TINTAKALTIM.COM-Stigma negatif anak motor itu ugal-ugalan ditepis. Ini setelah pesepeda motor (bikers) menggelar dakwah subuhan dengan agenda salat Subuh berjamaah dilanjut tausyiah. Event itu dihadiri Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME dan rombongan

Komunitas yang tersebar di Indonesia ini, bertemu di Balikpapan dalam acara Silaturahmi Daerah (Silatda) & Halal Bihalal se-Kalimantan yang digelar Bikers Subuhan Borneo di Asrama Haji Balikpapan, Minggu (12/4/2026)

“Acaranya banyak, ada donor darah, festival hadrah, kontes modifikasi, donor darah sampai festival kuliner,” kata panitia Lukman El Hakim yang juga master ceremony (MC) acara tersebut

Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME ikut salat Subuh berjamaah bersama rombongan yakni Asisten II Bidang Pembangunan H Muhammad Andi Yusri, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Irfan Taufiq, Kabag Umum H Abdul Madjid, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan H Gasali dan komunitas NATO Junaidi Latif, Andi Welly, Syarifuddin dan lainnya
Di Asrama Haji, sehari sebelumnya, komunitas bikers ini menggelar kegiatan Muslim Festival dengan event Festival Kuliner dan ragam lomba. Subuhnya, baru diisi salat jamaah dan tausyiah dari pendakwah milenial asal Bandung, Handy Bonny
SUBMORI
Walikota berada di shaf depan. Ia sejak sehari sebelumnya telah bergabung bersama bikers. Dan saat Subuh (14/4), mengikuti program Subuhan Morning Ride (Submori) menumpang sepeda motor menuju Asrama Haji

Walikota start dari rumah jabatan (rujab). Sementara rombongan bikers lainnya mengikuti jalur ‘Submori’ yakni Citra City (patung kuda)-tuku patung kuda-arah ke Mal Ewalk-Bandara Sepinggan dan finish di Asrama Haji Balikpapan.
Bikers kata Lukman, sangat mematuhi regulasi yakni tidak melakukan klakson dan geber kendaraan (no-geber). Fokus menuju salat Subuh hingga tuntas mendengarkan tausyiah

Usai salat Subuh berjamaah, Walikota dan bikers mendengarkan tausyiah Handy Bonny yang retorika dakwahnya sangat kekinian. Ia adalah sosok pendakwah milenial dan disenangi generasi-Z atau Gen-Z
Ustaz Handy yang pernah mendalami ilmu Islam di Ponpes Da’arut Tauhid bi bawah bimbingan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)
Handy bonny, milenial dan Gen-Z dakwahnya kekinian atau biaa disapa Papap, sosok pendakwah milenial dan unik

Dia mendalami agama Islam di Pondok Pesantren Daarut Tauhid di bawah bimbingan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Penampilannya santai dan tidak pakai gamis atau sorban. Bahkan, menyesuaikan anak muda zaman now. Terkadang, pakai topi, kupluk, kaus dan bicaranya gaya santai dan kekinian. Pesannya penuh makna dan ringan serta mudah dicerna tetapi tetap tajam
Walikota dan rombongan, usai mendengar tausyiah langsung menuju lokasi Festival Kuliner. Duduk santai bersama rombongan. Ia pun menyerahkan sumbangan 1 unit seda motor dari panitia untuk diserahkan kepada salah satu panti asuhan.
Dan sesaat akan meninggalkan lokasi acara, Walikota dihampiri Ustaz Handy Bonny untuk menyerahkan buku berjudul: Tanpa Cinta, Semua Ibadah Menjadi Beban dan Masalah. (gt)












