Catatan: Sugito *)
TINTAKALTIM.COM-Tepat 1 Oktober 2026, Platinum Hotel & Convention Hall berusia 11 tahun. Hotel yang owner-nya Charlesa & Family ini, ditopang SDM inovatif, kreatif dan sudah memiliki daya tarik jadi hotel menasional

Padahal, jika dilihat dari lokasi sebelumnya banyak yang mencibir sulit untuk tumbuh. Nyatanya, hotel ini pelan tapi pasti menunjukkan trend hotel yang dicintai pelanggan dan berkelanjutan menunjukkan fasilitas yang mendukung Balikpapan Kota Meeting, Incentive, Conference & Exhebition (MICE).

Ada kombinasi kuat antara ketajaman bisnis dengan logika dan pendekatan humanis. Itu dilakukan sang owner Charles. Apalagi ia di-support oleh family yang intiuisi bisnisnya juga penuh daya saing seperti Rudi, David dan Toni. Serta anak-anaknya yang tumbuh dengan pola pemahaman bisnis yang berbeda

Tentu, anak-anak Charles Family ini yang menjadi penerus bisnis keluarga dan memiliki semangat yang gigih, modern serta berbasis digital. Mereka adalah generasi penerus bisnis atau Next Gen Entrepreneurs
Faktor lain, Charles tidak sendiri. Selain SDM hotel yang mendedikasikan diri bertahun-tahun, sang anak juga memadukan nilai kerja keras tradisional dari orangtua mereka dengan inovasi teknologi untuk memastikan bisnis relevan di pasar
MATA ELANG
Denyut bisnis Charles sangat relate dengan julukan dirinya yakni ‘Si Mata Elang’. Julukan itu saya dapatkan dari salahsatu manajernya Ziw-Ziw Urim Togatorop yang kini dipercaya sebagai komando corporate communication (corcom).

Ziw-Ziw menilai, Charles sudah masuk dalam sisi dunia bisnis modern. Ia memadukan perasaan hatinya yang tidak berorientasi pada sisi bisnis saja, tetapi lebih fokus pada melihat arah pasar bergerak. Ibaratnya, jika orang lain melihat ada keluhan atau hambatan, tetapi Charles melihat sebagai peluang bisnis baru.

Itu diwujudkan dengan pembangunan Convention Hall yang mampu menampung 3000 tamu dilengkapi video tron. Ditambah, dibangunnya 100 kamar melengkapi total 300 kamar di Platinum Balikpapan. Belum diversifikasi usaha lainnya seperti food & beverage (28 Coffee) dan pertambangan
“Kamar hotel yang ada tentu kurang. Jika ada agenda besar maka bisa diarahkan ke room-room yang baru,” jelas Charles saat ditemui di anniversary 11 tahun hotelnya

Charles Family seolah mentransfer pikiran bisnisnya dengan hati. Desain bisnis itu ditambah amunisi menjadi modal dengan hadirnya H Soegianto SE yang dipercaya menjadi Direktur Operasional Platinum Group yang di-support Hotel Manager Anton
Saya menilai, Charles Family beruntung memiliki Soegianto. Karena, sepak terjangnya memajukan usaha dengan hati. Ia dikenal figur yang membangun usaha tidak bisa hanya mengandalkan angka di atas kertas. Tetapi, jiwa marketingnya lahir dan memasukkan hati ke dalam bisnis.

Strategi bisnis Soegianto lebih pada memanjakan dengan service (pelayanan). Karena, itu benteng pertahanan terbaik untuk meraih revenue.
Sebab, bagi Soegianto jika jualan produk, maka bisa dengan mudah ditiru, tetapi pengalaman pelanggan (customer experience) tidak bisa dijiplak dan itu akan jadi melekat
FIRST IMPRESSION
Saat anniversary, dilakukan sederhana hanya pemotongan tumpeng dan lunch berbagai menu, tetapi tetap memanusiakan manusia yang jadi akar humanis. Jika pepatah Jawa disebut nguwongke uwong. Ini memandang manusia bukan objek melainkan lewat perasasan dan harus dihargai

Tamu yang hadir semua mendapat keutamaan dan salam hormat (privilege). Itu jadi ruang silaturahmi relasi atau customer. Karena, manajemen Platinum Hotel sadar pentingnya menghargai dan memperlakuan setiap individu dengan penuh hormat dan empati
Tamu dan undangan datang dari instansi pemerintah, swasta, perbankan, media maupun individu. Mereka seolah masuk dalam komunitas kekeluargaan dan tersihir dengan konsep hotel yang dibangun selalu menghadirkan suasana akrab dan hangat

Saya hadir di acara anniversary atas undangan Platinum. Ketika berada di venue acara pandangan saya tertuju pada tema: THEM: Timeless Hospitality, Endless Memories.
Sepertinya Ziw-Ziw dan tim ingin menunjukkan komitmen hotel untuk terus memberikan pelayanan, kenyamanan dan keramahan terbaik kepada setiap tamu tanpa batas waktu (timeless hospitality). Tentu, untuk mereka (them).

