Catatan: Sugito *)
TINTAKALTIM.COM-Politik detik per detik berubah. Bahkan, jika bicara Suksesi Balikpapan tentu waktunya masih relatif panjang. Tapi, diskusi publik dan jagat dunia maya mulai mencuat dan jadi perbincangan muncul sejumlah figur
Siapakah figur pengganti pasca Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME yang tak akan mencalonkan lagi karena sudah menjabat 2 periode? Walaupun ini baru sebatas wacana, hanya media sosial (medsos) mulai memunculkan cocoklogi figur pasangan ke depan calon walikota dan wakil walikota

Jika mengacu pada jadwal pilkada untuk memilih kepala daerah (gubernur, bupati dan walikota) tidak akan digabung pada 2029 mendatang. Beda sebelumnya, politisi bisa meraup suara dengan sistem paket karena serentak, kini harus berjibaku atau kerja keras lewat pasokan finansial memadai
Ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK), nanti pemilu lokal atau daerah dipisah dan diatur berjarak 2 hingga 2,5 tahun setelah pelantikan pemilu nasional (presiden, DPR-RI, DPD-RI). Jadi, pilkada bisa saja di tahun 2031. DPR-RI manut atas keputusan MK karena secara yuridis putusannya final dan mengikat
Apalagi, berdasarkan putusan MK Nomor 60, syarat lama untuk ambang batas (threshold) pencalonan 20 persen kursi DPRD tidak berlaku lagi. Karena, sekarang berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT). Kota Balikpapan DPT-nya tahun sebelumnya berkisar 500 ribuan. Sehingga, minimal 7,5 persen suara sah sudah bisa nyalon
PELUANG NYALON
Peluang nyalon terbuka dan bisa figur siapa saja. Kalau untuk citra diri nyalon saja, tentu banyak. Hanya, secara legalitas administrasi dan dukungan capital, tentu terbatas orang-orangnya

Itu jadwal dan tiket calon pilkada, diprediksi bisa saja skema opsinya berubah. Tetapi, di Balikpapan genderang suksesi itu sudah mulai ditabuh lewat munculnya figur istri Walikota Hj Nurlena Rahmad SE.
Ibu dari Cindara Rahmad yang nama anaknya jadi korporasi bisnisnya ini, dikenal punya empati yang tinggi di masyarakat dan komunikasinya hangat, apalagi ia sosok Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan dikenal anak muda Balikpapan peduli usaha ekonomi kreatif (ekraf) dan Ketua Tim Penggerak PKK Balikpapan

Ia disebut ibu ideal di rumah tangga, karena penyayang. Bahkan, ia punya modal komunikasi politik sebab publik dunia maya mengenalnya lewat unggahan salahsatu portofolio wadah digital platform instagram (IG)

Hj Nurlena, dikenal punya tim medsos. Sehingga, unggahan foto, video lewat sejumlah fitur dikemasnya dengan konten pribadi maupun aktivitas lapangan yang dekat dengan masyarakat khususnya komunitas wanita. Apalagi unggahannya selalu mendukung program sang suami Rahmad Mas’id (RM)
Ibu PAUD ini konten IG-nya sering muncul dengan busana yang apik dan menunjukkan ibu yang calm lewat atribut nasionalisme seperti ucapan hari nasional yang lebih instagramable

Kadang, juga menyentuh atribut public figure yang tampil dengan berbagai tokoh-tokoh nasional. Sehingga, sisi feminin muncul sebagai sosok yang menjadi citra orientasi keluarga yang unggahannya disukai (followers). Apalagi, dengan sang suami RM, Hj Nurlena kerap tampil dengan metafora cinta dalam kehidupan keluarga
Itu modal politik sangat strategis Hj Nurlena. Ia diperhitungkan menggantikan sang suami. Dan, siapa sosok yang layak mendampinginya, ternyata figur smart dan punya talenta leadership, denyut warga di lapis bawah mengidolakan dan patut diusung jadi duetnya adalah politisi Partai Nasdem H Yono Suherman ST SH MH (c)
LOBI NASIONAL
Yono Suherman duet dengan Hj Nurlena dinilai klop. Apalagi sang suami Hj Nurlena, Walikota Rahmad Mas’ud punya kekuatan komunikasi lobi tingkat nasional. Tokoh-tokoh nasional dan menteri sangat dekat dengan Rahmad dan modal kepemimpinan 3 periode (2 periode walikota dan 1 periode wawali) membuat dirinya punya pendukung mengakar, ditambah soliditas Partai Golkar Balikpapan yang ia pimpin

