TINTAKALTIM.COM-Wujud sinergi memakmurkan masjid, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC) merangkul ketua-ketua RT yang berada di sekitar masjid. Tujuannya, tak hanya masjid jadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat sosial dan pemberdayaan masyarakat

“Sinergi ini membangun kedekatan antara pengurus masjid dan warga serta meningkatkan partisipasi aktif jamaah,” kata Ketua Harian Badan Pengelola BIC Muhammad Andi Yusri saat silaturahmi dengan ketua RT di Kelurahan Gunung Bahagia sekaligus dialog yang mengusung tema Harmoni Memakmurkan Masjid, Mewujudkan Balikpapan Madinatul Iman di Aula BIC, Minggu (18/1/2026)

Acara dibuka dan dipimpin Sekretaris Badan Pengelola BIC Bambang Saputra itu, dihadiri Lurah Gunung Bahagia Linda Anggraini, Wakil Ketua Bidang Idarah Mustaqim Lc MM, Kepala Sekretariat BIC Achmad Idris, jajaran badan pengelola dan undangan lainnya

Dalam pertemuan penuh kekeluargaan tersebut, banyak curahan hati (curhat) ketua RT terkait berbagai hal baik pengembangan ekonomi, lingkungan masjid yang bersih sampai masjid jadi public space tetapi tetap mengindahkan kaidah syar’i

“Masjid Islamic Centre ini jika weekend jadi sarana olahraga. Bagaimana kebijakan masjid tentang adanya warga yang berolahraga tetapi pakaiannya tidak syar’i. Ini perlu diperhatikan,” kata Sonny, Ketua RT 55 Kelurahan Gunung Bahagia
Bukan itu saja, Sonny juga meminta adanya varian buku-buku Islam di perpustakaan BIC, sehingga jadi tempat pendidikan dan khazanah keilmuan jamaah sambil menunggu salat berjamaah

“Perlu adanya pengembangan ekonomi syariah lewat kegiatan penguatan dan workshop ekonomi syariah juga. Sehingga, dapat linier dengan tugas masjid,” kata Sonny yang menambahkan pelatihan bekam juga penting
Ketua-ketua RT saling bergantian menyampaikan input seperti Widodo (RT 31), M Ramli (RT 48), Maryanto (RT 56), Sutisna (RT 33), Hadi Suwito (RT 46), M Thalib (RT 59), Andi Maulana (RT 43), Achmad Gazali (RT 20), Subiandono (RT 53) yang semuanya ditampung jajaran badan pengelola

Dialog dan masukan ketua RT misalnya, agar ada ambulan atau mobil jenazah sehingga dapat membantu warga sekitar masjid jika memerlukan. Termasuk, bagaimana pembersihan halaman masjid yang pekarangan dan rumputnya sudah meninggi
Tak hanya itu, Sutisna pun menyebutkan agar masjid jadi pusat pemberdayaan umat sehingga umat sejahtera, bukan DKM-nya saja. Sebab, fungsi masjid itu harus sejalan dengan misi Rasulullah SAW. Saat tiba di Madinah (hijrah) pertama mendirikan masjid dan pasar

“Sebab keduanya pondasi peradaban Islam yang menyeimbangkan kebutuhan spiritual dan ekonomi umat. Tapi, pasarnya menerapkan prinsip kejujuran, keadilan dan lainnya,” kata Sutisna
Sutisna memberi ilustrasi, masjid itu paling dicintai Allah dan pasar dibenci Allah. Maknanya, masjid tempat mulia dan pasar bisa terjadi kecurangan, sehingga anjurannya waspada. “Pemberdayaan ekonomi umatnya harus basis kejujuran jika dikembangkan di BIC,” urainya
UPT DAN DKM
Sementara itu Andi Yusri menegaskan, sangat merespons positif gagasan ketua-ketua RT. Ke depan, BIC dirancang menjadi ekosistem dan pemberdayaan umat dalam berbagai bidang

“Semua masukan menarik. Tetapi, hampir 90 persen terkait dengan kewenangan Unit Pelaksana Teknis (UPT). Karena, pengelolaan BIC selain UPT juga Badan Pengelola (pengurus). Hanya, semua kita akan bahas bersama masing-masing bidang,” kata Andi Yusri

Misalnya, soal pemangkasan rumput, aturan warga yang masuk ke lokasi harus disiapkan standart operating procedure (SOP) wilayah syar’i serta pembenahan lainnya.

“Percayalah bapak-ibu sekalian, Badan Pengelola dan UPT akan bekerja dan membenahi BIC sesuai dengan usulan yang mengemuka. Tetapi, semua perlu waktu,” kata Andi Yusri
Disebutkan Andi Yusri, UPT dan DKM akan responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekitar dan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengembangkan fungsi dengan menata masjid mendukung berbagai aktivitas
Masukan lainnya, agar masjid juga melakukan pendataan dan memiliki data base kaitan mustahik, sehingga penyaluran Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) tepat sasaran yang berada di sekitar masjid. Selain, pengembangan informasi yang digitalize menggunakan berbagai platform digital

“Kita akan tindaklanjuti. Misalnya pendataan atau data base. Termasuk, pengembangan informasi dan komunikasi yang nanti akan dibahas dan dikembangkan lebih mengarah pada Pusat Peradaban Masjid Digital bidang Infokom,” tambah Bambang Saputra
Sementara Achmad Idris mengatakan, sejumlah usulan ketua RT sebagian sudah diakomodir, khususnya di dalam pemberdayaan ekonomi umat. Masing-masing RT digilir mendapatkan ‘jatah’ kuliner melayani jamaah
“Insya Allah, kita terus kembangkan. Sambil melakukan penataan dan mendata kembali UMKM yang bisa selaras dengan kebutuhan masjid,” kata Achmad Idris. (gt)













