TINTAKALTIM.COM-Imam Besar Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC) dan Pengasuh Pondok Pesantren Syech Arsyad Albanjari, KH Jailani Mawardi terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan periode 2026-2031 lewat musyawarah daerah (musda) ke-IX yang digelar di Aula Rumah Jabatan Walikota, Sabtu (31/10/2026)

Musda itu dihadiri Walikota Balikpapan diwakili Kabag Kesra Arif Fadillah, Ketua DPRD diwakili H Iwan Wahyudi, jajaran forkompimda, Wakil Ketua MUI Kaltim KH Buchorie, Sekjen MUI Kaltim Drs H Hasmidi Junaidi MPd, peserta musda dari berbagai elemen dan undangan lainnya

Musda MUI ke-IX yang mengusung tema Harmonisasi Peran Ulama dan Umara Menuju Balikpapan Madinatul Iman sebagai Kota Global yang Berkemajuan itu, sesuai petunjuk pelaksana (juklak) yang dibuat tim penyusun Steering Committee (SC) yakni Ahmad Sobikhan SH, Dr Iskandar Yusuf SAg MA, Drs Mansur MPd, Irwan Budiana MPd, Syaiful Lukman MSi dan Achmad Syaifullh MPd, membentuk 13 anggota tim formatur dengan mempertimbangkan keterwakilan pesantren, ormas Islam, perguruan tinggi, pimpinan MUI (demisioner), dewan pertimbangan dan unsur MUI kecamatan

Tim formatur ini menetapkan ketua dan jajaran pengurus terdiri 13 orang diketuai KH Musleh Umar dan anggota Abdul Rosyid Bustomi, Saidullah, H Syahruddin, Nurul Huda, Rofi’i, Imam Warosh, Arif Rachman, Muhammad Hendro, H Murtafiin, Iskandar Yusuf, Irwan Budiana dan KH Jailani Mawardi

Mereka melakukan rapat maraton untuk menetapkan ketua terpilih secara aklamasi lewat mekanisme musyawarah mufakat yang dituangkan dalam berita acara (BA) di ruang rapat rujab walikota

Ketua Organizing Committee (OC) Hendra Haeruddin MSi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung Musda ke-IX khususnya sponsor dari Baznas Balikpapan dan Baznas Kaltim serta lainnya.
“Terimakasih kepada seluruh pengurus dan panitia yang telah membantu menyukseskan acara. Ini semata-mata ingin menghasilkan kepengurusan yang demokratis agar MUI sebagai pelayan umat (khadimul ummah) bisa bermitra dengan pemerintah (shadiqul hukumah) sehingga umat bisa bersatu dan diberdayakan,” kata Hendra
SINERGI PEMERINTAH
Sementara itu Buchorie menegaskan, tugas MUI makin berat. Apalagi Kota Balikpapan menyandang predikat ‘Teras Pintu Gerbang IKN’ memiliki problematika sosial yang tinggi. Tentu, MUI harus dapat membuat program menangkal masuknya dampak negatif dan mampu menjaga harmoni umat beragama khususnya sisi kerukunan untuk mengantisipasi gesekan sosial akibat arus urbanisasi.

“Apa daya tangkal MUI Balikpapan nanti terhadap IKN jika adanya isu sosial yang sempat juga muncul beberapa waktu lalu. Sehingga, perlu merajut kemitraan yang baik dengan berbagai eleman termasuk pemerintah,” kata Buchorie.

MUI Provinsi Kaltim juga menyinggung peran MUI Balikpapan ke depan dalam ekosistem membangun pelayanan umat bidang kesehatan yakni Rumah Sakit Islam (RSI). “Di Kaltim ini tidak ada RSI. Sebelumnya ada di Samarinda, tetapi tidak berfungsi maksimal. Ini perlu dipikirkan,” kata Buchorie yang menyebut di Kaltim nyaris 88 persen adalah umat Islam
TRANSPARAN
Sementara itu, lewat Musda MUI ke-IX juga ada pesan penting. Itu disampaikan saat menanggapi laporan pertanggungjawaban (LPj) Ketua Umum Abdul Rosyid Bustomi. Ia menyampaikan LPj secara lisan termasuk kegiatan yang sudah dilakukannya untuk periode masa bhakti 2021-2026

“Kegiatan pengurus MUI selama masa kepengurusan banyak. Seperti fardu kifayah, merajut ukhuwah Islamiyah juga melakukan survei dengan melibatkan 200 personel terkait ragam masalah. Tentu semua memerlukan anggaran,” jelas Bustomi yang menambahkan dana hibah itu pun untuk dukungan MUI kecamatan

Bustomi menjadi ketua MUI melanjutkan ketua sebelumnya H Habib Mahdar Alqadrie yang wafat. “Saya setahun saja menjadi ketua. Tetapi, ikut menyampaikan LPj untuk kegiatan masa bhakti kepengurusan MUI Balikpapan 2021-2026,” ungkapnya seraya tersenyum

LPj Bustomi mendapat sanggahan dan masukan peserta musda. Dua perwakilan MUI Kecamatan Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah angkat bicara. Mereka rata-rata menginginkan agar pengelolaan dana hibah ke depan harus transparan, detail dan pola penyampaian pun lebih komprehensif secara tertulis dan peserta musda mendapatkan lampiran.

“Data detail penggunaan anggaran tertulis ada. Termasuk pola pelaporan ke Bidang Kesra Pemkot Balikpapan. Jadi sangat transparan dan akuntabel,” jelas Bustomi singkat yang menyebutkan dana hibah itu turun bervariasi

Musda ke-IX MUI Balikpapan berjalan penuh kekeluargaan. Persidangan dan rapat pleno I-IV yang dipimpin Ahmad Sobikhan SH dan Dr Iskandar Yusuf SAg MA berjalan khidmat

Termasuk rapat pleno III yang masuk pada sidang komisi-komisi yakni organisasi, program kerja dan rekomendasi. Peserta membagi dalam kelompok dan merumuskan apa saja untuk kemajuan MUI Balikpapan ke depan untuk diplenokan dan jadi rekomendasi bagi kepengurusan MUI Balikpapan yang baru.

Dari data sementara sebelum pelantikan yang diterima media ini, kepengurusan MUI Balikpapan masa bhakti 2026-2031 itu ditetapkan adalah KH Jailani Mawardi (ketua) didampingi Sekjen Ahmad Sobikhan SH, Abdul Rosyd Bustomi (bendahara umum), Mustain Hasan (wk bendahara), KH Muhammadun Mawardi (ketua bidang fatwa) dan sekretaris H Murtafi’kn SAg MM, Ahmad Rosyidi (ketua bidang dakwah) dan sekretaris Miftahul Ulum, H Mustaqim SAg Lc MM (ketua bidang ukhuwah dan kerukunan umat beragama), Drs Mansyur MPd (bidang pendidikan dan kaderisasi) dan sekretaris Irwan Budiana S Kom, Dr Iskandar Yusuf (bidang pengkajian dan litbang) dan sekretaris H Sa’dullah MSi, Bambang Saputra SE MSi Mak (ketua bidang informasi, komunikasi dan digital) dan sekretaris Muhammad Baihaqi MPd. Selamat Bekerja. (gt)













