• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Wednesday, September 23, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

Handy Minta Dibebaskan, Sengketanya Wanprestasi. Pledoi Disebut Tak Ada Unsur Pidana

by admin
June 22, 2026
in Kanal
0 0
0
Handy Minta Dibebaskan, Sengketanya Wanprestasi. Pledoi Disebut Tak Ada Unsur Pidana

PLEDOI: Handy dan kuasa hukumnya saat menyampaikan nota pembelaan (pledoi) di pengadilan

0
SHARES
32
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM- Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan bisnis solar, Handy Aliansyah, meminta dibebaskan dari seluruh dakwaan dalam sidang pembacaan nota pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, pada Senin (22/6/2026).

Melalui tim kuasa hukumnya, Handy menilai perkara yang menjeratnya lebih tepat dikategorikan sebagai sengketa perdata atau wanprestasi, bukan tindak pidana sebagaimana didakwakan jaksa penuntut umum (JPU).

Sidang yang digelar di Ruang Sari PN Balikpapan itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Indah Novi Susanti dengan hakim anggota Risdianto dan Imran Marannu Iriansyah. JPU Eka Rahayu hadir mewakili penuntut umum.

Dalam pleidoinya, Handy menjelaskan perkara tersebut bermula saat dirinya dipanggil Polda Kalimantan Timur pada Maret 2023. Saat itu, dia mengaku masih memiliki kewajiban kepada PT Petrotrans dan tetap berupaya menyelesaikan pembayaran sesuai kesepakatan para pihak.

Handy konsultasi dengan kuasa hukumnya

“Saya terkejut karena kemudian muncul tuntutan tambahan berupa bunga, biaya, dan kerugian yang nilainya jauh melampaui pokok utang. Bahkan sempat mencapai Rp40 miliar sebelum berubah menjadi Rp25 miliar,” ujarnya di hadapan majelis hakim.

Menurut Handy, hubungan bisnis dengan PT Petrotrans telah berlangsung sejak berdirinya PT Dharma Putra Karsa pada 2010. Selama kerja sama berjalan, pembayaran dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Karena itu, dia menegaskan perkara tersebut merupakan persoalan utang-piutang dalam hubungan bisnis yang seharusnya diselesaikan melalui mekanisme perdata.

“Saya menilai ini murni wanprestasi, bukan tindak pidana. Sebagian besar kewajiban tetap saya bayarkan dan tidak pernah ada niat untuk merugikan pihak lain,” tegasnya.

Handy juga membantah tuduhan penipuan maupun penggelapan. Dia menegaskan tidak pernah mengalihkan aset yang telah masuk dalam sita jaminan sebagaimana didalilkan dalam dakwaan.

Di luar persidangan, kuasa hukum terdakwa, Febri Ramadhan, menyebut pihaknya telah menyampaikan berbagai bukti yang menunjukkan pembayaran kepada pihak terkait terus dilakukan sejak 2010 hingga 2023.

“Fakta persidangan menunjukkan hubungan para pihak adalah hubungan kontraktual. Pembayaran juga terus berjalan. Karena itu, unsur pidana yang didakwakan tidak terpenuhi,” katanya.

Febri menambahkan, pihaknya menyerahkan sekitar 500 lembar dokumen sebagai alat bukti, termasuk dokumen pembayaran dan data aset yang dipersoalkan dalam perkara tersebut.

Menurut dia, aset yang dituduhkan telah dijual ternyata tidak termasuk dalam daftar sita jaminan. Bahkan, BPKB dan kendaraan yang dipersoalkan masih berada di lokasi perusahaan.

“Aset yang sempat dijual nilainya sekitar Rp300 juta dan hasilnya digunakan untuk pembayaran kepada pihak terkait. Nilai yang disetorkan bahkan mencapai sekitar Rp2 miliar,” ujarnya.

Pihaknya juga menyoroti keterangan saksi dalam persidangan yang mengakui masih memiliki kewajiban kepada Handi dengan nilai mencapai sekitar 8 juta dolar AS.

Selain itu, Febri menyebut total pembayaran yang telah dilakukan kliennya selama hubungan bisnis berlangsung mencapai sekitar Rp171 miliar. Sementara sisa kewajiban yang masih diperselisihkan, menurut versi terdakwa, berada pada kisaran Rp11 miliar hingga Rp12 miliar.

