TINTAKALTIM.COM-Perusahaan umum daerah (Perumda) Tirta Manuntung Balikpapan (PDAM) memberi apresiasi kepada pelanggannya berupa diskon pembayaran rekening air. Itu dilakukan sebagai reward dari perusahaan yang dikaitkan HUT ke-125 Kota Balikpapan.
“Kami ingin berbuat untuk pelanggan. Memang ini memanfaatkan momentum ultah kota. Makanya, jumlah pelanggan yang dipilih hanya 125 pelanggan,” kata Direktur Umum (Dirum) PDAM Balikpapan Noer Hidayah atau Nunu menjelaskan apresiasi perusahaan itu.
Menurut Nunu, pemberian 125 pelanggan diskon sebesar Rp50 ribu masing-masing pelanggan itu dibagi bertahap. Dimulai Selasa (1/03/2022) untuk 25 pelanggan yang melakukan antrean pertama di loket Graha Tirta Manuntung kawasan Ruhui Rahayu. Lalu Rabu (2/03/2022) 25 pelanggan yang melakukan antrean pertama. “Disusul Jumat, Senin dan Selasa (4-7 dan 8 Maret 2022). Jadi genap totalnya 125 sambungan rumah (SR) atau pelanggan,” ujar Nunu.

Dikatakan Nunu, direksi PDAM Balikpapan akan terus memberi apresiasi kepada pelanggan. Wujudnya tentu berbeda-beda. Dan, PDAM mengucapkan terimakasih kepada pelanggan yang sudah membayar rekening pemakaian airnya tepat waktu. “Reward kita banyak kok. Tentu, tidak semua pelanggan mendapatkannya. Namanya reward jadi pilihan,” ujar Nunu, tanpa ada maksud membeda-bedakan pelanggan.
BUSINESS WISE
Menurut Nunu, selain reward,PDAM Balikpapan terus melakukan upaya peningkatan pelayanan dengan konsep 3K (kualitas, kuantitas dan kontinuitas) distribusi air ke pelanggan. Tetapi, juga melakukan kebijaksanaan terhadap pelanggan yang sekiranya perlu untuk dibantu.
“Ada sisi kebijaksanaan dalam bisnis kita ini. Ya itu kita sebut business wise. Misalnya, ada yang tidak sanggup membayar full, kita toleransi tuh dengan kebijaksanaan kita dengan dicicil. Inilah PDAM tak semata-mata berpikir profit,” kata Nunu.

Menurut Nunu, business wise di PDAM Balikpapan tentu berbeda dengan institusi fasilitas publik yang juga menggunakan tarif dan dibayar bulanan.
“Bayangkan, kalau langganan listrik PLN, tak bayar sebulan saja sudah diputus. Kita melihat situasi kondisi (sikon) pelanggan. Hanya, kebijaksanaan kita lebih lentur. Tetapi, jika melebihi batas waktu pembayaran selama 2 bulan kita segel. Hanya, bisa dinegosiasikan kok,” ujar Nunu memberi perumpamaan.
Dikatakan Nunu, terkadang pelanggan perlu mendapat edukasi. Bahwa PDAM Balikpapan tak semata-mata berfungsi untuk mengejar profit. Ada fungsi sosial yang harus juga diterapkan. Makanya, ada tarif sosial.

“Hanya, jika membayar tepat waktu itu sangat bagus. Asal jangan sudah air dipergunakan atau dipakai, lalu malas ketika membayarnya. Ayo kita sama-sama menerapkan hak dan kewajiban,” urai Nunu.
Menurut Nunu, sebagai Perumda tentu PDAM dituntut untuk memberi pelayanan prima. Di satu sisi sebagai operator mendistribusikan air, tetapi di sisi lain juga berpikir bagaimana melihat fakta di lapangan pelanggan. “Kita selalu fleksibel kok. Ada yang sudah menunggak dan disegel lalu datang minta dibuka segelnya. Nah, itu tak masalah, asalkan kewajibannya diselesaikan. Caranya bisa cicil dan dinegosiasikan. Wise atau bijaksana sekali toh PDAM tapi jangan gratis,” kata Nunu meminta pengertian pelanggan.
OPERASIONAL
Sementara itu, Kepala Bagian Customer Service (CS) PDAM Balikpapan Suryo Hadi Prabowo memberi ilustrasi bahwa kebijakan direksi sangat luar biasa. “Business wise itu sudah dilakukan di PDAM seperti disampaikan Bu Dirum. Hanya, bantu juga membayar tepat waktu. Sebab, itu terkait dengan beaya operasional PDAM,” ujar Suryo.
Menurut Suryo, PDAM tidak pernah alergi dengan kritik. Tetapi, sifatnya konstruktif atau membangun. Dan membayar tepat waktu untuk kepentingan finansial PDAM baik untuk operasional dan produksi. “Memproduksi air itu perlu beaya. Sehingga, cashflow perlu terjaga. Ayo kita membayar rekening air PDAM tepat waktu,” ujar Suryo
Disebutkan Suryo, setiap hari divisi hubungan pelanggan (hublang) di bawah kepemimpinan Abdul Ramli, tak henti-hentinya memberikan edukasi dan menerima saran-saran dari pelanggan. “Bahkan, bisnis kebijaksanaan juga sering datang dari divisi hublang atas izin direksi. Sehingga, antara pelanggan dan PDAM itu sebenarnya memiliki sinergi dan kolaborasi,” pungkas Suryo. (gt)