Itu digandengkan dengan endless memories yang menggambarkan harapan agar setiap momen, kunjungan dan pengalaman dirasakan para tamu di Platinum Hotel Balikpapan dapat menjadi cerita indah yang berkesan dan selalu diingat tanpa batas
Hospitality selalu dipertahankan Platinum Balikpapan. Selaku direktur, Soegianto tak henti meminta pelayanan kunci utama agar tamu tetap loyal dan merekomendasi Platinum Balikpapan tempat menginap yang penuh cerita dan kenangan indah

“Memanjakan tamu tak boleh berkurang. Karena, itu jantung untuk menghidupkan industri perhotelan. Sehingga, harus tulus, ramah dan penuh perhatian untuk menciptakan kenyamanan,” kata Soegianto dalam sambutan anniversary ke-11 itu
Soegianto justru memberi wejangan agar wajah depan hotel yakni front office sebagai ujung tombak menyambut tamu pertama kali makna hospitality harus melekat. Sehingga, harus melayani setiap tamu agar berkesan.
“Hospitality tak hanya sisi front office tetapi di semua lini seperti F & B, porter, house keeping dan lainnya. Sebab, itu kunci membangun hubungan dengan pelanggan. Karena, hospitality hilang maka trust customer pun pudar,” jelas Soegianto di sela anniversary hotel yang terletak di tepi Jalan Soekarno Hatta itu
Platinum semua SDM-nya didorong untuk terus meletakkan hospitality itu diramu dengan hati. Karena, selama ini setiap customer sudah memberi gambaran jika menginap di Platinum Balikpapan terasa seperti rumah sendiri atau dijadikan second home mereka
Seluruh staf hotelnya sejak pintu masuk diawali security sudah mengenali preferensi mendalam tamu. Mereka juga menggunakan hati menyambut tamu. Tak sekadar menjaga pintu hotel yang kaku tetapi sudah first impression yang mengedepankan prinsip keramahtamahan
Seolah, masuk Hotel Platinum Balikpapan dalam satu detik sudah mendapatkan kesan awal positif. Ini komunikasi humanis dengan nada bicara yang sopan dan persuasif sudah ditunjukkan security setiap masuk hotel
Soegianto tetap optimistis, kendati diakuinya terjadi siklus penurunan okupansi hotel. Ini karena adanya kebijakan pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan kegiatan MICE di Balikpapan.
Ia berupaya untuk melakukan pergeseran strategi bisnis, sehingga tidak terjebak dengan dana pemerintah. Tentu, meraup pasar corporate. Hanya diakui, dana pemerintah masih jadi andalan penopang revenue hotel
Industri akomodasi kata Soegianto, sedang membutuhkan fokus pada efesiensi biaya tetapi untuk menarik pengunjung dengan cara membuat program loyalitas dengan memberikan diskon khusus untuk tamu
Platinum Balikpapan, apapun alasannya jadi daya tarik karena keamanan, keindahan panoramanya, privasi hingga kemewahan fasilitas untuk menjawab semua kebutuhan tamu
Tak heran, hotel ini pernah jadi tempat menginap Presiden Jokowi, para menteri, duta besar, pejabat negara dan pebisnis. Dan, menurut Charles dirinya dan tim selalu optimistis dengan taktis
Karena, Charles adalah pengusaha sejati yang usahanya memadukan keyakinan mental, hati dengan melihat insight usaha bisnis. Tentu, tidak meratapi kondisi pasar atau faktor ekonomi tetapi bergerak bertitiktolak pada efisiensi, inovasi dan cara pelayanan
“Kami punya tim yang solid dalam mengembangkan usaha. Sehingga, energi optimistis sering kali datang setelah kita bergerak,” jelas Charles.
Happy 11th Anniversary Hotel Platinum Balikpapan. Terimakasih sudah jadi ikon Kota Balikpapan dengan dedikasi lewat kualitas pelayanan luar biasa. Sukses all team.**
*) Ketua Advokasi & Regulasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim dan wartawan












