TINTAKALTIM.COM-Gotong-royong di lingkup RT 39 Kompleks Perumahan BTN Margomulyo Balikpapan Barat, warganya juga disuguhi ‘MBG’. Akronim atau singkatan ini jadi populer dan viral di media sosial (medsos). Bahkan, sejumlah pihak memplesetkan kemana-mana

MBG, sudah dikenal publik dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi program prioritas presiden. Tapi, akronim itu diplesetkan menjadi Mas Bahlil Ganteng yang menjadi pergeseran makna menarik. Itulah sosmed, lebih diarahkan pada simbol, citra dan viralitas begitu cepat dan jadi ‘hiburan politik’

Nah, di Kompleks BTN ternyata akronim itu pun muncul sekadarnya. Sebab, fakta memperlihatkan humor dan keadaan. MBG saat itu jadi ‘Mangga Bareng Gulai’. Situasinya, karena usai gotong-royong warga mendapatkan buah mangga dan suguhan makanan gulai sapi nan lezat

Bagi kalangan pecinta kuliner (foodies), gulai masuk golongan makanan nyaman (comport food). Di BTN, Chefnya mempercayakan Ny Nani Siswanto. Ia biasa dibantu Ny Narta yang terlihat rajin memotong pasangan gulai yakni lontong. Panci besar berisi gulai disantap warga usai gotong-royong. Apalagi cuaca mendukung lantaran hujan rintik

Hanya, warga terlihat agak mengurangi konsumsi gulai karena sepertinya stok daging kurban di rumah melimpah yang disimpan di kulkas ruang freezer. Ini tentu memicu kejenuhan rasa. Kendati, olahan gulai Ny Siswanto rasanya lezat

Lalu, ada yang sebelumnya mengkonsumsi daging-dagingan seperti Hendra Winardi. Ia baru saja makan kikil Wakatobi yang lemaknya ‘aduhai’. Sontak, khawatir lonjakan kolesterol, tekanan darah jadi tinggi karena terdiri dari masakan kaya santan

Tampaknya, sekarang cocoklogi itu mengarah pada MBG. Kendati, sekenanya. Tetapi, saat gotong-royong tak ada unsur politis. Ini hanya obrolan ringan warga memplesetkan
Saat itu, warga bagi-bagi buah mangga. Juga, sajian gulai sapi yang dinikmati warga. Penulis mengambil gulai yang isinya beragam ada usus, babat dan lainnya

“Gulai ini olahannya higenis. Sebab, dicuci sangat bersih dan saat dimasak kadar lemaknya dibuang. Jadi sebenarnya aman kolesterol,” ungkap Ny Nani Siwanto yang dikenal koki andalan untuk ragam jenis masakan
Hanya, namanya warga ada saja yang di sesi santai usai gotong-royong itu mendiskusikan penyakit tidak menular (PTM) kolesterol. Bahkan, muncul obat kimiawi yang akhirannya ada ‘tatin’.

“Ada simvastatin, atorvastatinum. Terus livitor, aman kalau habis makan gulai,” kata Rospita. Bu RT menimpali: “Asalkan jangan Surtatin, Ningsihtatin dan lainnya. Bisa gawat,” kelakar Bu RT membuat suasana jadi rileks
JULEHA
Gotong-royong itu banyak warnanya. Diskusinya kemana-mana. Bahkan, sampai diskusi Juleha alias Juru Sembelih Halal kaitan kurban. Yoni dan Agus ‘CCTV’ bercerita kaitan pisau untuk menyembelih wajib tajam.

“Penjagal penyembelihan unta di Makkah itu pisaunya tajam-tajam. Satu kali gerakan langsung tuntas. Ini karena ada anjuran berbuat baik juga dengan hewan agar tak kesakitan,” jelas Yoni. Entah, apakah keduanya akan jadi penjagal?
SEMANGAT
Warga semangat gotong-royong. Membersihkan sampah-sampah berserakan di lapangan. Dahan-dahan disatukan yang diangkut tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan.
“Saya sudah komunikasi ke petugasnya. Tidak membayar, sebab saat kurban mereka minta daging. Tentu, bagian dari hubungan timbal balik positif agar tumpukan sampah kita dibersihkan,” kata Ketua RT 39 Kompleks BTN Neneng Zuleha

Saat gotong-royong, warga tidak terlalu kerepotan, karena suami Bu RT, Zulkifli sejak sore sudah memangkas rumput-rumput menggunakan mesin potong rumput gendong yang fleksibel.
“Kalau Bos itu sudah kerja, jangan ditegur. Sangat menikmati. Jadi, warga tinggal memberishkan hasil pemangkasan rumput itu saja,” kata Neneng Zuleha yang ikut juga menikmati air kelapa yang katanya untuk ‘netralitas’ santan gulai.

Selain jadi ajang silaturahmi, gotong-royong warga RT 39 itu juga dihadiri sekitar 30 warga. Itu tertera dalam absen warga yang disiapkan Bu RT. Mereka terdiri dari Agus Hariyanto, Prayitno, Ali Umbri, Rahmadi, Bu Nata, Ny Siswanto, Rudy Rahmadi, Poniran, Dian, Dwi Purnomo, Hendra Winardi, Dani, Haidir, Yoni Supriyono, Sugiyanto, Rospita, Iwan Iman, Andi Tarisnah, Nursalim, Zulkifli, Embong, Arif, Heri, Ade, Hamzah dan Kiki dan lainnya. Salam Gotong-Royong: Pikul Bersama, Ringan Terasa dan Bersih, Tenang, Nyaman (BTN). (gt)











