TINTAKALTIM.COM-Sebagai wujud cinta lingkungan, driver yang tergabung dalam Blue Driver Community (BDC) di bawah bendera PT Prima Armada Raya (PAR) yang melayani transportasi PT Pertamina RU V, melakukan kerja bhakti bersama Minggu (31/10/2021).
Kerja bhakti dengan bersih-bersih lingkungan itu dilakukan di area Kantor Besar Balikpapan yang melibatkan sejumlah driver dengan penuh semangat dan rasa kekeluargaan.

“Kendati setiap harinya melayani pegawai sebagai driver, tetapi mereka punya semangat untuk menjaga lingkungan tetap bersih. Semoga program ini dapat dilakukan simultan,” kata Penanggungjawab PT PAR Balikpapan, Muhammad Nur yang juga Supervisor Unit Operasi RU V PT Pertamina Balikpapan
Menurut Nur, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pertamina selalu menjaga kebersihan lingkungannya. Keberadaan driver PT PAR pun harus sinergi untuk sama-sama mendukung program yang regulasinya ada di perusahaan migas nasional itu.

Dan, dalam kegiatannya perusahaan kata M Nur menyebut sebagai GHK (Good Housekeeping) yang budayanya salahsatunya adalah lingkungan bersih. “Ini bagian dari budaya perusahaan. Harus disosialisasikan ke pegawai termasuk driver,” ujar M Nur.
Menurut Nur, kendati namanya kerja bhakti tetapi implementasinya sangat berguna. Inisiatifnya bisa dilakukan dari perusahaan tetapi secara komunitas dan personal juga. “Terimakasih teman-teman driver yang tergabung di BDC. Tentu, selain kebersihan juga kinerja lingkungan yang lain seperti keselamatan dan keamanan juga penting,” kata M Nur.
BERSIH DAN SOLIDITAS
Sementara itu penasehat BDC Herdiansyah atau populer disapa Ancah mengatakan, gerakan bersih-bersih lingkungan oleh driver sebagai upaya untuk menjaga lingkungan tetap bersih.

“Nama kerennya sih GHK sebenarnya ini menjaga lingkungan tempat kerja bersih dan aman. Kan rasanya kurang nyaman kalau bekerja tetapi lingkungan kotor,” kata Ancah.
Menurut Ancah, selain wujud menjaga lingkungan bersih, kerja bhakti bagian silaturahmi dan menjaga soliditas antar driver yang tergabung dalam BDC. “Kita bekerja di bawah bendera PT PAR yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina. Tentu regulasi perusahaan harus diikuti. Intinya untuk melakukan penataan kerja yang baik yang outputnya pada produktivitas karyawan,” tambah Ancah.

Ditambahkan Ancah, GHK diarahkan perusahaan untuk membuat area kerja jadi rapi, nyaman dan menyenangkan. “GHK itu budaya perusahaan. Kami dari driver juga harus mendukungnya demi untuk kelangsungan kerja yang lebih baik,” pungkas Ancah.
POTENSI BAHAYA
Sementara itu Ketua BDC Darmansyah memberi apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh driver yang sudah ikut kerja bhakti dalam gerakan GHK.

“Sebenarnya ini demi kenyamanan driver bekerja. Sekaligus menghindari adanya potensi bahaya lain kaitan kesehatan. Karena, jika lingkungan kotor implikasinya pada kesehatan karyawan,” urai Darmansyah.
Disebutkan Darmansyah, bahu-membahu para driver BDC tidak hanya dalam lingkup tata kelola perusahaan dan lingkungan yang bersih. Tetapi ke depan juga dapat dilakukan di bidang sosial-kemasyarakatan.

“Syukur-syukur ke depan PT PAR sangat mensupport kegiatan BDC dalam kaitan lainnya. Sehingga, sinergi dan kolaborasi positif dapat dilakukan. Kita bekerja dan patuh regulasi perusahaan sebagai driver tetapi pihak perusahaan juga ikut mendukung dan memperhatikan karyawan,” tambah Darmansyah.
Dikatakan Dharmansyah, keberadaan driver yang tergabung di PT PAR tidak dapat dianggap remeh. Sebab, secara operasional juga membantu kelancaran tugas-tugas perusahaan PT Pertamina.
“Kerja bhakti ini bagian dari kepedulian driver. Sehingga, jika sinerginya dapat dilakukan bersama pihak PT PAR dan Pertamina akanlah sangat bermanfaat ke depan, tak hanya bidang kebersihan tetapi lainnya,” kata Darmansyah. (gt)












