• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Thursday, November 5, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

PKDN Karhutla, Sespimti-36 Mitigasi untuk Legacy (Berbasis Problem Solving, Menuju ‘Pecah Bintang’)

by admin
September 21, 2026
in Kanal
0 0
0
PKDN Karhutla, Sespimti-36  Mitigasi untuk Legacy (Berbasis Problem Solving, Menuju ‘Pecah Bintang’)

LEGACY: Kapolda menyerahkan cindera hati kepada Kombes Donny didampingi Irjen Sabilul dan Irjen Joko saat digelarnya FGD

0
SHARES
42
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Catatan: Sugito *)

TINTAKALTIM.COM-Di kalangan institusi polri, sebutan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi atau Sespimti sudah lumrah serta jadi angan-angan perwira baju coklat. Pesertanya yang kerap dilabelisasi dengan  peserta didik (serdik) ibarat masuk wadah laboratorium pendidikan.

Mereka ditempa melalui proses pendidikan, pelatihan dan penggemblengan sangat keras dan penuh tantangan untuk dibentuk menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter mulia

Serdik Sespimti, ditempa menuju jabatan Pati

Ibarat mitos kisah pewayangan Gatotkoco, seolah mereka masuk dalam tempaan kawah candradimuka dan keluar sebagai perwira yang memiliki idiom otot kawat, balung wesi. Itu metafora menggambarkan begitu mereka tahan banting untuk meraih prestasi dan akhlak yang baik serta terpuji

Aktivitas itu dilakukan peserta didik (serdik) Sespimti angkatan ke-36 saat mengikuti Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) di Balikpapan Provinsi Kaltim. Mereka melakukan mitigasi dan penanggulangan secara detail kaitan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), karena fenomena ini terjadi di bumi Kalimantan

Serahkan paparan hasil FGD

Dari sekian peserta, terlihat ada dua mantan Kapolres Balikpapan Kombes Wiwin Fitra dan Kombes Thirdy Hadmiarso dan mantan Kabid Propam Polda Kaltim Kombes Pol Syaiful Wahyudi

Media ini merangkum keterangan lewat wawancara dengan berbagai pihak, termasuk sejumlah serdik. Ternyata, tidak mudah untuk masuk Sespimti dan lulus dalam kualifikasi terbaik dan akhirnya melaju menjadi perwira tinggi (pati)

Wiwin serahkan cindera hati ke warga Kukar

Serdik Sespimti itu, jika unsur polri mereka berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), beda jika unsur TNI harus pangkat Kolonel. Kedua pangkat dua unsur institusi ini  sebenarnya setara hanya beda institusi. Itu sebagai syarat kompetensi dan akselerasi karier sebelum melaju ke gerbang jabatan perwira tinggi (pati)

Serdik maksimal memiliki sudut pandang strategis. Jika di bangku kuliah, maka menempuh pendidikan strata-3 (S-3) lulusannya bergelar doktor. Karena, mereka memiliki bobot akademi kedalaman analisis dan proses pertangungjawabannya sangat menguras energi maka disetarakan lulusan Sespimti itu bergelar doktor

Irjen Joko jelaskan aktivitas ke wartawan

Selain rekam jejak personel individu, kegiatan PKDN jadi penting. Tema Karhutla yang dibahas lewat Focus Group Discussion (FGD) di Balikpapan misalnya, itu berdasarkan analisa dan serdik harus punya strategi implementatif dan wadah itu jadi pemecahan masalah (problem solving)

“Makanya jenjang tingkatannya membuat tugas disertasi yang diuji penguji. Jadi semua Serdik Sespimti diibaratkan lulus bergelar doktor,” kata salahsatu serdik yang rehat sebelum acara digelar di Gedung Mahakam Polda Kaltim

Bagi bapak berpangkat kombes tadi, kalau di bangku kuliah raihan gelar s-3 itu pembuktian teori baru. Tapi, jika serdik Sespimti membuat dan mempertahankan naskah strategis perorangan (nastrap) dan memiliki bobot ilmiah yang menjadi karya tulis ilmiah dan disusun sebagai syarat kelulusan Sespimti.

