TINTAKALTIM.COM-Kota Balikpapan masuk nominasi (nomine) bidang pelayanan publik khususnya pada kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang meloloskan diri 6 besar nasional.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, tim penilai akan melakukan uji petik datang langsung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jln Ruhui Rahayu Balikpapan Selatan

Tim terdiri dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di bawah kementerian investasi dan hilirasasi yang menterinya Rosan Perkasa Roeslani, juga jajaran pengurus Kadin pusat yakni Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Andi Yuslim Patawari.
“Kita sudah siap untuk diverifikasi, nanti juga Pak Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME hadir sebab tahapannya ada agenda wawancara dan peninjauan di Mal Pelayanan Publik (MPP),” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Hasbullah Helmi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/8/2026)

Uji petik atau sampling untuk mencocokkan data sekaligus menilai kinerja nyata tanpa rekayasa ini, dilakukan mulai pukul 08.00 Wita – 16.00 Wita sehari penuh.
“Ini sama dengan kata yang lagi populer sekarang yakni validasi. Tim turun langsung ke lapangan, sekaligus verifikasi apakah sesuai laporan atau paparan tertulis yang diterima tim,” jelas Hasbullah Helmi

Helmi sebelumnya melakukan agenda pemaparan di Ruang Nusantara Gedung Suhartoyo Kementeriaan Investasi dan Hilirisasi/BKPM di Jln Gatot Subroto Jakarta. Jadwal Kota Balikpapan pada 6 Agustus 2026 bersama 5 kota lainnya yakni Tangerang, Padang, Surabaya, Manado dan Bandung
Helmi presentasi dengan bahan 25 slide dan diberi waktu 20 menit yang rundown sistematikanya sudah dipatok tim penilai. “Kita memaparkan penyelenggaraan pelayanan perizinan, kelembagaan, SDM, sarpras bahkan implementasi OSS,” jelas Hasbullah Helmi yang kerap disapa Helmi ini.
Dikatakannya, aktivitas kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) pun keluarannya (output-nya) harus disampaikan dan tidak hanya sekadar presentasi, tetapi harus ada bukti dukung berupa foto dan video

“Nilai paparan sudah dipatok 40 persen. Untuk uji petik atau validasi nanti nilainya 60 persen. Termasuk juga akan ada peninjauan sarpras serta wawancara dengan SDM DPMPTSP, Kadin dan pelaku usaha,” jelas Helmi.
Ditambahkan Helmi, tim di PTSP sudah siap atas kunjungan tim penilai pusat itu. Bahkan juga mengundang pihak-pihak lain yang berkaitan dengan penilaian. “Mohon doa semoga Kota Balikpapan masuk 3 besar. Syukur-syukur hasilnya the best di peringkat pertama,” harap Helmi dengan rasa optimistis
Dari data media ini, nomine itu terbagi untuk provinsi, kota dan kabupaten. Kota Balikpapan masuk nominasi untuk kategori kota. Dan, kabarnya daerah yang masuk ‘3 besar’ akan mendapatkan reward berupa Dana Insentif Daerah (DID). (gt)












