Catatan: Sugito )*
TINTAKALTIM.COM-Kadin (Kamar Dagang dan Industri) organisasi resmi yang pembentukannya berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987. Tentu, wadah bagi seluruh pelaku usaha dari skala mikro, kecil hingga besar
Kadin sebagai mitra strategis pemerintah untuk memajukan perekonomian dan dunia bisnis. Kadin Balikpapan, harus bermanfaat. Apalagi, ketuanya figur anak muda yang sukses dan memiliki talenta bisnis dan semangat juangnya (fighting spirit) lebih bicara fakta dan kinerja. Dia adalah Noval Asfihani.
Saya kenal dekat. Pun begitu dengan ayahnya Achmad Asfiah yang kiprahnya serta perjalanan membangun bisnis dari nol dan modal terbatas. Asfiah –begitu ia disapa—cepat beradaptasi.
Ia tak jarang menghadapi masalah permodalan tetapi mampu membangun kemitraan dan membangun ‘raksasa’ bisnis di bawah payung Karunia Group yang fortopolio bisnisnya beragam dari pertambangan, catering, jasa pengamanan dan lainnya
Jika ada peribahasa buah jatuh tak jauh dari pohonnya, itulah karakter dan bakat Asfiah sang ayah ditularkan ke putranya Noval Asfihani. Dan, kini ia dipercaya memimpin Kadin Balikpapan.
Saya melihat, Noval sangat perfectionist. Ia ingin agar amanah yang diberikan kepadanya bukan sekadar ‘plang nama organisasi’ ada kontribusi untuk kota demi pembangunan ekonomi.

Kadin Balikpapan itu perjalannya panjang. Tentu, setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Sejak era Zulbachri ketuanya dan sang anak juga pengurus Kadin, saya sudah mendukung setiap kebijakan Kadin yang positif. Beralih ke Rendy Ismail yang sekarang jadi Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi (Yapenti) Uniba dan seterusnya
Era anak muda Kadin dijabat alm Yaser Arafat, saya diajak bergabung jadi pengurus. Saat itu, bidang komunikasi, ia terbuka menerima saran positif. Yaser, anak dari pengusaha yang sukses membawa bendera Anugerah Jaya Group, H Syahril HM Thaher, tentu saja banyak yang sudah diperbuat.
Menariknya, Yaser saat itu tidak memanfaatkan dana hibah Pemkot Balikpapan, padahal boleh saja untuk kemajuan Kadin. Pengurus mendesak diambil dana hibah itu tetapi ia kekueh tetap tidak memanfaatkannya. Doa kita semua, semoga almarhum husnul khatimah atas legacy yang telah dibuatnya
Yaser banyak membangun relasi dan kerjasama (partnership). Juga, hadir dalam sejumlah acara. Bahkan, legacy yang dilakukan mendatangkan 32 legenda sepakbolaklub raksasa dunia dari klub Arsenal dan Liverpool ke Stadion Batakan dalam ajang Balikpapan Master Cup. Itu tak mudah tapi ia membuktikan bisa
TRANSISI
Kini, masa transisi. Dari alm Yaser Arafat ke Noval Asfihani. Ada pertanyaan mengelitik, mau dibawa kemana Kadin Balikpapan? Awalnya, saya melihat apakah Noval mau maju jadi ketua Kadin dengan penuh lika-likunya? Ternyata, ia cepat pula beradaptasi. Bahkan, berinteraksi dengan Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME, karena Kadin-pemerintah itu bermitra
Noval mau belajar dan tak jarang menerima saran-saran konstruktif dari seniornya. Dan, tampuk ketua Kadin Balikpapan, kini diterima dengan penuh semangat

Noval itu boleh disebut pekerja ulet (workaholic). Ia enggan jika disuruh tampil. Tetapi, saya melihat ada secercah harapan ke depan, sebab ia ternyata memiliki diplomasi bisnis dan mampu berkomunikasi dan seorang negosiator. Keterampilan itu terlihat saat ia bicara di depan pengurus Kadin dan kalangan pengusaha ketika ia masih Pj Ketua Kadin pada acara di Hotel Platinum.
Di atas podium, wejangan Noval lebih pada kerja dan hasil. Mungkin, ia berpengalaman bertemu dengan mitra bisnis baik nasional maupun internasional. “Kita harus membangun networking (jaringan kerja),” ujarnya.
Sederhana tapi itulah ajakan yang terkait dengan tugas-tugas Kadin. Karena, bisa membuat akses ke peluang baru, mempercepat pengembangan usaha dan memperluas jangkauan bisnis
Pada 1 Juni 2026, Noval kembali membuat sarana komunikasi calon pengurusnya yang bakal dilantik: Itu perkenalan (ta’ruf), juga konsolidasi serta silaturahmi mengusung tema: Sinergi Baru, Ekonomi Tumbuh, Balikpapan Maju. Sekaligus, tagline itu jadi refleksi dan spirit calon pengurus agar bisa sinergi, kolaborasi, komunikasi, koordinasi dan aksi (5-Si)
DILANTIK
Tonggak sejarah dimulai 8 Juni 2026 mendatang. Seluruh calon pengurus dilantik dan saya boleh membuat akronim atau singkatan KADIN itu dengan Kreatif, Agresif, Dedikatif dan INovatif untuk Kota Balikpapan.
Jika dijabarkan, pengurus wajib kreatif, karena banyak anak-anak muda yang disokong unsur senior untuk menciptakan gagasan positif, agresif menangkap peluang bisnis. Memiliki dedikasi organisasi serta integritas dan inovatif. Tentu, inovatif dalam memanfaatkan transformasi digital karena eranya sudah disrupsi (digitalize).