“Bobot analisisnya semacam SWOT atau pisau strategis membedah suatu masalah,” jelas perwira yang pernah menjabat  di Jember Jawa Timur tersebut

Sabilul dan Donny saat demo X-Fire

Belasan kombes serdik Sespimti didampingi dua jenderal berpangkat dua bintang yakni Irjen Pol Dr Sabilul Alif dan Irjen Pol Dr Joko Setiono yang keduanya sebagai Widyaiswara Kepolisian UtamaTingkat I Lemdiklat Polri

Sabilul yang mantan Wakapolda Kaltim memang populer di kalangan kombes dengan julukan ‘sang guru’. Karena, sejumlah prestasi gemilang di bidang akademis, penugasan strategis pernah diraihnya. Bahkan, ia menjadi lulusan terbaik Lemhanas 2022 dan rekam jejak lapangannya menonjol

Sabilul bersama Tokoh Adat Dayak

“Mereka  para serdik harus memiliki pemikiran strategis dan rekomendasi konstuktif karena ke depannya menjadi perwira yang mengambil kebijakan strategis.  Seperti PKDN di Kaltim, maka harus dapat melakukan mitigasi dan penanggulangan Karhutla,” kata Sabilul, lulusan Akpol 1996 yang pernah jadi ajudan Wapres KH Ma’ruf Amin ketika doorstop dengan wartawan sebelum acara FGD dimulai yang juga dihadiri Ketua Senat Serdik Sespimti-36 Kombes Donny Alexander dan Kasespimti Lemdiklat Polri Brigjen Eko Suprihanto

KOLABORASI

Kaitan Karhutla, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro juga mengingatkan, pentingnya serdik melakukan penanganan terpadu dari pencegahan, kesiapsiagaan, respons di lapangan hingga penegakan hukum

“Persoalan Karthutla tak bisa ditangani oleh satu institusi  saja, melainkan butuh komitmen dan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan,” jelas Kapolda

Kapolda bersama jajaran Forkopimda

Sehingga katanya, FGD bertema Karhutla ada keterlibatan masyarakat seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, mahasiswa dan media untuk mendeteksi serta mencegah potensi kebakaran sejak dini.

Dan menurut Kapolda, untuk data komprhensif serdik, dihadirkan sejumlah narasumber berbagai elemen keilmuan yakni Dinas Kehutanan, BMKG, Kejaksaan, Polda Kaltim, BPBD, TNI dan Gakkum Dinas Kehutanan

Kapolda memberi arahan ke Serdik Sespimti untuk melahirkan rekomendasi memperkuat kebijakan strategis penanggulangan di Kaltim tak hanya dari sisi penegakan hukum (law enforcement) saja, sebab itu tak akan tuntas. Sehingga, perlu langkah-langkah inovatif untuk selanjutnya bisa menjadi legacy bagi peserta Sespimti.

Irjen Sabilul Alif menegaskan, FGD sebagai salahsatu fokus pembahasan para serdik melaksanakan PKDN. Bukan datang dan melihat persoalan karhutla juga memberi masukan yang konstuktif, berpikir strategis, bukan sekadar memadamkan api  tetapi melakukan mitigasi agar api tidak sampai terjadi

INOVASI SESPIMTI

Pada PKDN Sespimti ke-36 di Balikpapan, Serdik perlu diapresiasi. Karena, mereka melakukan inovasi lewat ujicoba menggunakan cairan X-Fire dari bahan Hartindo AF31 yang dikembangkan dari gagasan Mabes Polri untuk melakukan penetrasi pendinginan dalam membantu percepatan pemadaman berbasis teknologi kerjasama dengan Satuan Brimob Polda Kaltim

