TINTAKALTIM.COM-Mitigasi kaitan musim kemarau yang bakal terjadi pada bulan April 2026, jauh-jauh hari sudah dilakukan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dengan berbagai cara, sehingga distribusi air bisa dirancang dengan maksimal
Direktur Utama (Dirut) PTMB Dr Yudhi Saharuddin mengatakan hal itu saat hadir di acara open house Idulfitri 2026 di rumah jabatan Ketua DPRD Balikpapan H Alwi Alqadri. Ia sekaligus memberi laporan singkat kepada Alwi.

“Kita akan mitigasi semaksimal mungkin. Selain membentuk tim satuan tugas (satgas) yang selalu siaga, juga akan melakukan rapat dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kaltim,” kata Yudhi yang berupaya kemarau tetap bisa melayani distribusi air bersih kepada pelanggan
BWS harus ‘digandeng’ PTMB, karena waduk merupakan infrastruktur strategis dalam pengelolaan sumber daya air. Dan, Waduk Manggar yang jadi andalan PTMB menjadi kewenangan BWS jika harus mendistribusikan air dalam level tertentu
Di tahun-tahun sebelumnya, BWS mematok posisi level 7 meter air waduk tak boleh dilakukan pengolahan. Dikahwatirkan terjadi sedimentasi yang bisa mengangkat lumpur. Tetapi, bagi PTMB posisi 7 meter masih dapat dinegosiasi untuk tetap air baku itu diolah
“BWS memang memiliki kewenangan kaitan waduk. PTMB itu operator yang nanti mengatur kondisi air bersih ke pelanggan. Semoga saja kemaraunya tidak terlalu panjang. Sebab, ramalan BMKG masih ada hujan turun. Karena, Kaltim ini anomali cuaca sering terjadi,” jelas Yudhi

Menurutnya, tim PTMB akan dibentuk. Tentu, tugasnya nanti akan mengatur distribusi air yang melihat kondisi waduk. Sehingga, pembagiannya bisa lebih merata.
“Kita nanti akan membagi seperti tahun sebelumnya. Jadi, mohon maaf jika kemarau terjadi maka tak ada yang 24 jam mengalir dan harus dibagi,” kata Yudhi
Disebutkannya, pelanggan jauh-jauh hari juga harus melakukan antisipasi dengan menyiapkan bak penampungan. Karena, jika air tak mengalir maka bisa memanfaatkan bak penampungan yang diisi saat air mengalir.
“Itulah perbedaan air baku di Kota Balikpapan dengan daerah lainnya. Sebab, kita tidak memiliki sungai yang terintegrasi langsung ke waduk airnya untuk diolah,” kata Yudhi. (gt)













