat pemandu crane) dan welder (juru las),” kata Kabid Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Distransnaker Kukar Hj Syarifah Rosita ST MT di sela penutupan pelatihan kualifikasi Gada Pratama di Asrama Haji Balikpapan, Kamis (23/7/2026)

Pelatihan security gada pratama itu kerjasama dengan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Bina Multi Cipta Indonesia (BMCI) resmi yang memiliki Surat Izin Operasional (SIO) dari Kapolri dan profesional dalam penyediaan dan pendidikan penyelenggaraan pendidikan dasar (diksar) satpam tingkat gada pratama, madya hingga utama

Penutupan pelatihan kualifikasi gada pratama oleh BMCI kerjasama Distransnaker Kukar itu dihadiri Kabag Binopsnal AKBP Drajat Santoso mewakili Kasubdit Bin Satpam/Polsus AKBP Budi Heryawan, Dirut PT BMCI Tri Tohiroh (Terry), staf Distransnaker dan undangan lainnya
Menurut Syarifah yang kehadiran di acara penutupan itu mewakili Plt Kepala Distransnaker Kukar Dendi Irawan Fahriza menyebutkan, pelatihan yang dilakukan melihat kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha dan industri (DUDI). Sehingga, daya serap di pasar kerja lebih mudah

“Kita juga sampai membuat pelatihan penjamah makanan. Itu terkait dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kukar,” urai Syarifah
Makanya kata Syarifah, kompetensi diperlukan di berbagai bidang. Sehingga, orientasi program Distransnaker Kukar lebih pada merekrut warga yang masuk golongan pra-sejahtera untuk dapat bekerja

“Mereka semua yang diberi pelatihan, Insya Allah diserap di pasar kerja. Pola penyalurannya tentu kerjasama dengan DUDI tadi. Sebab, kompetensi yang dihasilkan juga bersertifikat Badan Nasional Seritifikasi Profesi (BNSP), sehingga menjadi syarat utama dunia usaha,” jelas Syarifah yang baru pertama kali mengikuti penutupan pelatihan kualifikasi gada pratama security gelaran BMCI di Kota Balikpapan
MINDSET
Menurutnya, bekerja di daerah sendiri seperti Kukar itu baik. Hanya, pola pikir (mindset) warga harus juga terbuka dan siap ditempatkan di luar daerah. Sebab, itu mengoptimalkan keahlian pasca pelatihan.
“Sebenarnya itu untuk mempercepat peningkatan karier sekaligus membangun jaringan profesional yang luas dan punya pengalaman kerja berstandar tinggi di industri di mana mereka bekerja,” ungkapnya

Memang stimulus langsung kata Syarifah, belum dilakukan dan masih dalam kajian Pemkab Kukar. Hanya, warga Kukar yang sudah memiliki kompetensi lewat program pelatihan Distransnaker harus menyadari bahwa pengalaman bekerja di luar daerah itu sebagai ‘batu loncatan’ sesuai portofolio kapasitas yang dimiliki
“Stimulus lainnya itu kalau mereka bekerja di industri yang membutuhkannya, tentu mendapat mes untuk menginap. Itu juga bagian dari daya rangsang agar mereka mau bekerja. Sayang toh, punya sertifikat tapi tak bekerja,” kata Syarifah
Selain disalurkan Distransnaker Kukar, menurut Syarifah penyerapan pasar kerja juga dilakukan individu via job market fair atau melamar kerja. “Tetapi sekitar 75 persen kalau security dan cleaning service (CS) itu dibantu PT BMCI. Inilah bentuk kolaborasi yang baik,” pungkas Syarifah. (gt)












