TINTAKALTIM.COM-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan terus memanfaatkan dana zakat untuk pemberdayaan umat. Salahsatunya kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lewat pengucuran modal
Baznas ingin dana zakat untuk kegiatan produktif dan bermartabat, sehingga harus menyalurkan ke pihak yang bermanfaat di antaranya Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dilakukan simbolis di acara Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 Tingkat Kota Balikpapan di Balikpapan Sport & Convention Centre (BSCC) atau Dome

Acara dihadiri Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME selaku pembina PKK Balikpapan bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kaltim Hj Syarifah Suraidah atau Bunda Harum
Dari Baznas hadir Wakil Ketua IV Baznas HM Jailani dengan sejumlah staf, pengurus dan kader PKK, penerima manfaat serta undangan lainnya

“Baznas Balikpapan salurkan bantuan modal kepada 37 penerima manfaat dari PKK, setiap penerima dibantu Rp3.000.000 yang totalnya Rp180 juta,” kata Ketua Baznas Kota Balikpapan Abdul Rosyid Bustomi sambil menambahkan bantuan diberikan kepada mereka yang memenuhi persyaratan khususnya legalitas usaha
Menurut Bustomi, bantuan modal usaha sebagai salah satu wujud pendayagunaan dana zakat agar kemandirian ekonomi masyarakat tumbuh dan lebih penggunannya bermartabat

“Bermartabat itu konsep pengelolaan zakat yang profesional, transparan dan tepat sasaran untuk mengangkat harkat hidup mustahik (penerima zakat),” kata Bustomi
Selain itu, langkah Baznas Balikpapan juga mendorong kemandirian ekonomi umat melalui lembaga resmi. Dan, untuk modal usaha UMKM itu untuk pemberdayaan
“Baznas Balikpapan bersama seluruh komisionernya dan staf bekerja dana zakat mermartabat itu diupayakan mengakhiri siklus ketergantungan yang oputnya memindahkan mustahik dari kategori penerima menjadi pemberi (muzaki),” jelas Bustomi

Dan katanya, dana zakat yang dihimpun dari masyarakat disalurkan melalui program produktif agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para penerimanya
Tambahan modal itu kata Bustomi, dapat dimanfaatkan untuk membeli bahan baku, menambah persediaan barang, melengkapi peralatan produksi, memperbaiki kualitas dan kemasan produk, maupun memperluas pemasaran termasuk meningkatkan pendapatan.
UMKM di lingkungan PKK katanya, memiliki peranan penting dalam memperkuat perekonomian keluarga. Berbagai jenis usaha yang dijalankan, mulai dari kuliner, kerajinan, perdagangan hingga jasa. Tak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemandirian.
PKK dengan jaringan kepengurusannya hingga tingkat kelurahan dan lingkungan memiliki posisi strategis dalam mendampingi keluarga.
“Melalui jaringan tersebut, program pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas serta membantu memastikan dukungan diberikan kepada pihak yang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk mengembangkan usaha,” ujarnya
Sinergi lanjutnya, antara Pemerintah Kota Balikpapan, TP PKK, dan BAZNAS Kota Balikpapan menjadi bagian penting dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tepat sasaran. Kolaborasi tersebut diharapkan terus diperkuat sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usahanya.
Disebutkan Bustomi, Baznas Kota Balikpapan berharap bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara amanah, tepat guna, dan produktif.
Para penerima juga diharapkan mampu mengelola keuangan usaha secara tertib, memisahkan modal usaha dari kebutuhan pribadi, serta terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen.

Selain PKK katanya, juga diserahkan bantuan modal untuk 23 UMKM umum. Dan ini bukan hanya kegiatan sekali tapi sudah berkali-kali
Sementara itu, Jailani menambahkan bahwa bantuan zakat dari Baznas Balikpapan tidak hanya melihat kekurangan (kemiskinan), tetapi juga potensi dan keterampilan yang dimiliki mustahik untuk dikembangkan.
“Makanya kita juga membantu program pemerintah dalam menanggulangi pengangguran. Setelah 100 orang dilatih pendidikan dasar (diksar) satuan pengamanan (satpam), dalam waktu dekat juga melatih lagi 100 calon satpam untuk kualifikasi gada pratama. Ini memiliki kompetensi dan bersertifikat dan dipekerjakan,” ujar Jailani. (gt)











