TINTAKALTIM.COM-Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi massa (ormas) keagamaan yang didirikan oleh wali Allah dan para kiai yang jasanya besar untuk kemajuan agama Islam. Apalagi, NU juga menjalankan sunah Rasulullah dalam aktivitas ubudiyah-nya, sehingga yang mengganggu NU pasti hancur.

“Warga NU itu harus solid. Fakta bahwa mengganggu NU hancur itu ada ormas yang memojokkan atau mendeskriditkan NU dan mengkafir-kafirkan NU lalu dibubarkan dan dinilai pemerintah organisasi terlarang. Itu karena kualat sama NU,” kata Pengurus Besar NU Dr KH Mohammad Hasib Wahab Chasbullah sat bicara di hadapan warga NU Balikpapan pada acara Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) I & Pelantikan di Ballroom Hotel Platinum Sabtu (26/07/2025)
Acara mukercab dirangkai pelantikan Lembaga Penanggulangan Bencana & Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBPINU), Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama (Ishari)

Acara dibuka Wakil Walikota (Wawali) Balikpapan Dr Bagus Susetyo mewakili Walikota Dr H Rahmad Mas’ud SE ME juga dihadiri Ketua PWNU Kaltim HM Fauzi Achmad Bahtar, Ketua PCNU Balikpapan KH M Muslih Umar SPdI, Kepala Kantor Kemenag Balikpapan H Masrivani Sag MH, Ketua MUI Balikpapan Habib Mahdar Alqadrie, Ketua Baznas Balikpapan H Bustomi, Ketua DMI Balikpapan H Dumairi dan sekjen H Sofyan, sayap atau badan otonom (banom) GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU dan Banser serta jajaran pengurus NU dan undangan lainnya

Disebutkan KH Hasib, cikal bakal berdirinya NU diprakarsai hadratussyekh KH Hasyim Asya’ari dan didukung jamiyah NU sebagian besar ulama yang sanad keilmuannya jelas sehingga mereka pewaris para nabi.

“Al ulama waratsatul anbiya (ulama itu penerus risalah nabi), menyebarkan ilmu dan ajaran agama Islam kepada umat manusia. Jadi jasanya untuk keselamatan dunia dan akhirat,” jelas putra mendiang KH Abdul Wahab Hasbullah yang dikenal pendiri NU ini.

Sehingga kata KH Hasib, ulama itu sebagai perantara Allah dan itu bagian dari tokoh-tokoh pendiri NU, sehingga tidak pantas membenci NU karena mereka juga berjasa dan menjaga mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

“NU itu organisasi yang mendunia dan keberadaannya diridhai Allah serta menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia karena berdiri sejak 1926 menegakkan agama Islam dengan paham ahlusunnah wal jama’ah baik bermasyarakat dan bernegara,” urai KH Hasib.

Jamiyah NU kata Hasib, bukan sembarangan dan menjadi organisasi keselamatan dunia dan akhirat. Sebab, hadir menegakkan kalimatullah, menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan membangun peradaban berdasarkan prinsip Islam yang rahmatan lil alamin yang aspeknya dakwah, pendidikan, kesehatan ekonomi serta pemberdayaan masyarakat.
SARUNG KIAI
Dalam uraian KH Hasib juga menjelaskan konsepsi bahasa metamorposis gondelin sarung kiai yang maknanya lebih pada sisi pendidikan dan ajakan untuk berpegang terhadap ajaran Islam dan pengabdian di NU.

“Surga itu takdir Allah, tapi kalau mau selamat dunia dan akhirat, sudahlah gondeli sarung kiai. Nah, Pak Wawali sudah pakai sarung, jadi bisa sama-sama jamaah NU ke surga,” kata KH Hasib disambut senyum dan tawa ringan undangan yang hadir

Gondeli sarung kiai memang sebuat istilah, tetapi intisarinya kata KH Hasib adalah sebuah pesan moral untuk mengikuti arah kiai yang bertujuan demi mengharap keberkahan hidup
Ia juga mengingatkan warga NU Balikpapan untuk menjaga konsep dasar persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan sebangsa dan setanah air (ukhuwah wathaniyah) dan persaudaraan sesama manusia (ukhuwah basyriyah).

“Jaga perdamaian, tak perlu NU itu rebut-ribut dan harus kompak serta bersinergi dengan pemerintah. NU harus menjadi komunitas yang kuat, punya integritas dan kapabilitas untuk menghadapi berbagai persoalan bangsa dan daerah,” pinta KH Hasib.
KH Hasib juga memberi apresiasi NU Balikpapan yang telah ikut membantu segi ekonomi seperti pendirian NU Mart dan akan membuat poliklinik.

“Saran saya jangka panjang membuat RS Pratama atau Unit Pelaksana Teknis (UPT tetapi milik NU yang lebih baik pelayanannya. Saya pikir kerjasama NU dengan pemerintah dan multistakeholders bisa dilakukan,” kata KH Hasib kepada media ini usai pembukaan mukercab dan pelantikan.
Dikatakan KH Hasib, NU Balikpapan harus ikut terlibat dalam program Presiden RI Prabowo Subianto seperti sekolah rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kesehatan. “Saya yakin NU Balikpapan dalam mukercab akan membuat program-program yang pro masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah,” kata KH Hasib.
Di penutup sambutannya, KH Hasib meneriakkan yel-yel: Siapa Kita? Dijawab NU oleh peserta seisi ruangan. Dan, ketika kiai teriak NU, maka hadirin menjawab hebat, keren dan Alhamdulillah.

Ketika mengucapkan Alhamdulillah, sang kiai ternyata juga menunjukkan sikap gaulnya dengan menggunakan salam jempol dan jari teluntuk ditempelkan yang populer disebut finger heart atau heart sign dan membentuk seperti hati dan jadi salam kasih sayang serta persaudaraan.
“Alhamdulillah diterjamahkan dapat rezeki dan NU harus bekerja giat untuk mendapatkan rezeki yang diridhai Allah,” kira-kira begitu salam finger heart itu kata Ustaz Achmad Rosyidi yang ikut mempraktekkan gay aitu. (gt)













