TINTAKALTIM.COM-Dr Abriantinus SH MA, tokoh masyarakat (tomas) yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim, makin mendapat kepercayaan masyarakat. Ia baru saja ditetapkan untuk memimpin 130 paguyuban di Balikpapan sebagai Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB). Untuk itu, ia meminta paguyuban berjuang ke Kementerian Kebudayaan (Kemenbud)
Apa misi perjuangannya? Tentu, memanfaatkan Dana Indonesia Raya yang disiapkan alokasinya juga untuk paguyuban yang pagunya di 2026 trilunan rupiah, sehingga perjuangan itu harus dilakukan

“Terimakasih semua paguyuban, ayo kita besarkan FKPB yang semangatnya menjaga persatuan dan kesatuan. Tetapi, nilai-nilai budaya daerah serta kemajuan kebudayaan, pengembangan wilayah adat, promosi kebudayaan harus diperjuangkan dapat anggaran. Misinya, jadikan Kota Balikpapan Rumah Budaya Kaltim,” kata Abriantinus yang akan menyusun program kerja untuk FKPB periode kepemimpinannya
Abriantinus, selain tomas juga tokoh adat Dayak, akademisi dan pengusaha yang pengalamannya panjang dalam organisasi sosial, adat, keagamaan dan dunia usaha di Kaltim yang juga owner objek wisata Alam Betang Nansurunai Barito Selatan dan Balikpapan
Ia dalam musyawarah besar (Mubes) Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB) 2026, terpilih demokratis melalui pemungutan suara (voting) sebagai ketua umum periode 2026-2031 yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Walikota, Sabtu (6/6/2026)
Abriantinus mengungguli rivalnya Achmad Noor ST MM yang merupakan sosok birokrat di Balikpapan dan PPU. Ia juga aktif dalam kegiatan seni dan budaya. Dan, Abriantinus menggantikan ketua sebelumnya H Soegito yang tidak dapat hadir karena kondisi kesehatan dirinya.
Mubes itu mengusung tema Merajut Kebersamaan Memperkokoh Persatuan, Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Kokoh Dalam Keberagaman ini dihadiri ratusan peserta dengan slogan FKPB Perekat Nusantara
Di antara yang hadir, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs Zulkifli MSi mewakili Walikota, Wk Ketua DPRD Balikpapan I H Yono Suherman, Wk Ketua DPRD III Budiono, Kasdim 0905/Bpp Letkol Inf Wawan Gunawan SAg, forkompimda dan undangan lainnya

“Selain memilih ketua umum, agenda mubes ini juga sebagai forum untuk melakukan evaluasi kepengurusan terdahulu dan menentukan arah organisasi ke depan dan memperkuat FKPB sebagai wadah pemersatu ragam paguyuban di Balikpapan,” kata Ketua Panitia Mubes FKPB 2026 Sahal Suryanto lewat laporan panitia
Sedang Zulkifli menegaskan, sangat memberi apresiasi kepada FKPB yang sudah aktif menjaga persatuan-kesatuan dan mendukung pembangunan di Balikpapan. Dan, FKPB memiliki peran strategis sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antarpaguyuban yang memperkuat harmoni sosial di tengah kebhinekaan masyarakat Balikpapan

“Ini modal di Kota Balikpapan yang hetrogen. Kondisi aman dan rukun masyarakatnya, itu tercermin dari keberadaan FKPB yang mampu mencari berbagai solusi untuk kemajuan kotanya,” jelas Zulkifli
Dijelaskan Zulkifli, FKPB ibarat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tapi FKPB bukan pemimpin atas suku-suku yang ada di paguyuban melainkan pengelola administrasi dan jembatan komunikasi. “Jika ada masalah maka harus menjaga harmoni, dan ini terbukti 30 tahun sejak September 1999 berdirinya FKPB, Kota Balikpapan kondusif,” kata Zulkifli
Pimpinan sidang dalam sidang pleno pemilihan ketua, dipimpin Ruki Suheru SE (ketua), Drs I Ketut Rasna (sekretaris) dan Drs Slamet Junaidi, Leo Sukoco dan Andi Ahmad Yani SE (anggota)
Proses pemungutan suara memilih ketua, berjalan penuh kekeluargaan. Hasilnya, Abriantinus mengantongi 59 suara dan Achmad Noor ST MM memperoleh 36 suara yang menetapkan Abriantinus sebagai Ketua Umum FKPB Balikpapan periode 2026-2031
Dijelaskan Abriantinus, selain berjuang ke Kementerian Kebudayaan di Jakarta, dirinya akan berjuang agar FKPB berbadan hukum. Sehingga, bisa lebih mudah untuk mendapatkan anggaran baik dari pemerintah maupun swasta.
“Ini untuk memenuhi aspek regulasi dan transparansi karena jika FKPB berbadan hukum akan semakin mudah untuk memperjuangkan anggaran,” kata Abriantinus

Dijelaskannya, merawat kebersamaan di tengah keberagaman, maka kerukunan dan budaya harus diangkat melalui paguyuban. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan yang semangatnya gotong-royong.
“Pelestarian tradisi lokal serta membangun ruang komunikasi lintas suku dan agama menjadi utama untuk memperkuat toleransi. Tapi, jangan dilupakan pelestarian seni dan budaya. Kita bisa menggelar pentas seni budaya, festival kuliner tradisional untuk mengenalkan warisa leluhur kepada generasi muda,” ujarnya
Mengapa pelestarian budaya penting, karena menurut Abriantinus, sekarang sudah era disrupsi atau digitalisasi, maka kebudayaan itu bisa luntur jika tidak dilakukan upaya edukasi dan pelestarian.
“Kita bisa memanfaatkan platform (wadah digital) untuk sosialisasi, edukasi kebudayaan. 127 paguyuban bisa memanfaatkan untuk kepentingan Balikpapan. Prinsipnya, jaga kerukunan dan keamanan kota Balikpapan,” pungkas Abriantinus. (gt)












