Catatan: Sugito)*
TINTAKALTIM.COM-Domino! Ada yang sebut ceki. Orang Jawa menyebut gaplek. Tapi orang Sulawesi sebutannya madomeng. Keseruan dibuat Angkatan Muda Pembangunan Indonesia (AMPI) Balikpapan. Ketuanya Achmad Thoyyib dan menggelar lomba, namanya turnamen Domino AMPI Cup 2 Tahun 2024. Total hadianya Rp20 juta.

Sejak seminggu sudah heboh. Saya mengikuti informasi itu di group WhatsApp (WA) Slipi Domino. Anggotanya orang-orang pecandu dom. Ada Salman, Thiar, Azis, Bombay yang diketuai Bendahara Umum Golkar Ahmad Malollongan yang sapaannya bendum.

Saat info flyer lomba di-share di group, bendum sudah wanti-wanti. Ia ingin acara sempurna. Tak boleh buat malu, apalagi AMPI adalah sayap Golkar. Dipersiapkan matang termasuk makan dan snack-nya.

Bendum ‘cerewet’ demi kualitas. Apalagi menyandang nama AMPI dan Slipi. Semua orang paham, itu Golkar, ketua umumnya Walikota H Rahmad Mas’ud SE ME. Makanya, fotonya dipasang di flyer informasi lomba. Itu yang buat bendum reaktif dan tak mau ada kesalahan fatal.

Mainnya tepat 25 Desember 2024. Di Sekretariat Partai Golkar Balikpapan kawasan Markoni yang dilebalisasi sebutan Slipi, ambil nama lokasi kantor DPP Partai Golkar Pusat di Jakarta.

Pesertanya membludak, daftarnya lewat gardu atau club. Salman, Thoyyib, Thiar kewalahan. Sekitar 156-an pasang mendaftar. Ada yang diskualifikasi menjadi 128 pasang. Itu pun ditutup, ada yang ngeyel mau main, Salman closing. “Sudah tutup pendaftaran. Ada batas waktunya,” kata Thoyyib.

Saya ikut mendaftar. Membawa nama NATO Club Domino. Ini club baru, tetapi anggotanya ‘orang candu’ domino juga, ada Syarifuddin, Junaidi Latif, ADC Aan, Rosman Abdullah, Andi Welly, Ustaz Mustaqim, H Kamal, Michael bahkan sesekali Walikota H Rahmad ikut gabung main di group ini, termasuk Dirut PDAM Yudi Saharuddin.

Saya sempat melangkah ke 16 besar berpasangan Andi Welly. Tapi, akhirnya kandas. Lawanya sang juara. Asyik juga, sempat membuat lawan ‘kalang-kabut’. Apalagi hasil akhir 8-9. Wajar, latihan jarang. Sampai, Andi Amir Solong men-judge saya bermain gunakan sandi. Itu semua hoax.
MERIAH
Kantor Golkar penuh. Panitia harus pinjam kantor ‘teman samping’. Kebetulan, direksinya juga ketua Pordi Balikpapan, Gunawan. Sedang, Salman telah membuat daftar dan jadwal. Pordi itu Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia.

Ini masuk olahraga, pengurusnya di seluruh Indonesia, pecandu domino itu pun disebut atlet. Dan nanti dilombakan di Pekan Olahraga Nasional (PON).

Di Balikpapan, club domino banyak. Sebutlah, Slipi, Paris, Elbox, FCD, Maesa, Ajima, Maspul, Ruwet, Zorro, HCDC, NoQi, Gagak, Censko, JDC, Karjo, RDC, SDC, EDS, Garnas, BMC, Peco-Peco, Kopda, dan banyak lagi. Mereka saling jaga prestise dan clubnya untuk tampil prima.

Lokasi disiapkan, kursi bahkan ada UMKM siapkan kopi dan snack serta ragam minuman. Semua dapat makan gratis, meskipun daftarnya gratis. Saya lihat, dari Penajam Paser Utara (PPU), Daeng Aher daftar. Spanduk besar dipasang panitia untuk informasi tepat di tepi jalan.
Sejak pukul 10.00 Wita, digelar lomba. Langsung seru. Sempat jalan macet, karena ratusan orang berpasangan datang. Saat itu, ‘wajah pecandu dommeng’ terlihat. Mereka bersaudara, saling bersilaturahmi.

“Acara ini dibuat untuk silaturahmi. Terimakasih untuk seluruh pecandu dari group domino,” kata Achmad Toyyib memberi apresiasi peserta.
Walaupun tak tampak sejak pagi, tetapi bendum Ahmad terus memantau. Ia baru malam datang, tetapi semua clear & clean. Lomba dibuat transparan, karena Salman pun ikut ‘cerewet’ sambil terus melakukan announcer atau teriak-teriak di mic.

“Dom jangan dikantongi. Hancur kita, satu pabrik ya habis,” kelakarnya, memberi info yang sudah selesai tanding.
Antarclub jaga gengsi. Mereka menggunakan t-shirt club. Sehingga, ingin eksis dan menang serta juara. Jika ada yang kalah, diskusi pun panjang. Ada rasa menyesal dan kecewa.

Bisa saja, partner-nya disalahkan, karena salah turun kartu. Bahkan, seolah flashback membuka lagi kartu di meja. Harus ini atau itu yang turun. Harusnya ceki, kandang dan lainnya. Saya berkeliling merekam kejadian penuh drama itu dan asyik, seru, penuh menantang adrenalin psikologis.
Termasuk penyesalan. Fatman Parakassi, yang pecandu dom ini misalnya. Ia sudah menang 2 kali, tetapi kandas di permainan ketiga. Karena, salah turun kartu. “Tak mungkin toh kutarik lagi. Harusnya ceki partner saya,” ceritanya seolah kecewa tak bisa lanjut bertarung.

Jago-jago dom semua turun. Tak ketinggalan, ‘orang-orang kopda’ alias Kopi Daeng. Tempat ini, ibaratnya tak ada hari tanpa main domino, setiap hari ada laga persaudaraan. Terbukti, clubnya masuk final, walaupun hanya juara II diraih tandem Rasman-Saeful.
Sampai, Ketua Pordi Gunawan mengusulkan agar ada meja standar. Dan, semacam timer untuk berpikir. Terkadang, dalam permainan tak dibatasi, sehingga mudah lawan membaca kartu dan batu. “Batas waktu mikir turun kartu terlalu lama. Jadi, mempengaruhi perhitungan batu,” kata Andi Welly tersenyum.

Perang urat syaraf (psywar) sejak awal. Ada ejekan, semua itu membuat suasana makin akrab dan membangkitkan gairah, gaduh, ceria dan penuh canda. Semua untuk hiburan, atau membunuh waktu (killing time) bahkan refreshing.
Kata bendum, memfasilitasi permainan, sebab dom banyak yang candu. “Partai Golkar memfasilitasi, semoga ini jadi wadah silaturahmi. Intinya menjaga persaudaraan,” kata Ahmad Mallolongan.

Karena, masuk cabang olahraga (cabor), makanya bendum menekankan, jangan ada persepsi dan asumsi unsur negatif. Mainnya dicatat gunakan poin. Semua sarana rekreasi dan menumbuhkan pergaulan. Permainannya diikuti semua lapisan masyarakat, ada pejabat, pengusaha, rakyat biasa bahkan wanita.
Permainan ini sudah milik ‘kaum alit’ (kecil) dan ‘kaum elit’ (intelek), dan jadi permainan orang kebanyakan. Mainnya bisa di warung kopi dan mainnya satu set kartu atau batu berjumlah 28, masing-masing pemain dapat 7 kartu

Di turnamen AMPI Domino Cup, banyak skill pemain. Saya mencermati, ada pemain bisa menghitung dan paham kartu lawan. Apalagi di babak akhir permainan paling mudah ditebak, membacanya mudah dan menghalangi laju langkah lawan sudah terbaca lewat kartu yang turun.
Suasananya lebih egaliter dan meriah. Satu dan lainnya tak merasa lebih berkuasa, sebab harus memainkan kartu partner-nya juga. Tensi, egoisme naik-turun, sebab partner juga dipikirkan.
Saya belajar dari permainan domino ini. Seolah dalam kehidupan sehari-hari, konsentrasi tinggi, berani mengambil keputusan. Diajari juga berhitung, dan meminimalisir kegagalan. Dan karakter orang pun bisa diketahui, apakah ia agresif, konservatif, emosional, mau menang sendiri atau baik dan calm. Ada pelajaran karakter di sini.

Banyak istilah harus diketahui. Misalnya, pollo atau menang karena 2 kartu terakhir di akhiri kartu dobel. Ini hasil permainan paling bergengsi karena dapat nilai 4. Susah dapatnya, karena putaran kartu dan batu.
Ada pula ceki atau kartu yang dom sama dua sisanya di atas meja dengan kartu di tangan. Sebutan lainnya, kandang. Ini menang karena kartunya akibat permainan deadlock dan jumlah batunya terkecil yang menang. Tapi, jika kena tangkap kandang, itu artinya lawan lebih kecil batunya. Dan ini dialami partner saya, Andi Welly.

Suasana lomba domino tambah bergengsi. Kata Toyyib hadir juga Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Gasali yang berpartner dengan Arisanda politisi PPP. Juga ada H Yusri yang ketua komisi III dan Kepala Dinas Perdagangan Haemusri
“Terimakasih untuk semua yang sudah berpartisipasi. Jadikan lomba domino merajut kebersamaan dan wujudkan kekompakan antar sesama,” kata Ahmad Mallolongan yang di pukul 00.10 Wita akhir lomba menyerahkan hadiah. Masing-masing juara adalah Juman-Dedi (Club Slipi) juara I, Rasman-Syaiful (Club Kopda) Juara II, Teguh-Muksin (Club EDS) juara III, Andi Irsyad-Hendra (Club Kopi Zakir) Juara IV hingga juara VIII.
Demikian juga Toyyib, berterimakasih kepada mereka yang berpartisipasi. Meminta maaf jika ada kekurangan untuk jadi bahan evaluasi masa mendatang.
Dari semua kegiatan lomba, sebenarnya lewat Turnamen Domino AMPI, semua punya mimpi menang tetapi tak semua harus menang, mereka bisa menikmati dengan senang. Bravo AMPI Balikpapan dan Partai Golkar Balikpapan.**
*) Wk Ketua Media Online Indonesia Kaltim