Ia sosok yang humanis dan tak ingin melakukan ‘konfrontasi’ di jagat sosmed, kendati sahabatnya selalu meminta agar ‘melawan’ jika ia diserang.
“Jangan cari musuh, kalau saya dikritik dan positif nggak masalah. Kalau nggak suka dan buly saya, mereka bahagia, saya ikut bahagia,” ungkap RM yang selalu diutarakan di mana pun. Tentu, kepribadian RM jadi modal citra diri duet Hj Nurlena-Yono Suherman
ENERGI BARU
Mas Yono, –begitu ia disapa–, politisi kelahiran Cirebon 15 November 1975 yang melenting dengan slogan Energi Baru saat masuk ke gedung legilatif ini, karier politiknya jadi modal. Ia langsung menjadi Wakil Ketua I DPRD Balikpapan (pimpinaan) dari Partai Nasdem, memiliki kapasitas teknis dan seorang enterprenuer (pengusaha).
Bukan itu saja, ia sekarang punya skill bidang hukum dan sedang menyelesaikan pendidikan magister hukum. Ia kerap jadi narasumber skala nasional membedah persoalan hukum seperti saat Rakernas Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) di Balikpapan. Yono menunjukkan kualifikasi hukum menjawab gempuran pertanyaan kaitan hukum yang pesertanya para doktor dan profesor hukum.

“Mas Yono itu sosok ramah (humble), dan santun juga cerdas serta mau turun ke masyarakat. Pantaslah kalau disandingkan dengan Hj Nurlena,” kata sahabat Yono, H Jani yang juga pengusaha bidang advertising (billboard) se-Kaltim ini.
Menurut Jani, duet Hj Nurlena-Yono Suherman ke depan jadi pasangan ideal dua keterwakilan. Satu memperjuangkan hak wanita dan satunya politisi yang paham korporasi dan manajemen usaha dan punya leadership. “Wis sangat ideal keduanya,” tambah H Jani
Sepak terjang Yono Suherman juga dipahami koleganya Suko Dudo Leksono. “Mas Yono itu track record-nya positif. Saya sahabat legend-nya sangat paham. Dan kapasitas intelektualnya mengetahui persoalan daerah yang realistis juga solutif,” kata Suko, sahabat Yono yang sama-sama punya hobi gowes ini.
BERMAKNA
Duet dengan Hj Nurlena, dinilai berbagai pihak bentuk ‘keterwakilan bermakna’ sebab mewakili kaum Hawa (perempuan) yang secara elektoral tidak sekadar simbol, tetapi jadi kuota pilkada yang masif kalkulasi politiknya secara grassroots (akar rumput)
Jika kita bicara kursi perempuan apabila dikaitkan dengan kepemimpinan, bisa disebut jadi metafora dan mengatasi disparitas gender dalam politik. Maka, secara kalkulasi matematis, jika duet dengan laki-laki, akan jadi promosi kesetaraan politik Pilkada Balikpapan ke depan dan jadi pertimbangan pemilih (voter)
Ini keputusan politik baru, jika perempuan seperti Hj Nurlena maju ke kancah suksesi Balikpapan. Karena, sejak dulu Kota Balikpapan dipimpin ‘duet macho’ alias pasangan laki-laki. Tentu, akan membuka ruang diskursus kaum feminin karena the first time untuk kepemimpinan perempuan

Jika bicara sosok Hj Nurlena, sepak terjangnya dan citranya terangkat ketika mendampingi sang suami RM, tentu mesin politiknya Partai Golkar. Partai yang memiliki pengkaderan berjenjang termasuk perempuan. Partainya solid, mengantongi 16 kursi di DPRD Balikpapan. Jika gerbong Nasdem bergabung ada 7 kursi. Tentu, overload kalau hanya sekadar syarat pencalonan
Ditambah, Sosok Yono Suherman, dikenal cinta olahraga karena ia ketua cabang olahraga (cabor) taekwondo. Insan beladiri sangat mengenalnya yang mayoritas Gen-Z

“Saya kenal baik Mas Yono. Bismillah, Hj Nurlena-Yono Suherman Insya Allah jadi ke depan. Ini insting saya,” kata mantan Ketua ASITA Kaltim H Eddy Assaniar memprediksi suksesi kepemimpinan Balikpapan ke depan
Hanya, Partai Gerindra yang punya 6 kursi dan figurnya Bagus Susetyo sebagai wawali tentu punya itung-utungan politik ke depan. Koalisinya bisa kemana saja dan masih sangat terbuka. Tetapi, jika head to head kontestasi pilkadanya justru menarik
Hanya, karakteristik pemilih di Balikpapan dan Indonesia umumnya dikenal sangat pragmatis transaksional. ‘Penukaran Suara’ dilakukan dengan finansial. Sehingga, H Jani dan Suko Dudo berkelakar dan berkomentar nada humor menuju pilkada ke depan
Kata keduanya, calon itu sulit maju dan terpilih kalau tidak TAWAKAL yang akronimnya Tak Bawa Bekal. Tapi, kalau pemilih itu semua TAWADU atau Tau Warna Duit. Kendati, ada juga menurutnya pemilih rasional, emosional dan tradisional. Anda pemilih yang mana? Wait and See Suksesi Pilkada Balikpapan.**
*) Ketua Bidang Advokasi dan Regulasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim dan Wartawan












