TINTAKALTIM.COM-Tokoh pemuda asal Balikpapan Kaltim H Muhammad Arsyad Cannu dikenal sosok yang dermawan sejak dulu. Ia rutin dalam berbagai agenda terlebih bulan Ramadan untuk menyantuni anak yatim. Sekitar 250 anak yatim disantuni yang dirangkai pada acara buka bersama (bukber) di Markas Besar Laskar Merah Putih (LMP) Jalan Dr Muwardi I No 27 Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat, Minggu (24/04/2024)
Acara dikemas mengusung tema Berbagi Sesama Anak Bangsa ini, juga menyertakan jajaran pengurus Mabes yang juga dihadiri para dewan pendiri, Ketua Harian Mabes LMP Wahyu Wibisana, HA Widodo, KRMH Bios G Abioso, Ketua Markas Daerah (Mada) DKI Jakarta H Agus Salim dan jajarannya, Ketua Mada Jawa Barat H Awandy Siroj, Ketua Mada Lampung Johan Nasri dan para wakil ketua umum Mabes LMP.

Bagi Ketua Umum Mabes LMP Arsyad Cannu, sudah jadi kewajiban dirinya bersama jajaran LMP berbagi saat Ramadan. Karena, momentum itu diwajibkan dalam agama Islam dan anjuran Rasulullah SAW. Karena, ia yakin menyantuni anak yatim dengan niat tulus bisa memberikan keberkahan.
“Saya diajarkan orangtua untuk berbagi atas rezeki Allah yang diterima. Dan, karena sebagai ketum ormas nasional LMP, tentu juga membawa nama ormas. Dan, santunan kepada anak yatim bentuk ibadah sangat mulia dan banyak manfaatnya,” kata Arsyad Cannu yang diwawancarai via hubungan telepon aplikasi WhatsApp (WA), Minggu (24/04/2024) malam.

Bagi Arsyad, secara pribadi sering berbagi sedekah. Dan enggan untuk dipublikasi, khawatir disebut riya atau pamer. Hanya, karena mengusung nama organisasi Mabes LMP, ia ingin memberi contoh kepada saudara lainnya yang punya kelebihan untuk ikut berbagi, apalagi pada bulan Ramadan.
“Saya justru memberi apresiasi teman-teman LMP di berbagai daerah yang ikut berbagi. Seperti membagikan takjil di jalan-jalan untuk kepentingan berbuka. Misalnya Mada Kaltim dan mada lainnya serta markas cabang (macab). Itu bentuk kepedulian sosial yang harus digelorakan semangatnya,” kata Arsyad.
Sosok Arsyad sebelum menjadi ketum Mabes LMP di Jakarta, ia memang rajin memberi santunan dan sedekah. Tak hanya anak yatim. Ia bahkan menjadi donatur suatu masjid besar di Kota Balikpapan yang itu diungkapkan berbagai jamaah. Dan hal itu dilakukan sembunyi-sembunyi.

“Pak Haji Arsyad Cannu itu sangat dermawan. Kalau ada renovasi masjid atau bantuan material dia sering membantu. Tak tanggung-tanggung bantuannya. Semoga Allah memberi keberkahan atas rezeki itu,” ujar pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) yang terletak di sudut kota itu.
Komisioner Baznas Kota Balikpapan yang juga ustaz, H Jailani SAg menegaskan, tak perlu takut untuk mempublikasikan sumbangan atau sedekah dan santunan. Kuncinya ikhlas dan berharap ridha Allah. Juga bisa jadi contoh amal kebaikan bagi lainnya.
Menurut Jailani, ada sahabat Rasulullah bernama Abdurrahman bin Auf. Allah melimpahkan berkah atas rezeki yang dibagi-bagikannya. Ia dikenal orang kaya di antara para sahabat. Bisnisnya terus berkembang dan maju. Semakin dermawan, keuntungannya semakin bertambah
“Abdurrahman bin Auf ini menyantuni anak yatim, dan membagi-bagikan hartanya secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Dia memang disebut sosok yang gila sedekah,” ujar Jailani.
Harta Abdurrahman bin Auf kata Jailani, meski miliader ia tak lupa diri dan gemar bersedekah. Uangnya didonasikan di jalan Allah. “Saya juga mendengar Pak H Arsyad Cannu rajin bersedekah. Semoga hartanya makin melimpah dan terus santuni anak yatim,” ujar H Jailani.
RASA SYUKUR
Dalam wawancaranya, Arsyad Cannu menyebutkan bahwa menyantuni anak yatim dan buka bersama merupakan kegiatan rutin tahunan. Juga bentuk rasa syukur atas rezeki dari Allah.
“Rasa syukur kita wujudkan dengan saling berbagi. Terimakasih kawan-kawan Mabes LMP dan jajaran pengurus yang ikut juga mendampingi dan memeriahkan acara pemberian santuan. Juga untuk istri saya Hj Citra Kusuma Dewi,” ujar Arsyad lewat sambungan teleponnya.
LMP kata Arsyad Cannu, juga ikut berdukacita atas musibah yang dialami dan menimpa anak bangsa di Jawa Timur dan sekitarnya termasuk Tuban. Tentu, musibah itu mengejutkan apalagi di saat warga disibukkan dengan agenda Ramadan 2024.

“Secara pribadi dan atas nama ormas LMP se-Indonesia, kami ikut merasakan duka cita itu. Semoga warga yang mengalami musibah diberi kesabaran dan Allah selalu melindungi serta warganya tetap semangat untuk bangkit,” doa Arsyad Cannu.
Dari informasi media ini dan laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa terjadi dengan kekuatan maginitudo 6,5 skala richter di Tuban Jatim. Tetapi, juga dirasakan di Surabaya, Bawean, Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan dan Malang.
Selain dukacita, Arsyad Cannu juga mendoakan agar Indonesia selalu aman. Seluruh warga LMP se-Indonesia harus memberi kontribusi keamanan itu. Karena, LMP juga sinergi, kolaborasi, koordinasi dan komunikasi dengan jajaran TNI dan Polri untuk terus menggelorakan semangat kondusivitas daerah dan menjunjung nilai persatuan dan kesatuan.
“Kami imbau kepada seluruh mada, macab LMP se-Indonesia tetap kompak. Jaga soliditas ormas dan jangan dinodai dari sisi keamanan. Karena, anak bangsa se-Indonesia adalah satu saudara yang dibalut dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadan. Terus jaga keamanan itu di lingkungan masing-masing,” imbau Arsyad Cannu dari sambungan teleponnya di Jakarta. (gt)