Semua itu ada di depan mata. Apalagi, tim formatur terdiri dari Noval Asfihani (ketua), Ali Amin, Yuli Shinta Novianti, Soegianto dan Halim Wardhana telah menyusun calon pengurus dan mengusung nama-nama pengusaha muda yang expert di bidangnya.
Sebutlah ada Soegianto (memiliki kapasitas pariwisata dan perhotelan), Bambang Saputra (bidang keuangan dan pengembangan ekonomi), Jundy Danny (bidang investasi luar negeri), Yuli Shinta Novianti (kuliner dan penggerak pengusaha wanita),
Ada juga Harya Bagaswara C Widiyanto, ia adalah anak dari pengusaha Jarot Widiyanto, Distraco Group yang bidang usahanya menasional lewat jaringan kelistrikan dan energi. Tentu, kapasitas Bagas bisa jadi pendorong (trigger) bagi Kadin.
Dari sisi organisasi kepemudaan, ada Andi Welly. Ia mantan Ketua KNPI dan sekarang banyak berkecimpung dalam ‘diplomasi bisnis’ dan sosial kemasyarakatan, Ali Amin yang paham organisasi dan memiliki jaringan bisnis bidang pengamanan dan ketenagakerjaan
Selain itu, ada sosok wanita wonder woman. Ia adalah Sunarti. Cocok sebagai wakil ketua bidang properti. Dia dikenal membangun perumahan Jokowi yang disebut FLPP untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan sebagai Ketua DPD Apersi Kaltim. Baru-baru ini ia berani lantang bicara kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kaitan sistem perizinan berbelit untuk memperjuangkan rumah untuk MBR

Tentu, semua yang jadi calon pengurus totalnya di wakil ketua 25 orang, punya kapasitas dan skill masing-masing. Belum lagi ada komisi tetap (komtap) diisi orang-orang kredibel. Dan, ada pula wajah-wajah baru yang tentu tim formatur sudah mempertimbangkan sebelum memilih
Saya optimis: Jika calon pengurus yang akan jadi pengurus itu benar-benar menjalankan KADIN dalam singkatan di atas, maka Noval Asfihani akan membuat ‘sejarah baru’ di Balikpapan
Calon pengurus Kadin Balikpapan ini bersyukur, sebab punya Noval Asfihani. Tapi ingat, ia sosok yang bekerjanya basis data. Apalagi soal akuntansi dan lainnya. Sehingga, jika mengukur basis kinerja dan dalam kurun waktu tertentu Kadin ‘jalan di tempat’, salah-salah dirinya melakukan reshuffle kabinetnya.
Akhirnya, jika Kadin bekerja superteam, yakinlah maju dan melahirkan kontribusi positif. Dan, paling penting melakukan transfomasi berkelanjutan. Sebab, peluang besar bagi Kadin Balikpapan menanti pengusaha yang berani mengintegrasikan kearifan lokal dengan standar global. Dan, harus kreatif. Karena, kreativitas adalah ‘mata uang’ baru dalam ekonomi modern
Dan, pertumbuhan ekonomi tak bisa dicapai sendirian. Sinergi lintas sektor dari UMKM hingga korporasi besar sangat penting untuk membuka lapangan kerja dan menciptakan kesejahteraan bersama. Itu bisa dilakukan Kadin Balikpapan
Semua bisa dijalankan, atas etos kerja dan berintegritas. Karena, fondasi bisnis yang kuat dibangun di atas nilai spiritual, kejujuran dan integritas yang tinggi. Sebab, pengusaha yang hebat tidak hanya mengejar profit, tetapi menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Selamat dan Sukses seluruh calon pengurus Kadin yang sudah dapat amanah. Ayo, Kadin Balikpapan harus berbuat dan bekerjasama serta sama-sama kerja dan bersinergi dengan Pemkot Balikpapan serta multistakehoders lainnya
Tantangan ekonomi ke depan tidak mudah, namun dengan spirit kolaborasi, yakinlah di tangan Kadin Balikpapan dunia usaha makin kuat. Jadikan Kadin sebagai rumah yang merangkul, menginspirasi dan melahirkan inovasi baru untuk kesejahteraan masyarakat Balikpapan.**
)* Direktur Tintkaltim.Com dan Ketua Bidang Regulasi & Advokasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim












