TINTAKALTIM.COM-Sopir sehat itu wajib. Juga syarat kelayakan mengemudi. Untuk mengetahuinya, jajaran Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan, melakukan test urine kepada para sopir yang melayani Terminal Batu Ampar dari sejumlah tujuan. Hasilnya, semua negatif dari penggunaan obat terlarang khususnya narkoba.
Test urine itu, dilakukan di Terminal Tipe A Batu Ampar di bawah pengelolaan Balai Pengelola Transporasi Darat (BPTD) Kaltim. Juga dilakukan di area ‘tetangga’ Terminal Tipe C (angkot) dan trayek bus Balikpapan City Trans (Bacitra) yang dikelola Dishub Balikpapan

Total puluhan sopir melakukan test urine dari dua tempat berbeda. Seluruhnya negatif setelah petugas menggunakan alat rapid test multi obat yang alatnya tertera dua huruf C dan T.
“C itu control atau garis control yang berfungsi untuk memastikan bahwa alat tes berfungi dengan benar dan volume sampel digunakan sudah cukup,” kata Ketua Tim Pelaksana Test Urine Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Agus Iriansyah yang mengecek dan memeriksa seluruh sampel urine sopir

Sopir yang membawa tempat urine, masuk toilet. Lalu menyerahkan kepada petugas. Saat itu juga ditest menggunakan alat multi obat
“Ini bagian tugas dari DKK dan Dishub serta BPTD Kaltim Ditjen Hubdat Kemenhub untuk memastikan sopir bebas dari narkoba. Sehingga, ketika mengemudi membawa penumpang aman,” kata dr Agus Fitriansyah

Rapid test yang digunakan dr Agus sangat sederhana dan cepat. Urine yang sudah ada dalam wadah, dicelupkan alat itu. Kode huruf C dan T adalah indikator utama untuk membahaca hasil test.
“Garis C itu menunjukkan apakah alat test berfungsi dengan benar. Dan, garis warna harus muncul di area C setelah urine diteteskan atau alat dicelupkan,” jelas dr Agus

Ketika garis itu tidak muncul katanya, maka terjadi invalid atau gagal pemeriksaan. Dan di huruf T juga harus muncul garis panjang yang menunjukkan hasil deteksi obat dalam urine. Ternyata, rata-rata hasil test urine sopir negatif. Itu terlihat muncul garis merah muda di area T
“Nah yang Anda lihat ini dua garis di C dan T dan muncul dua garis itu menandakan yang ditest urine tadi negatif. Tetapi, jika hanya muncul satu garis di area C misalnya, maka itu pertanda yang diperiksa positif,” urai dr Agus

Jika positif, maka petugas baik BNKK dan DKK akan merekomendasi kepada pimpinan dan kelompok kerja, apakah akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Prinsipnya kita melakukan pengawasan terus. Jika bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Banjarmasin, sudah ditest di daerah asal. Bahkan, DKK dan BNKK juga melakukan test urine di masing-masing pool bus seperti jalur dari Balikpapan-Banjarmasin, Pulau Indah misalnya,” jelas dr Agus yang sering menjadi pembicara mensosialisasikan bahasan narkoba dan Penyakit Tidak Menular (PTM) ini.
Agus mengatakan, ke depan dalam pemeriksaan keselamatan (rampcheck), seharusnya juga menyertakan hasil pemeriksaan hasil tes urine bahwa driver atau sopir bebas dari narkoba.

“Mungkin nanti bisa dikolaborasi dengan pihak terminal dan BPTD Kaltim serta dishub. Sehingga, selain aman kendaraannya juga aman pengemudinya,” kata dr Agus
Di sisi lain, dalam kaitan mudik Idul Fitri, dr Agus berpesan kepada seluruh sopir bus untuk menjaga kesehatan. Jangan sampai kondisi fisik lelah tetap membawa bus. Apalagi mengantuk
“Waspada kalau sopir kurang tidur. Apalati tidak tidur lalu membawa kendaraan. Ini bisa terkena tidur sejenak saat berkendara (microsleep) dan tiba-tiba terjadi kecelakaan,” ingat dr Agus. (gt)













