TINTAKALTIM.COM-Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim Ny Maria Renhard selalu memberi kesan inspiratif jika bertemu pengurus dan anggotanya dalam suatu acara. Kali ini, rajutan silaturahmi dibalut lewat senam berirama goyang Maumere dengan iringan musik yang khas.

Tetapi, goyangan senam itu juga dipadu irama khas Minang yang disuarakan Ria Amelia berjudul Mudiak Arau dan disusul lagu Tamang Pung Kisah lagu asal Maluku dan I Love You dari Happy Salma. Irama musiknya senam low impact atau senam yang gerakannya lambat dan ringan serta tidak banyak menggunakan banyak pergerakan.
Ibu-ibunya banyak yang larut dengan lagu itu. Di depan, Ny Renhard sambil nge-round bertindak sebagai instruktur. Tetapi, karena senamnya first time alias baru pertama kali, ada juga ibu-ibunya yang ‘gerak apa adanya’. Boleh dimaklumi, tetapi diyakini ibu-ibunya pasti lancar jika senam jadwal setiap bulan pukul 15.00 Wita yang disepakati dilakukan rutin.

Senam itu hanya sebagai media silaturahmi dan untuk juga kesehatan. Setelah itu, Ny Maria Renhard menyampaikan pesan penting. Agar anggota DWP menanamkan karakternya dengan ‘3 Kata Ajaib’.
Ketiga ‘Kata Ajaib’ itu adalah Tolong, Maaf dan Terimakasih. Ketiganya bagian dari pola pengembangan komunikasi dalam mengembangkan sosio-emosional seseorang. Kata-kata itu sederhana tetapi memiliki dampak besar dalam kehidupan.

“Camkan dan selalu dilakukan ya ibu-ibu dalam kehidupan sehari-hari. Di kantor, di lingkungan masyarakat. Maka, kebahagiaan itu bakal terwujud lewat 3 kata itu,” kata Ny Maria Renhard.
Media ini pernah mendengar ‘3 Kata Ajaib’ ini dari seorang motivator terkenal Andrie Wongso. Ketiganya memiliki dampak terhadap keluarga, sahabat dan teman kerja. Kata Tolong misalnya, mudah. Tetapi, ketika minta bantuan seseorang dengan ungkapan tolong tentu implikasinya besar. Seolah, tidak terkesan memerintah.

Maaf! Kata ini paling sulit diucapkan, karena manusia itu punya ego. Jika bersalah atau tidak. Jika mendahului kata maaf, maka rasa ego itu pun hilang. Dan itu kata bukan merendahkan dan takut. Tetapi, tanggung jawab atas kesalahan yang dibuat.
Demikian juga Terimakasih. Banyak, bantuan terkadang dari siapapun yang menolong gerak perjalanan hidup kita. Tetapi, kita lupa mengucapkan terimakasih. Katanya sederhana tetapi implikasinya dahsyat.
Ny Renhard Ronald dalam memimpin DWP BPTD Kaltim ini lebih humble. Ia merangkul semua elemen pegawai ibu-ibu. Dan, ‘3 Kata Ajaib’ itu rasanya menjadi pesan kunci dalam hidup-kehidupan jajaran anggota yang dijadikan media pula untuk silaturahmi.

“Terus semangat ya ibu-ibu. Dukung terus suami dalam mengembangkan BPTD Kaltim. Sebenarnya kita hanya ‘orang di luar BPTD Kaltim’ yang tidak struktural. Tetapi, peran kita memberi semangat para suami dan baik bekerja mendukung kebijakan pula BPTD Kaltim dalam program suami,” pungkas Ny Maria Renhard yang di acara akhir harus mempersilakan pengurus untuk mengguncang arisan.

Di kegiatan itu pula, DWP sebenarnya ada kegiatan sosial internal. Sifatnya, donasi tetapi Ny Renhard meminta media ini tidak melakukan ekspose. “Lah nanti kan pahalanya hilang. Padahal, kita semua sudah ikhlas,” pintanya.
Menariknya di program arisan, yang diguncang setiap bulan ada 10 penerima. Dan, masing-masing bisa mendapatkan nyaris Rp1 juta karena anggota DWP BPTD Kaltim mencapai 100 orang. Asyik. Sukses DWP dan semangat dalam bekerja dan ikut memberi spirit seluruh anggota. Apalagi dapat arisan tepat weekend, wah bisa jadi ‘amunisi’ membahagiakan keluarga. (gt)