“Intinya, ini sengketa bisnis yang bersifat kontraktual. Tidak ada unsur penipuan maupun penggelapan sebagaimana didakwakan. Karena itu, kami meminta majelis hakim membebaskan terdakwa dari seluruh tuntutan,” pungkas Febri yang yakin kliennya akan dibebaskan. (ril/otm)

SendShareTweet

Related Posts

Mesin Waktu: Reuni Alumni SMPN 3 Angkatan 83 (Kenangan 43 Tahun, Dicap Amnesia tapi Bersaudara)
Kanal

Mesin Waktu: Reuni Alumni SMPN 3 Angkatan 83 (Kenangan 43 Tahun, Dicap Amnesia tapi Bersaudara)

September 23, 2026
PKDN Karhutla, Sespimti-36  Mitigasi untuk Legacy (Berbasis Problem Solving, Menuju ‘Pecah Bintang’)
Kanal

PKDN Karhutla, Sespimti-36 Mitigasi untuk Legacy (Berbasis Problem Solving, Menuju ‘Pecah Bintang’)

September 21, 2026
Doa (Salat Istisqa) Agar Hujan Turun di Waduk. PTMB-Warga Ikhtiar Bersama
Kanal

Doa (Salat Istisqa) Agar Hujan Turun di Waduk. PTMB-Warga Ikhtiar Bersama

September 18, 2026
Berjuang THT: Ngadu ke Wakil Rakyat Senayan (Pensiunan ASDP, Gaji Dipotong hingga Suratin Presiden)
Kanal

Berjuang THT: Ngadu ke Wakil Rakyat Senayan (Pensiunan ASDP, Gaji Dipotong hingga Suratin Presiden)

September 19, 2026
Klarifikasi, PTMB Atur Air untuk Wilayah Tertentu. Ali: Jangan Panik, Flyer Bukan Informasi Resmi
Kanal

Klarifikasi, PTMB Atur Air untuk Wilayah Tertentu. Ali: Jangan Panik, Flyer Bukan Informasi Resmi

September 15, 2026
Musda MUI Balikpapan, Aklamasi atau Voting? (Dakwah Program Digital dan Kolaborasi Pemerintah)
Kanal

Musda MUI Balikpapan, Aklamasi atau Voting? (Dakwah Program Digital dan Kolaborasi Pemerintah)

September 12, 2026
Next Post
Welcome Dinner HUT Ke-80 SPS Digelar di IKN. SPS Kaltim Audiensi dengan Kepala OIKN

Welcome Dinner HUT Ke-80 SPS Digelar di IKN. SPS Kaltim Audiensi dengan Kepala OIKN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 317 Followers

Recommended

Walikota: Kerjasama Bendungan Sepaku 500 LPS Sudah ke Presiden. Dirut PDAM: Kamis Depan, Kita Bahas dengan OIKN

Walikota: Kerjasama Bendungan Sepaku 500 LPS Sudah ke Presiden. Dirut PDAM: Kamis Depan, Kita Bahas dengan OIKN

July 31, 2024
Di BTN, Firman Usaha Ayam Petelur Rumahan. Sehari Bisa 45 Butir, Limbahnya Jadi Pupuk

Di BTN, Firman Usaha Ayam Petelur Rumahan. Sehari Bisa 45 Butir, Limbahnya Jadi Pupuk

June 27, 2026
Rahmad: Kufur Nikmat, Cari Hidup dari Walikota Saja. Puluhan RT di Damai Bahagia Siap Menangkan Rahmad-Thohari

Rahmad: Kufur Nikmat, Cari Hidup dari Walikota Saja. Puluhan RT di Damai Bahagia Siap Menangkan Rahmad-Thohari

October 20, 2020
Akarsana Cafe, View Indah Milik Warga Balikpapan. Novita: Silakan Reservasi Jika ke Prigen

Akarsana Cafe, View Indah Milik Warga Balikpapan. Novita: Silakan Reservasi Jika ke Prigen

April 1, 2025
Mahasiswa KKN Uniba Buat ‘GEMES’ Warga. Goyang Maumere dan Poco-Poco Bikin Semangat

Mahasiswa KKN Uniba Buat ‘GEMES’ Warga. Goyang Maumere dan Poco-Poco Bikin Semangat

August 10, 2025
Irfan Taufiq Ubah Cara Belajar Konvensional Jadi Digital. Bisa Belajar di Cafe, Siswa Gunakan Chromebook

Irfan Taufiq Ubah Cara Belajar Konvensional Jadi Digital. Bisa Belajar di Cafe, Siswa Gunakan Chromebook

January 10, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines