TINTAKALTIM.COM-Ada seorang perokok (smoker) ternyata sangat diperhatikan pemilik coffee shop 28 Coffee yang owner-nya Charles Family. Kendati ia tak perokok, tetapi tempat nongkrongnya yang baru dilakukan Grand Opening di Kilometer 7 (dekat dengan pintu masuk Grand City) menyediakan smoking area
Smoking area itu dirancang bagian atas. Sifatnya outdoor dan bisa melihat view keluar jalan. Tentu, menyediakan smoking area bagi Charles melihat karakteristik pengunjung atau konsumen tertentu

“Yang datang ke 28 Coffee itu biasa ingin nongkrong tidak sendirian. Nah, kalau perokok maka kita siapkan tempat khusus. Jangan bergabung tentu dengan non-perokok,” kata Charles di sela-sela Grand Opening 28 Coffee di Kilometer 7, Senin (29/6/2026)
Tentu, desain yang dibuat Charles Family menyiapkan smoking area sudah diperhatikan yang targetnya konsumen. Selain smoking area, juga ada toilet yang dijaga kebersihannya serta wastafel dengan cermin yang bisa digunakan pengunjung

“Intinya datang ke 28 Coffee itu untuk menikmati suasana nyaman bersama sahabat, keluarga. Makanya, kita buat enak tempatnya,” kata Charles
Sementara itu Direktur Operasional Platinum Group H Soegianto SE menegaskan, smoking area juga bisa dimanfaatkan konsumen untuk kerja dari kafe atau Work From Café (WFC)

“Minum kopi itu kan biasanya menyenangkan. Banyak orang melakukan sambil bekerja atau santai dan sambil merokok, makanya 28 Coffee siapkan outdoor untuk merokok. Bahkan, disiapkan Wifi untuk laptop dan smartphone,” kata Soegianto
Menurut Soegianto, jika bosan kerja di rumah biasanya bisa pindah di café. Nah, 28 Coffee termasuk yang baru buka di Kilometer 7 menyiapkan smoking area. Kalau non-perokok pun bisa lebih asyik menikmati suasana café.

“Jadi, makan, minum dan nongkrong sambil merokok itu ada komunitasnya. Makanya, 28 Coffee di beberapa tempat menyiapkan smoking area. Katanya itu komunitas ‘majelis suro’ alias majelis suka rokok,” kelakar Soegianto. (gt)