Peserta FGD benar-benar mengungkap fakta lapangan. Mereka on the spot untuk melihat dari dekat bagaimana data-data itu diambil. Sehingga, membuat rekomendasi akan objektif

Praktik X-Fire oleh Sespimti-36

Mereka pun sangat mengakomodir kebijakan kearifan lokal yang disampaikan tokoh adat dalam membuka lahan tanpa bakar dengan persepsi bukan membakar hutan. Serta, inovasi yang disampaikan inovator vocasional Agus Supriyono dari Universitas Mulawarman (Unmul)

“Kami membuat rekomendasi seobjektif mungkin. Sehingga, turun ke lapangan menghimpun data. Termasuk yang diungkapkan tokoh adat Dayak di forum FGD bagaimana kebijakan terkait kearifan lokal (local wisdom) dalam melakukan mitigasi Karhutla,” kata Kombes Zulham

BERBAGAI FAKTOR

Sespimti adalah tiket untuk menjadi pati. Hanya, sejumlah pihak menilai  untuk ‘pecah bintang’ berbagai faktor bisa memengaruhi misalnya kaitan keberuntungan (lucky) dan pengaruh koneksi (circle) dan sering jadi realitas terbuka dan dibahas sejumlah pemerhati

Hanya, analisa itu tak selalu juga benar. Ada kalanya, ‘pecah bintang’ harus melalui administrasi ketat dan lulus semua penilaian yang boleh disebut basisnya meritokrasi atau merit system dengan mengedepankan  manajemen talenta

Sehingga, tiket kualifikasi bagi perwira untuk masuk dalam radar mutasi jabatan bintang satu juga mengedepankan kualitas atau mutu. Mereka diukur sisi kompetensi, kinerja, prestasi dan integritasnya

Berbagai narsum dihadirkan saat FGD

Perwujudan meritokrasi itu dasar penilaian tak melulu subjektivitas di atas. Sebab, seleksi ketat masuk Sespimti harus melalui saringan perwira terbaik berdasarkan rekam jejak tanpa cela

Kurikulum berbasis data dan integrias jadi unggulan bagi Sespimti. Karena,  mereka akan jadi sosok pemimpin  sehingga harus memahami isu nasional dan berbagai persoalan yang jadi fenomena negeri

Hanya, media ini juga mendapat informasi  tantangan meritokrasi di lapangan sering jadi handicap. Meskipun polri memiliki aturan baku berbabasis merit system tadi, secara struktural  sering muncul di permukaan

Kombes Zulham beri penguatan Karhutla

Misalnya saja, masifnya angka kelulusan dan kenaikan pangkat ke jenjang Brigjen terkadang memicu ketidakseimbangan antara jumlah jenderal yang pecah bintang dengan ketersediaan pos jabatan strategis sehingga mereka seperti menyandang predikat ‘jobless’ secara umum karena juga faktor adanya fenomena hambatan (bottleneck)

Dari data, jumlah pangkat Kombes alumni Sespimti jauh lebih banyak daripada jumlah posisi atau jabatan. Ribuan perwira menengah bersaing untuk berkompetisi masuk dalam jajaran yang pecah bintang satu

“Rekam jejak kedekatan loyalitas dan chemistry dengan pimpinan tertinggi  bahkan hingga lingkaran kekuasaan eksekutif  bisa menjadi variabel penentu.,” ungkap sumber media ini yang menambahkan, faktor keberuntungan bisa sering jadi momentum politik atau momentum organisasi

Secara objektif, performa akademis dan rekam jejak operasional di lapangan bertindak sebagai tiket masuk. Namun, dorongan dari jaringan juga lucky menentukan siapa yang akhirnya melintas di garis finish secara maksimal

Hanya, untuk menuju pangkat bintang sebenarnya juga dari hasil seleksi yang ketat dengan melihat kompetensi dengan basis penilaian profesional. Sukses Serdik Sespimti-36, semoga karya dan rekomendasinya membuahkan legacy untuk meraih prestasi ke jenjang pati.**

*) Ketua Bidang Advokasi & Regulasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim dan Wartawan

SendShareTweet

Related Posts

Tim Back Up KONI Bantu Atlet dan Sinergi Disparpora. Gasali: Kita Bersyukur, Jaga Superteam
Kanal

Tim Back Up KONI Bantu Atlet dan Sinergi Disparpora. Gasali: Kita Bersyukur, Jaga Superteam

November 4, 2026
Operasional MUI Setahun Rp120 Juta. Kepengurusan 5 Tahun, Dapat Dana Hibah Rp1,2 Miliar
Kanal

Operasional MUI Setahun Rp120 Juta. Kepengurusan 5 Tahun, Dapat Dana Hibah Rp1,2 Miliar

November 1, 2026
KH Jailani, Terpilih Aklamasi Ketua MUI Balikpapan. Pesan Musda, Dana Hibah Harus Dikelola Transparan
Kanal

KH Jailani, Terpilih Aklamasi Ketua MUI Balikpapan. Pesan Musda, Dana Hibah Harus Dikelola Transparan

November 1, 2026
MUI Provinsi Ingatkan Keterwakilan LDII di MUI Balikpapan. Ustaz Dani: Mungkin Belum Ngopi Saja
Kanal

MUI Provinsi Ingatkan Keterwakilan LDII di MUI Balikpapan. Ustaz Dani: Mungkin Belum Ngopi Saja

November 1, 2026
Imigrasi Awasi TKA di Enam Perusahaan Paser. Operasi Gabungan Minta Proaktif Lapor Orang Asing
Kanal

Imigrasi Awasi TKA di Enam Perusahaan Paser. Operasi Gabungan Minta Proaktif Lapor Orang Asing

October 30, 2026
Advokasi Masyarakat Paser dari Jerat TPPO dan PMI-NP. Imigrasi Kukuhkan Desa Binaan dan PIMPASA
Kanal

Advokasi Masyarakat Paser dari Jerat TPPO dan PMI-NP. Imigrasi Kukuhkan Desa Binaan dan PIMPASA

October 30, 2026
Next Post
Mesin Waktu: Reuni Alumni SMPN 3 Angkatan 83 (Kenangan 43 Tahun, Dicap Amnesia tapi Bersaudara)

Mesin Waktu: Reuni Alumni SMPN 3 Angkatan 83 (Kenangan 43 Tahun, Dicap Amnesia tapi Bersaudara)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 317 Followers

Recommended

PHRI Beri Diskon 12,8 Persen di Event BGS 2025. Soegianto: Hotel dan Restoran Silakan Berinovasi

PHRI Beri Diskon 12,8 Persen di Event BGS 2025. Soegianto: Hotel dan Restoran Silakan Berinovasi

January 30, 2025
Alat ‘Jegal Sapi’ di BTN Sudah Dipasang. H Suwadi: Harus Tertib, Daging Cukup

Alat ‘Jegal Sapi’ di BTN Sudah Dipasang. H Suwadi: Harus Tertib, Daging Cukup

June 15, 2024
Tiga Orang Dinyatakan Positif Covid-19 dan 1 Pasien Sudah Sembuh

Tiga Orang Dinyatakan Positif Covid-19 dan 1 Pasien Sudah Sembuh

July 23, 2020
AGM Ajak Masyarakat Vote Taman Rozeline. Kedepan, PPU Punya Banyak Destinasi Wisata

AGM Ajak Masyarakat Vote Taman Rozeline. Kedepan, PPU Punya Banyak Destinasi Wisata

September 26, 2020
Sanya, Kota Miss World Menawan di Hainan

Sanya, Kota Miss World Menawan di Hainan

September 24, 2019
Nongkrong Santuy di BSB Food Court. Kombinasi Selera, Bisa untuk Keluarga Berbuka

Nongkrong Santuy di BSB Food Court. Kombinasi Selera, Bisa untuk Keluarga Berbuka

February 18, 2022
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines