TINTAKALTIM.COM-Sudah 6 bulan berjalan. Warga di RT 38 dan 39 Kelurahan Margomulyo Balikpapan Barat konsisten menyalurkan bantuannya (donasi) untuk sedekah. Mereka mengisi celengan di tiap-tiap rumah lewat program Bersedekah Seribu Sehari (Berseri) dan Jimpitan Amal Terindah (Jimat). Warga yakin, sedekah menolak musibah

Setiap bulan, warga ikhlas untuk mengumpulkan uang receh lewat penyisihan uang koin dan kertas (kartal). Juga beras yang diisi di celengan gantung depan rumah. Ada juga nominalnya besar seperti kelipatan uang merah seratus ribuan.

Sedekah itu juga mengajarkan anak. Ketika Tim Jemput Sedekah ngider secara door to door, justru orangtuanya yang meminta anak menyerahkan ke tim. Mereka menjadikan, kedua program itu media pendidikan anak belajar sedekah

Sejak pukul 09.00 Wita, tim penjemput sedekah atau ngider yang terdiri dari Trio Ngider Ny Nani Siswanto, Ny Narta dan Ny Hj Yetty Prayitno sudah bergerak. Menyisir satu per satu rumah warga.

Terkadang menemui rumah terkunci dan penghuninya tak di tempat. Saran dari tim, jika ada celengan diisi saja beras atau uang seikhlasnya. Sehingga, tim tinggal mengambilnya.

“Mohon maaf, kita terkadang mengucapkan salam kepada penghuni berkali-kali sebagai wujud izin memasuki pekarangan. Tapi, terkadang penghuni tak di tempat. Nah, jika celengan sudah terisi, tentu tinggal diambil,” kata Ny Nani Siswanto dibenarkan Ny Narta dan Ny Yatty Prayitno

Demikian halnya menurut Sekretaris Masjid Asy-Syifa H Ali Umbri, untuk memudahkan tim memang jika penghuni tak di tempat, celengan bisa diisi. “Terkadang kita maklum ada yang lupa. Karena tanpa paksaan tak masalah,” kata Ali Umbri

Celengan warga diambil. Nominalnya tanpa paksaan. Justru, ketiga ibu Trio Ngider itu daya jangkau area pengambilannya diperluas. Saat itu hanya bagian atas, sekarang masuk ke kompleks perumahan wilayah tengah

Dana yang terhimpun, disimpan di Bendahara Masjid Asy-Syifa Hendra Winardi. Karena, ini awalnya jadi program masjid yang juga membantu kas masjid termasuk untuk kepentingan sosial dan ekonomi

“Kami sampaikan, dana itu ada di Kas Berseri & Jimat. Yang sudah terkumpul disalurkan ke warga lewat beragam kepentingan seperti membantu orang sakit, sosial dan ekonomi,” kata Hendra Winardi yang biasa disapa Ahok ini.
Misalnya, memberi bantuan orang sakit dan lainnya. Dan, menurut Hendra jika warga ada keperluan yang memenuhi syarat menurut tim, bisa dibantu. Apalagi dia adalah orang yang berhak menerima sedekah (mustahik)

Sedekah sudah jadi gaya hidup. Dan uluran tangan warga pun ringan. Bahkan, Hj Frida Hardi Sulung setiap bulan selalu minta dananya ‘dijemput’ di rumah

Selain cash lewat celengan atau sedekah langsung ke tim seperti Yadi, Supono, H Hasyim Hisyam, ada pula yang lewat non-tunai (cashless) dengan menggunakan dompet digital (mobile banking) dan bayarnya via QRIS.
“Saya membayar seperti biasa tiap bulan, gunakan QRIS,” kata istri dokter Dedy warga RT 38 yang menyetor sedekahnya Rp100 ribu ketika tim berkunjung ke kediamannya di RT 38

Ketua RT 38 M Sihombing dan RT 39 Neneng Zuleha (Ipon) pun berterimakasih kepada warganya yang ikut sedekah. Pihaknya juga akan koordinasi kepada tim jika ada warga yang sakit dan perlu dibantu.
“Tetapi, kalau rajin sedekah Insya Allah jarang terkena musibah. Semoga dana sedekah bisa bermanfaat untuk warga,” kata Sihombing yang telah mualaf ini.
TOLAK MUSIBAH
Banyak niat sedekah dari warga. Selain membukakan pintu rezeki, menghapuskan dosa juga jadi perisai pelindung diri dari berbagai musibah.

“Ada hadist yang menyebut, bahwa orang yang bersedekah itu tak akan terkena musibah. Semoga warga BTN terhindar dari ragam bencana,” kata H Rahmadi yang menyerahkan sedekahnya dengan membaca selawat.

Menurut Hendra, dana sedekah warga BTN saat ini sudah terkumpul berkisar Rp26 juta lebih dan digunakan juga untuk membantu warga yang sakit
“Dana warga kembali ke warga. Prinsipnya, keperluannya jelas bisa menghubungi tim untuk dibantu. Tentu, harus dikonsultasikan ke tim,” kata Hendra yang melakukan penghitungan sedekah dibantu Iwan Iman untuk bulan Juli 2026 dan berhasil terhimpun Rp3.528.600 (tiga juta limparatus duapuluh delapan ribu enam ratus rupiah) dari uang koin, kertas dan beras (jimpitan) serta via QRIS. Barakallah! (gt)











