TINTAKALTIM.COM-PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Balikpapan memastikan kesiapan prasarana dan sarana angkutan penyeberangan untuk Lebaran Tahun 2022 sangat memadai. Sehingga, perjalanan masyarakat diharapkan dapat lancar, aman, nyaman dan selamat.
General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Balikpapan Cuk Prayitno mengatakan hal itu saat rapat koordinasi (rakor) teknis membahas penyelenggaraan operasi angkutan Lebaran Tahun 2022/1443 H di Pelabuhan Penajam Selasa (25/04/2022).
Rapat diikuti berbagai pihak dirangkai buka bersama. Hadir jajaran staf dan karyawan ASDP, BPTD Wilayah XVII, Dishub Kaltim, Ketua Cabang Gabungan pengusaha angkutan sungai, danau dan penyeberangan (Gapasdap) Kariangau-Penajam Dody, INFA dan undangan lainnya.

“Kita harus saling kerjasama. Mudik tahun ini diprediksi terjadi lonjakan, karena sudah 2 tahun mudik ditiadakan. Sehingga, antisipasi dini perlu dilakukan,” kata Cuk.
Rakor bertujuan kata Cuk, memberikan pelayanan optimal kepada pengguna jasa penyeberangan yang mudik dan balik serta harus tetap aman, lancar, nyaman dan selamat. “Kalau di Pelabuhan Penajam kami siap secara keseluruhan yang menyiapkan dua unit dermaga mobile bridge (MB) yang operasinya 24 jam. Tak hanya 4 kapal milik ASDP, tetapi lintasannya nanti secara bergantian akan dilalui total 19 kapal. Ini perlu antisipasi maksimal,” tambah Cuk yang menyebutkan, kapal-kapal milik ASDP adalah KMP Gropa, KMP Kambaniru, KMP Poncan Moale dan KMP Dingkis.
Dari keempat kapal ASDP itu totalnya mampu menampung sekitar 76 kendaraan dan total penumpang yang dapat diangkut maksimal adalah 1.245 penumpang. Ditambah 15 kapal swasta lainnya, tentu prediksi lonjakan penumpang dapat diatasi.
PUNCAK MUDIK
Dari paparannya, Cuk meminta koordinasi harus maksimal. Karena, puncak arus mudik diperkirakan pada 27-30 April 2022. “Ini yang perlu tingkat kewaspadaan tinggi. Persiapan loket dan validasinya, pengamanan untuk kendaraan pengantar dan penjemput,” pinta Cuk Prayitno.

Sementara itu, Cuk juga memprediksi jika arus balik bisa terjadi usai Idul Fitri sejak 3-7 Mei 2022. “Kalau melihat kran mudik baru dibuka pemerintah, ada potensi peningkatan trafik penumpang dan kendaraan pada periode Lebaran tahun ini. Sebab, menuju Banjarmasin, Tanah Grogot dan lainnya harus menggunakan feri lintasan Kariangau-Penajam,” ujarnya.
Cuk mengimbau, dalam perjalanan seluruh penumpang hendaknya mempersiapkan fisik harus sehat dan tetap menjaga protokol kesehatan. “Kuncinya dibutuhkan kerjasama seluruh pengguna jasa untuk mengikuti aturan dan prasyarat perjalanan. Juga sabar, disiplin apalagi pada malam sampai dini hari,” urainya.

Sebagai pimpinan ASDP, Cuk menjelaskan bahwa penumpang dapat juga berkoordinasi karena di lokasi ada posko terpadu yang bekerja sejak 22 April – 10 Mei 2022. “Jika ada sejumlah hal yang perlu ditanyakan, silakan ke posko,” ungkapnya.
Cuk juga menjelaskan, selain 4 kapal ASDP juga ada Bintang Balikpapan, Kineret, Mucusa, Samudra Indonesia (PT Sadena Mitra Bahari), Dharma Badra, Dharma Ferry, Ulin Ferry ( PT Dharma Lautan Utama), Selat I, Selat Madura II, Srikandi Nusantara, Swarna Nalini (PT Jembatan Nusantara), Tawes, Tunu Pratama (PT Pascada Sundari), Manggani (Bahtera Samudera) dan Tranship II (PT Tranship Indonesia)
PENUH BERANGKAT
Sementara itu, Ketua Cabang Gapasdap Kariangau-Penajam Dody menegaskan, seluruh kapal feri siap untuk melayari lintasan yang sudah dipersiapkan secara teknis. Apalagi telah dilakukan ramp check oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim-Kaltara di bawah pimpinan Avi Mukti Amin dan Dishub Kaltim.
Menurut Dody, ada skenario untuk mengatasi lonjakan Lebaran. Dari 12 kapal yang beroperasi setiap harinya ditambah sebanyak 2 kapal dengan sistem muatan penuh berangkat. “Jadi tanpa harus menunggu jadwal jam keberangkatan seperti biasanya. Ini agar pelayanan lebih cepat,” ujarnya sambil menambahkan, jika dirasa masih kurang, ada cadangan 6 kapal lagi untuk siap masuk lintasan.
Kuncinya kata Dody, kerjasama semua pihak dan berdoa agar angkutan Lebaran 2022 berjalan lancar, aman, nyaman dan selamat. “Jadi seluruh operator punya prinsip sama seperti yang disampaikan Pak Cuk dari ASDP bahwa harus lancar, aman, nyaman dan selamat,” pungkas Dody. (gt)













