TINTAKALTIM.COM-Dia wanita, tapi memimpin wilayah kecil di Kompleks BTN Gunung IV Kelurahan Margomulyo Balikpapan Barat. Sempat dijulukin Wonder Woman 39. Dialah Neneng Zuleha alias Ipon, Ketua RT 39. Terpilih lagi menjadi ketua RT untuk periode 5 tahun ke depan 2026-2031, jadi sudah 4 periode

Proses pemilihan berjalan demokratis. Dihadiri perangkat kelurahan yakni Lurah Aris Yanuar Wibowo, termasuk pilar keamanan ketertiban di masyarakat (kamtibmas) Henny Sulistyo yang biasa disebut bhabinkamtibmas dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Munawar

Ipon mendominasi mayoritas suara. Dari 53 warga yang hadir, ia mengantongi 45 suara. Rivalnya Jumria Ashari, istri Ashari Abbas meraup 7 suara. Tetapi, proses pemilihan ketua RT berjalan penuh kekeluargaan dan dilakukan lewat pemungutan suara (voting). Proses pemilihan dipimpin Ketua Panitia Pemilihan H Sugito SH dibantu Ali Umbri, Hendra Winardi, Iwan Iman, Andi Tarsinah, H Rahmadi dan Hellen

Memang, perempuan jadi ketua RT itu tak aneh. Perempuan jadi RT biasanya diakui kinerjanya oleh warga. Punya kekuatan karena sering menghadapi tantangan fisik seperti melahirkan, dan unggul dalam berbagai bidang. Tegas, tapi dibalut kelembutan. Berkat Bu RT itu biasa masalah selesai

Predikat Wonder Woman cap bagi wanita termasuk Ipon. Setiap wanita bisa menjadi wonder woman sesuai kapasitas masing-masing. Nilai perjuangan (struggling)-nya diwujudkan dan jadi nilai tambah
Ipon pun memiliki nilai plus dalam merajut persaudaraan. Kendati setiap manusia juga punya nilai min, biasanya lewat karakter yang sering dimaklumi

“Bu Ipon itu sering melakukan kegiatan sendiri. Misalnya berkeliling kompleks menarik iuran jaga malam. Itulah caranya berinteraksi dengan warga sambil menyampaikan pesan-pesan khusus. Wonder Woman memang,” kata Iwan Iman yang jadi anggota panitia pemilihan ketua RT 39 di Kompleks BTN Gn IV
Ipon perempuan yang menjalankan kesetaraan gender. Memimpin suatu lingkungan tak harus laki-laki. Sebab, menjadi ketua RT bukan pekerjaan mudah. Terkadang, ia jadi tempat penampungan keluh kesah warganya. Belum lagi ada warga memiliki masalah hukum atau menghendaki fasilitas perbaikan lingkungan yang harus diperjuangkan

Ipon dikenal dan ada yang membuat asumsi ‘perempuan cerewet’. Tapi, dibalik sikapnya itu menghasilkan lingkungan yang lebih baik, bersih dan warganya harmonis karena ada ketulusan dan ketegasan dalam memimpin
Cerewet tapi disenangi, karena ada bumbu dan niat baik. Terbukti, raupan perolehan suaranya melebihi 50 persen plus satu dari jumlah kepala keluarga (KK) yang hadir.

Ipon jika sudah berjuang berani protes, tetapi itu dilakukan demi warganya. Soal PJU, keamanan, kebersihan terkadang urusan konflik rumah tangga, semua harus diatasi
Ipon juga merajut komunikasi dengan penyelengara negara seperti Ketua DPRD Balikpapan H Alwi Alqadrie dan Ketua DPRD Kaltim H Hasanuddin Mas’ud serta istri Walikota Balikpapan Hj Nurlena. Dan, ia pun dipercaya menjadi Wakil Ketua PKK Kelurahan Margomulyo, mendukung ketuanya istri lurah
RUKUN
Lurah Margomulyo memberi apresiasi atas proses pemilihan Ketua RT 39 Kompleks BTN. Ia pesan, warga menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan di Margomulyo. Karena, pemerintah tak bisa kerja sendiri tanpa dukungan warganya
“Sebenarnya berakhirnya periode kepengurusan Bu RT 39 pada Mei 2026. Hanya, semua dipercepat karena akan ada pelantikan kolektif oleh Walikota Balikpapan Dr Rahmad Mas’ud SE ME,” ujar Aris

Munawar pun memberi pesan penting. Ia meminta warga menjaga keamanan. Terlebih juga memperhatikan lingkungan. “Jalan kita di kawasan Tepian sudah mulus (dihotmix). Tetapi, waspada karena sudah ada sejumlah warga celaka,” pinta Munawar
NYARIS AKLAMASI
Saat penjaringan calon ketua RT 39, panitia sempat meminta usulan agar ada yang mencalonkan diri atau dicalonkan. Tak muncul calonnya hingga beberapa menit dan ada yang menduga nyaris aklamasi
Tiba-tiba, Jumria Ashari acung tangan. “Saya siap maju jadi ketua RT,” katanya. Suasana jadi seru, sebab warga malu-malu dan ada perasaan enggan mencalonkan diri
Wajar! Bisa jadi melihat tanggung jawab ketua RT luas bukan hanya terkait administrasi warga, keamanan, ketertiban. Tapi, juga menyelesaikan masalah sosial dan jadi jembatan warga dengan pemerintah. Sehingga, menyita waktu dan energi
Kandidat saat itu baru satu calon Jumria Ashari. Tiba-tiba di bagian belakang Neneng Zuleha menyatakan diri jadi calon. Sehingga, calonnya menjadi 2. Jumria Ashari nomor urut 1 dan Neneng nomor 2.
H Nursalim SKM mengejutkan undangan yang hadir memenuhi Aula Masjid Asy-Syifa. Ia acung tangan, sontak warga mengira ia mencalonkan diri. “Bukan saya, tapi saya mengusulkan Pak Sugianto,” kata Nursalim menunjuk Sugianto di depannya. Praktis, Sugianto wajahnya ‘merah padam’ . “Nggak nyalon saya. Nggak sanggup,” kata Sugianto gugup
Tetapi, secara keseluruhan proses pemilihan ketua RT yang dipandu juga pembawa acara Andi Tarsinah SPd berjalan lancar. Sekretaris panitia H Ali Umbri menghitung suara dari voter (pemilih). Dukungan ke Ipon sudah terlihat sejak awal mendominasi yang langsung meroket 15 suara. Sementara Jumria belum satu pun.
“Hidup Bu Neneng. Menang sudah dan jadi lagi ketua RT,” ungkap warga dari belakang. Saat sambutan kemenangan, Ipon pesan kaitan gotong-royong.
“Tolong ya hadir kalau gotong-royong demi lingkungan kita juga,” pintanya singkat. Selamat Bu RT, ditunggu komposisi kepengurusannya sebagai formatur tunggal. (gt)













