TINTAKALTIM.COM-Awas infeksi! Jadi pelajarilah industri kuku dan sulam tato yang sehat, profesional dan higenis. Edukasi itu akan dibahas dalam acara talk show di E-Walk Pentacity Balikpapan Super Block (BSB), Sabtu (25/10/2025) sore ini mulai pukul 15.00-16.00 Wita

“Penerapan standar kebersihan dan keselamatan yang ketat itu juga dari penggunaan produk berkualitas serta pengetahuan. Karena, jika tak sehat risikonya infeksi, alergi atau penyakit serius lainnya,” kata Ketua Umum Perkumpulan Industri Kuku Indonesia (PIKI) Betti Tatar SE terkait industri kuku dan sulam tato yang higienis nanti dibeber dalam talk show
Karena penting, Betti yang bakal tampil jadi narasumber mewakili PIKI dan juga sebagai Pengawas Perkumpulan Industri Sulam Tato Indonesia (PISTI) ini, juga menghadirkan narsum Pengawasan Farmasi dan Makanan Ahli Muda Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indah Widiarini S Farm Apt dan Iptu Hendi Nur Panit Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim

Dijelaskan Betti, talk show lebih banyak memberi edukasi ke masyarakat agar mengetahui produk legal dan juga memiliki sertifikasi. Makanya, BPOM dihadirkan dan menjelaskan bahayanya jika aspek kebersihan dan sterilisasi tak dijaga serta menggunakan produk yang ‘KW’ (tidak orisinal)
“Sekarang ini kan beredar produk yang tentu tak memiliki standar dan sertifikasi. Konsumen biasa menggunakan karena murah. Ingat, itu sangat berbahaya. Apalagi, alat-alat yang bersentuhan dengan kulit atau darah tidak steril,” kata Betti.

PIKI katanya, organisasi baru dan berbadan hukum Nomor SK: AHU-0002264.AH.01.07 Tahun 2025 dari Kemenhkum HAM, menjadi asosiasi untuk menyatukan dan memberdayakan seluruh profesional nail artist Indonesia untuk mencapai standar industri kuku yang berkualitas global
“Makanya, jika bergabung ke PIKI banyak manfaatnya bisa akses ke program pelatihan & workshop, berpartisipasi dalam expo dan event lokal dan nasional, diskon promo khusus, sertifikasi profesional, advokasi dan dukungan serta membangun networking komunitas,” urai Betti Tatar, istri dari pejabat Polda Kaltara Brigjen Tatar Nugroho ini.
Karena katanya, PIKI bertanggungjawab terhadap produk kuku, salon yang sehat dan harus menggunakan produk merek terpercaya tidak mengandung bahan kimi berbahaya apalagi ada produk yang dilarang
“Termasuk sulam tato pun harus aman. Dan, wajib disetujui oleh otoritas kesehatan dan bukan berasal dari sumber yang tidak jelas. Jika tidak steril akan infeksi dan menimbulkan penyakit,” kata Betti yang anaknya membuka salon kuku (nail art) B&B Nail Art Studio di kawasan Grand City Balikpapan ini.
Makanya, PIKI dan PISTI kata Betti, berperan penting dalam menetapkan dan mengawasi standar industri kuku serta sulam tato dan membantu mengembangkan dan mempromosikan praktik terbaik serta pendidikan bagi para teknisi sehingga meningkatkan reputasi industri secara keseluruhan bahkan global

“PIKI menggelar talk show ini karena awarenes masyarakat harus dibangun agar tak hanya berorientasi bisnis semata. Tapi, sisi keamanan, kesehatan dan kualitas pun perlu dijaga,” ungkapnya
Karena katanya, salon kuku dan sulam tato sangat digandrungi kalangan Generasi-Z atau milenial wanita, tetapi PIKI dan PISTI harus memberi edukasi agar profesional dan memilih produk yang legal serta steril.
Kehadiran Subdit Indagsi (Industri, Perdagangan dan Investasi) Polda Kaltim katanya, bersinggungan dengan industri kuku dan sulam tato tadi. Nanti, ada penjelasan mana yang melanggar dan tidak. “Kalau produk ilegal tentu kan bisa masuk ranah pidana. Apalagi berdampak bagi konsumen jadi infeksi dan sakit. Sehingga, kita hadirkan narsum Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim. Ayo ikuti talk show dan ajak keluarga agar mendapat pengetahuan tentang industri kuku dan sulam tato dengan hadir di E-Walk BSB sekalian liburan,” pungkas Betti. (gt)













